Menu

Pengerukan Banjir Kanal belum Optimal

  Dibaca : 877 kali
Pengerukan Banjir Kanal belum Optimal
Timw AR Center menyerahkan bantuan uang tunai dan beras dari Andre Rosiade kepada keluarga Ria di Mata Air, Padang Selatan.
Pengerukan Dermaga

Pengerukan sedimen dan sampah di Batang Arau, Padang.

PADANG, METRO–Tumpukan sedimentasi yang ada di sepanjang sungai banjir kanal mulai dikeruk. Hanya saja, pengerukan tersebut masih belum optimal, karena hanya ada satu alat berat yang diturunkan. Ini akan membuat lamanya pengerjaan yang dilakukan.

Pantauan POSMETRO Selasa (22/9), terlihat satu unit alat berat berada di dalam sungai, tepatnya di kawasan Alai, Parak Kopi. Namun, pada saat itu alat berat tidak beroperasi. Tidak ada juga terlihat operator yang menggerakkan alat berat.

Menurut warga Murni (36), alat berat tersebut telah berada di kawasan itu sekitar dua hari. Memang katanya telah dilakukan pengerjaan. Namun, baru sedikit dikerjakan, alat berat tersebut tidak lagi beroperasi. ”Alat berat itu bekerja menggali sedimen. Tapi kok sekarang tidak?” ujarnya.

Di sekitar alat berat itu berdiri, juga terlihat bekas-bekas galian yang membuktikan bahwa alat berat itu telah pernah beroperasi sebelumnya. Akan tetapi, di sekitar lokasi juga masih banyak sedimentasi yang membuat seperti adanya pulau di tengah banjir kanal itu.

Tidak hanya di lokasi itu yang dipenuhi sedimen, tapi sepanjang banjir kanal itu mulai dari Ujungtanah hingga Purus ada sejumlah titik yang dipenuhi sedimen. Sehingga, terjadinya pendangkalan sepanjang sungai. Seperti yang terpantau beberapa hari lalu, pada banjir kanal di Ujungtanah, Kecamatan Lubukbegalung.

Sarana pengendalian banjir itu juga dipenuhi sedimentasi dan rumput-rumput liar. Bahkan banjir kanal ini malah menjadi tempat pembuangan sampah.

Kepala Bidang Irigasi Dinas Pengendalian Sumber Daya Air (PSDA), Idris mengatakan, sepanjang banjir kanal tersebut sudah sepantasnya untuk digali. Karena, saat ini sudah terjadi pendangkalan terhadap sungai tersebut. Jika itu tidak juga digali, lama kelamaan ini akan menjadi pemicu banjir.

“Ada beberapa titik yang dipenuhi sedimen itu. Seperti di Parak Kopi itu, menjadi tepat langganan menumpuknya sedimen. Itu karena lokasi tersebut berada pada tikungan. Tapi ada juga lagi kawasan lainnya yang dipadati sedimen,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (22/9) kemarin.

Akan tetapi katanya, untuk pengerukan tersebut bukanlah kewenangan Pemprov Sumbar. Dimana, untuk pengerukan dan perawatan Banjir Kanal ini berada di bawah Pemerintah Pusat, yakni Balai Sungai Wilayah Sumatera 5. Jadi, untuk pengerukan ini anggarannya dari APBN. “Mulai dari hulunya di Ujung Tanah, hingga ke Muaro itu kewenangan Balai Sungai. Jadi anggarannya ada di APBN,” jelasnya. (da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional