Menu

Pengiriman Ganja Via Jasa Ekspedisi Digagalkan, BNNP Sumbar Tangkap Penerima Paket, Dikirim dari Medan ke Padangpariaman

  Dibaca : 257 kali
Pengiriman Ganja Via Jasa Ekspedisi Digagalkan, BNNP Sumbar Tangkap Penerima Paket, Dikirim dari Medan ke Padangpariaman
KIRIM GANJA— Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat Brigjen Khasril Arifin memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus pengiriman ganja menggunakan jasa ekpsedisi barang dengan satu orang tersangka.

PADANG, METRO–Badan Narkotika Na­sio­nal (BNN) Provinsi Sumbar membongkar praktek pere­daran ganja lintas provinsi yang memanfaatkan jasa ekpedisi pengiriman ba­rang. Ganja tersebut be­rasal dari Kota Medan dan akan dikirim ke Padang­pariaman.

Dalam pengungkapan kasus itu, Tim BNN me­nang­kap Febri Hartoni (27) di kediamannya di Pun­cuang Anam Kampuang Guci, Kenagarian Tandikek Selatan, Kecamatan Pata­muan, Kabupaten Padang­paria­man. Pelaku Febri inilah yang berperan se­bagai penerima paket be­risikan daun ganja kering seberat 74,36 gram.

Bahkan, dari hasil pe­me­riksaan, terungkap ka­lau pelaku Febri memang sudah sering menerima paket berisi ganja itu me­lalui jasa ekpedisi untuk mengelabui petugas. Ganja itu selanjutnya dijual kem­bali oleh pelaku di wilayah Kabupaten Padangpa­ria­man setelah dipecah men­jadi paket-paket kecil.

Sementara, pengirim ganja dari Medan, saat ini identitasnya sudah dikan­tongi oleh Tim BNNP Sum­bar dan melacak kebe­ra­daan­nya. Selain itu, juga di­da­patkan informasi, pe­ngi­rim paket yang bera­da di Medan cukup aktif me­ngirim ganja ke ber­bagai daerah di Indonesia.

Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat Brigjen Khasril Arifin menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal dari informasi pe­tu­gas Kantor Penga­wasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPBC) Teluk Bayur men­curigai isi paket dari Medan tersebut.

“Kita mendapatkan in­for­masi dari KPBC ada­nya kiriman ganja melalui se­buah jasa ekspedisi barang dari Medan untuk pelaku.  Kita selanjutnya berkoor­di­nasi dengan KPBC untuk memastikan isi paket,” kata Kepala BNNP Sumbar, Brig­jen Pol Khasril Arifin, saat konferensi pers di kantor BNNP, Jumat (30/7).

Mendapat laporan itu, pihaknya bersama KPBC Teluk Bayur mendatangi kantor ekspedisi untuk memastikan isi dari paket yang dicurigai. Setelah dilakukan pemeriksaan, di dalam paket tersebut ter­da­pat narkotika diduga je­nis ganja seberat 74,36 gram.

“Setelah diuji kan­du­ngan zat narkotikanya, ba­rang tersebut positif me­ngan­dung THC alias ganja. Tim BNN Provinsi Sumbar dan KPBC Teluk Bayur be­kerja sama dengan pihak ekspedisi bertolak ke Pa­dang­pariaman persisnya ke alamat pengiriman pa­ket yang dituju,” ungkap Brigj­en Pol Khasril.

Dikatakan Brigjen Pol Khasril, untuk menangkap pelaku, pihaknya meminta petugas ekpedisi mengan­tar­kan paket itu kepada pe­laku di depan Pasar Sago tepatnya di Pinggir Jalan Raya Ampalu-Padang Sa­go, Nagari Koto Dalam, Ke­camatan Padang Sago, Padangpariaman.

“Saat pelaku menerima paket itu, kita langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Setelah ditangkap, pelaku dilakukan interogasi dan mengakui paket tersebut memang berisikan ganja yang akan diedarkannya,” ujar Brig­jen Pol Khasril.

Brigjen Pol Khasril me­nu­turkan, setelah itu petu­gas melacak keberadaan pengirim paket haram ter­sebut yang berada di Me­dan. Didapat informasi, pengirim paket yang bera­da di Medan cukup aktif mengirim ganja ke ber­bagai daerah di Indonesia.

“Kita masih menyelidiki pengirim ganja dan ja­ringan ini. Sementara pe­nerima ganja kita bawa ke kantor untuk proses hukum dan pengembangan. Ba­rang bukti yang diamankan, satu paket sedang ganja kering dibungkus dengan plastik warna biru yang dibalut dengan kertas ti­mah dengan berat 74,36 gram (Netto). Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 111 Ayat (1) JO 127 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 ten­tang narkotika,” pungkas­nya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional