Menu

Pengeroyokan Berujung Maut

  Dibaca : 480 kali
Pengeroyokan Berujung Maut
REKOSNTRUKSI— Lima tersangka kasus penganiayaan berujung maut di Ramayana Bukittinggi memperagakan 38 adegan saat menjalani rekosntruksi.

BUKITTINGGI,METRO – Untuk melengkapi berkas perkara, Satreskrim Polresta Bukittinggi melakukan rekonstruksi kasus penganiayaan berujung maut yang dilakukan lima tersangka di pusat perbelanjaan Ramayana yang mengakibatkan korban Gean Navanda (24) meninggal dunia, Selasa (4/12). Dari hasil rekonstruksi 38 adegan, terungkap korban dianiaya secara bersama-sama lantaran ketahuan mencuri.

Rekonstruksi kasus dilaksanakan langsung di lokasi kejadian yang diperagakan langsung oleh lima tersangka yang merupakan karyawan super market Ramayana Bukittinggi berinisial RR, JPH, AS, RS dan FI dengan mendapatkan pengawalan ketat dari Polisi. Selain itu, rekonstruksi juga dihadiri oleh Kejaksaan Negeri Bukittinggi.

Dari reka adegan, aksi penganiayaan berujung maut itu berawal ketika korban diketahui mencuri sabun pencuci muka merek Pond’s dan Shampo Sunsilk. Saat itu juga, tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban dilakukan secara bersama sama dan saling bergantian mulai menendang kaki, memukul kepala, punggung, bahu bahkan mencekik korban.

Rekonstruksi yang dilakukan di Ramayana itu untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat dalam bertidak agar tidak melakukan main hakim sendiri, karena hal itu akan dapat merugikan diri sendiri.

“Inil adalah contoh main hakim sendiri yang akhirnya merugikan diri sendiri,” kata Kasat Reskrim, AKP Chairul Amri Nasution.

Kasat Reskrim AKP Chairul Amri Nasution menjelaskan dari rekonstruksi itu sudah tergambar dari kronologis awal dimana korban minta izin kepada keluarganya untuk keluar mencari rokok, namun korban masuk ke Ramayana, dan dilokasi itulah terjadi pengeroyokan oleh sejumlah oknum karyawan Ramayana.

Setelah pengroyokan itu, korban lari ke luar Ramayana dan bersembunyi di selokan belakang Istana Bung Hatta hingga akhirnya ditemukan tewas di dalam selokan itu dalam kondisi tertelungkup.

“Akibat perbuatan tersangka akan diancam dengan pasal, 170 ayat 2 ke (3) KUHP dengan hukuman maksimal 13 tahun penjara,” ujar Chairul mantan Kapolsek Bukittinggi.

Proses rekontruksi berjalan lancar, selama rekonstruksi lantai III Ramayana tertutup untuk umum. Keluarga korban ikut langsung menyaksikan rekonstruksi itu nampak keluarga sudah ikhlas menerima musibah itu. “Kami dari pihak keluarga sudah ikhlas menerimanya, proses hukum ini kami percayakan saja kepada aparat hukum,” jelasnya.

SebelumnyaKasus penganiayaan yang berujung tewasnya Gean Navanda (24) warga Tanah Sirah Kec. Lubuk Begalung Kota Padang membuat gempar warga Bukittinggi karena mayat korban ditemukan dalam selokan Jalan. H. Agus Salim tepatnya di belakang Istana Bung Hatta bulan September lalu. (u)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional