Menu

Penguatan Ekonomi Mikro, Bank Nagari Launching Apex BPR Sumatera Barat

  Dibaca : 79 kali
Penguatan Ekonomi Mikro, Bank Nagari Launching Apex BPR Sumatera Barat
LAUNCHING APEX BPR Sumbar— Bank Nagari melaunching APEX Bank Perkreditan Raktar dengan menggandeng Perhimpunan BPR Indonesia, Rabu (2/6) di di Kantor Bank Nagari Cabang Utama, Jalan Pemuda.

PADANG, METRO–Bank Nagari atau Bank Pem­bangunan Darah (BPD) Sumbar melaunching APEX Bank Perkre­ditan Rakyat (BPR). Bank Nagari menggandeng  Perhimpunan BPR In­donesia (Perbarindo) Sumbar meliputi kerjasama Liquidity Mismatch dan dana bergulir.

Nota kesepakatan dila­kukan di Kantor Bank Na­gari Cabang Utama, Jalan Pemuda, Kota Padang, Ra­bu (2/6). Acara juga dihadiri Kepala OJK Sumbar Misran Pasaribu dan Kepala BI Sumbar Wahyu Purnama.

Di kesempatan itu, Ke­pala Divisi Perencanaan Stra­tegis Bank Nagari Hen­dra Faisal mengatakan, proses Apex BPR dengan Bank Nagari telah mulai dilaksanakan sejak Ra­kernas Perbarindo di Pa­dang tahun 2004.

“Dalam perjalanannya senantiasa terlaksana koor­dinasi dan komunikasi da­lam berbagai forum dan ker­jasama, walaupun be­lum sepenuhnya berjalan optimal pelaksanaannya. Program Apex mengacu kepada Generic Model Apex BPR Bank Indonesia yang diterbitkan pada ta­hun 2011,” katanya.

Ia menambahkan, ker­ja sama Apex BPR Suma­tera Barat terus diting­kat­kan dan pada tahun 2020 se­jalan dengan terjadinya pandemi Covid-19, telah tercapai kesepakatan ber­sama (MoU) antara Bank Nagari dengan DPD Per­ba­rindo Sumatera Barat No­mor: PKS/133/DIR/12-2020 dan Nomor: 012/DPD PER­BA­RINDO-SB/XII/2020 tang­gal 28 Desember 2020 ten­tang Program Apex BPR Sumatera Barat.

“Bank Nagari telah m­e­nin­daklanjutinya dengan me­nyiapkan pedoman pe­lak­sanaan Apex Bank de­ngan Keputusan Direksi Nomor: SK/002/DIR/01-2021 tanggal 04 Januari 2021 tentang Peraturan Pelak­sanaan Apex Bank,” ung­kapnya.

Ia menjelaskan, kebe­ra­daan Apex BPR dimak­sudkan dalam rangka men­ciptakan kerjasama saling menguntungkan dalam mem­­perluas pelayanan pa­da usaha mikro dan kecil serta mendukung pengem­bangan ekonomi daerah (regional).

Tujuan keberadaan Apex BPR adalah, mem­bantu BPR dalam bidang    perkreditan/pembiayaan. Kemudian, mem­berikan bantuan teknis bidang  teknologi , serta capacity building di bidang SDM BPR dan  pemberian pela­tihan. Selanjutnya, pooling of fund dan penggu­naan­nya  melalui fasilitas liquidity mismatch dan  dana ber­gu­­lir serta memberikan laya­­nan jasa perbankan  lain­nya.

Ia menyebut, kriteria BPR yang dapat menjadi peserta dana bantuan fasi­litas liquidity mismatch dan dana bergulir antara lain BPR tidak dalam status BDPK (Bank Dalam Penga­wasan Khusus) yang dite­tapkan oleh OJK.

Kemudian, lanjutnya,  BPR yang dalam kondisi BDPI (Bank Dalam Penga­wasan Intensif) yang dise­babkan permasalah CAR, tidak dapat diberikan fasili­tas dana bantuan, te­tapi karena masalah Cash Ratio dapat dipertim­bang­kan untuk diberikan fas­ili­tas.

Selain itu, untuk men­dapatkan fasilitas bantuan dana, permohonan BPR yang mengajukan haruslah mendapatkan persetujuan da­ri Komite Apex yakni DPK dan DPD Perbarindo, serta Pe­mimpin Divisi Bank Na­gari.

“Sampai saat ini, dari 61 permohonan yang masuk dan setelah dilakukan pe­ne­litian kelengkapan per­syaratan menjadi anggota Apex Bank Nagari keang­go­taan, telah disetujui se­banyak 37 BPR. Jumlah ini akan bertambah dan terus diproses sampai BPR di Sumbar melengkapi per­sya­ratan yang telah dite­tap­kan,” kata Hendra.

Sementara  itu, Ketua Perbarindo Sumbar, Syo­fian Sara berharap dengan pe­lun­curan Apex BPR Sum­bar bisa saling mendapat­kan manfaat dari kerja sa­ma antara Bank Nagari se­laku bank pengayom BPR/BPRS sebagai anggota. Serta un­tuk perkembangan UMKM di Sumbar ke de­pan­nya.

“Anggota DPD Perba­rin­do Sumbar dan Bengku­lu ada sebanyak 98 BPR/BPRS. Di Sumbar ada 91 BPR/BPRS dan Bengkulu yang menjadi DPK ada 7 BPR/BPRS,” ujar dia.

Ia menerangkan, ki­nerja BPR/BPRS hingga triwulan I 2021 tercatat aset sebesar Rp2,11 triliun, Da­na Pihak Ketiga (DPK) Rp 1,62 triliun, kredit yang diberikan 1,58 triliun, NPL rata-rata 7, 83 persen lebih baik dibanding periode yang sama di Maret 2020 sebesar 12, 83 persen.

Sementara itu, Direktur Utama ( Dirut) Bank Nagari  Muhammad Irsyad me­nga­takan, saat ini Bank Na­gari  mendorong pem­ber­dayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sum­bar. “Tujuannya agar BPR lebih kuat dan diha­rap­kan segera BPR lainnya yang ada di Sumatera Ba­rat bisa menyusul. Mudah-mu­dahan bisa mengua­tkan pe­rekonomian dan potensi peningkatan ekonomi di Sumbar,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa disapa pak Jack ini me­ngatakan, semoga melalui koordinasi-koordinasi yang intens tingkat kesehatan BPR bisa semakin  baik kedepannya.

“Sebagai contoh pem­biayaan mikro yakni Kredit Usaha Rakyat ( KUR) bisa juga menjadi produk dari BPR. Kalau itu sudah bisa, nanti peran BPR didaerah bisa dirasakan oleh masya­rakat untuk penguatan eko­nomi mikro. Untuk BPR bisa saja maksimal pinja­man kredit usaha Rp25 juta,” sebutnya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional