Menu

Pengisian Kursi Wakil Wali Kota Lamban, Budi: Pansel Belum Ada, Ada Apa Ini?

  Dibaca : 89 kali
Pengisian Kursi Wakil Wali Kota Lamban, Budi: Pansel Belum Ada, Ada Apa Ini?
Ilustrasi

SAWAHAN, METRO–Proses pengantian Wakil Wali Kota Padang terkesan lamban, sehingga menjadi kecurigaan dan pertanyaan bagi sejumlah pihak. Bahkan, pertanyaan itu muncul dari anggota DPRD Kota Padang pada saat rapat paripurna yang juga dihadiri oleh Wali Kota Padang Hendri Septa, Jumat (30/4) lalu.

Budi Syahrial dari Fraksi Gerindra adalah anggota dewan yang mempertanyakan soal lambannya proses pengisian kursi wakil wali kota itu. Menurut Budi, hingga saat ini belum ada tanda tanda untuk pengangkatan atau pengantian wakil wali kota Padang yang masih kosong.

“Ada apa ini, kenapa sampia saat ini belum ada tanda prosesnya berjalan,” tanya Budi dalam rapat paripurna tersebut.

Menurut Budi, pengangkatan wakil wali kota itu harus segera dilakukan, karena itu sangat penting demi kelangsungan pembangunan Kota Padang. “Pembangunan Kota Padang ini tidak akan selesai kalau hanya dipimpin wali kota saja, butuh wakil yang mendampinginya,” tegas Budi.

Dalam rapat paripurna itu, Budi juga menyampaikan sindiran dengan mengambil cerita dirinya baru-baru ini satu pesawat dengan Wali Kota Padang. “Kemarin saya satu pesawat dengan Pak Wali Kota, untung saja perjalanan kami mulus sampai tujuan. Coba kalau sesuatu hal terjadi, kan lain ceritanya, sementara wakil wali kota belum ada. Maaf pak wali, ini hanya contoh bukan maksud lain,” ungkap Budi.

Untuk itu, dia berharap pembentukan Pansel segera dilakukan secepatnya. Sehingga nama calon wakil wali kota yang diajukan bisa secepatnya sanpai di meja DPRD Kota Padang untuk dibahas.

Seperti diketahui, sejak Mahyeldi meninggalkan kursi wali kota karena terpilih sebagai Gubernur Sumatera Barat. Kursi wakil wali kota menjadi kosong, karena Hendri Septa yang sebelumnya menduduki kursi wakil wali kota saat ini sudah menjadi wali kota.

Sebagai partai pengusung, PKS dan PAN tentu sama sama memiliki peluang untuk mengambil atau mendufuki kursi wakil wali kota yang kosong itu.

Pertanyaannya, akankah PKS bisa mengambil kursi wakil wali kota sebagai pengganti kursi wali kota yang diberikan kepada PAN, atau PAN juga ingin mempertahankan. PAN tetap ingin menguasai keduanya, baik kursi wali kota dan wakil wali kota.

Pertarungan perebutan kursi wakil wali kota ini, nampaknya masih panjang. Seperti disampaikan Budi Syahrial, belum ada tanda tanda dari Wali Kota Padang Hendri Septa untuk membentuk Pansel menjaring nama yang akan diajukan ke DPRD.

Padahal, sebelumnya, PKS dan PAN telah menyampaikan, sudah mempersiapkan sejumlah nama kader terbaik untuk mengisi posisi wakil wali kota yang saat ini masih kosong.

Seperti PKS Kota Padang, Sumatera Barat, telah mengusulkan dan mengirim enam nama ke DPP PKS untuk dipilih sebagai Calon Wakil Wali Kota Padang pasca dilantiknya Wali Kota Padang Mahyeldi sebagai Gubernur Sumbar 2021-2024.

Ketua DPD PKS Padang Muharlion juga telah menyampaikan nama nama yang dikirimkan itu yaitu Irsyad Syafar, Muharlion, Rahmat Saleh, Muhidi, Mulyadi Muslim dan Irfan Aulia.

Sementara Ketua DPW PAN Sumbar Indra dt Rajo Lelo juga mengatakan, soal penunjukan posisi wakil wali kota, pihaknya mengacu kepada aturan. Secara aturan, maka yang mengisi adalah partai pengusung yaitu PAN dan PKS.

Kader PAN juga berkemungkinan bisa terpilih, atau bahkan diluar PAN dan PKS bisa juga terpilih. Itu tergantung kesepakatan oleh partai pengusung.

Dari PAN nama yang santer terdengar sangat bersedia jika partainya mencalonkan dirinya menjadi wakil wali kota padang adalah Amril Amin yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Padang. (hsb/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional