Menu

Pengeroyok AR Ternyata Keluarga “Bunga”

  Dibaca : 1828 kali
Pengeroyok AR Ternyata Keluarga “Bunga”
DITANGKAP— Empat pelaku pengeroyok AR (24) hingga tewas ditangkap Satreskrim Polres Dharmasraya bersama Polsek Sungai Rumbai. Sementara, korban AR (24) tergeletak di Gedung Pertemuan Wali Nagari Koto Ranah.

DHARMASRAYA, METRO
Empat pelaku pengeroyokan yang menewaskan pemuda berinsial AR alias Dani Kumara (24) warga Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar lantaran dituduh menjual anak di bawah umur, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Dharmasraya bersama Polsek Sungai Rumbai, Senin malam (22/6). Sementara, beberapa pelaku lain masih terus diburu.

Seperti diketahui, aksi pengeroyokan maut itu terjadi terjadi di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Minggu (21/6) lalu. Korban AR mengalami luka parah di sekujur tubuhnya, bahkan wajahnya bonyok-bonyok akibat dihakimi massa dan sempat dilarikan ke rumah sakit, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Keempat pelaku yang telah ditangkap berinisial AM (62), AW (38), R (19) dan M (33) merupakan warga Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar dan merupakan ayah beserta suadara dari Bunga (nama samaran), usia 14 tahun yang diduga dijual AR kepada salah satu kafe tempat hiburan di Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo.

Gara-gara tak terima anaknya dijual ke tempat hiburan itulah yang menjadi pemicu keluarga Bunga geram dan emosi hingga menghakimi AR yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan pecal lele hingga tewas. Amarah itu juga yang menjadikan ayah Bunga bersama saudaranya harus sama-sama mendekam di sel tahanan untuk menjalani proses hukum.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah didampingi Kasat Reskrim AKP Suyanto mengatakan, keempat pelaku yang ditangkap merupakan keluarga dari Bunga yaitu ayah beserta saudaranya. Perannya, ayah dari Bunga menampar korban AR sebanyak 3 kali. Sedangkan pelaku yang lainnya ikut memukuli pelaku secara bersama-sama.

“Apa yang melatarbelakangi terjadinya penganiayaan dan pengeroyokan, itu karena korban AR dianggap atau dituduh telah menjual Bunga untuk bekerja di kafe di Kabupaten Bungo. Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan, pelakunya tidak hanya yang empat orang ini saja. Masih ada pelaku lain yang terlibat,” kata AKP Suyanto.

AKP Suyanto menegaskan, terkait kebenaran apakah korban menjual anak dibawah umur atau hanya sekedar mengantarkan Bunga untuk bekerja seperti cerita yang berkembang, pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus ini.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap keempat pelaku, mereka terpancing dan tersulut emosi kepada AR yang diduga menjual Bunga. Tapi kita belum bisa memastikan hal itu karena masih butuh pendalaman. Pastinya, nanti Bunga akan kita mintai keterangan terkait informasi itu,” jelas AKP Suyanto.

AKP Suyanto menuturkan, terlepas dari persoalan korban menjual anak di bawah umur, perbuatan penganiayaan secara bersama-sama atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang merupakan tindak pidana. Artinya, apapun alasannya, mereka tetap melanggar hukum.

“Kita masih fokus untuk mencari pelaku lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menewaskan AR. Kemungkinan, dalam waktu dekat akan terus bertambah. Hasil pemeriksaan sementara, mereka memukuli korban beramai-ramai menggunakan tangan,” jelas AKP Suyanto.

AKP Suyanto menambahkan, untuk barang bukti yang diamankan, berupa satu helai baju batik warna putih merah, satu helai celana jeans warna dongker, satu helai celana dalam warna unggu dan satu unit sepeda motor revo warna hitam. Pakaian tersebut digunakan para pelaku saat mengeroyok korban.

“Penangkapan berdasarkan LP No 6 / K / IV / 2020 Tanggal 21 Juni. Kita mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan itu. Sekitar pukul 23.00 WIB  diamankan dua orang terduga pelaku berinisial AM dan AW di Nagari Koto Ranah.  Dari hasil pengembangan, Senin ( 22/6) sekira pukul 16.30 WIB diamankan pula orang terduga pelaku berinisial M dan R. Untuk pengembangan kasus ini, pelaku dan barang bukti diamankan di ruang tahanan Polres Dharmasraya,” pungkasnya

Diduga menjual anak di bawah umur, AR (24), warga Koto Tinggi, Kecamatan Koto Besar, tewas di rumah sakit usai dihajar massa di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar. Minggu (21/6) sekira pukul 10.00 WIB.

Wali Nagari Koto Tinggi, Andesra membenarkan AR merupakan warganya, yang diduga tewas setelah diamuk massa di Nagari Koto Ranah.

Katanya, informasi yang didapatkannya, kejadian ini berawal saat keluarga perempuan, sebut saja Bunga (nama samaran), usia 14 tahun, yang diduga dijual AR kepada salah satu kafe tempat hiburan di Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, mendapat telpon dari Bunga.

Saat itu, Bunga menangis menceritakan bahwa dia bekerja di sebuah tempat hiburan. Bunga mengaku bekerja di kafe itu karena dijual seorang pria berinisial AR. Bunga juga mengaku tak tahan, dan ingin pulang.

Pihak keluarga yang mendapat informasi itu langsung emosi. Mereka pun menjemput Bunga ke Kamang Kuning. Sesampai di kafe tersebut, pihak keluarga meminta Bunga untuk diserahkan. Namun, bos kafe meminta uang tebusan Rp 5 juta, dengan alasan dia juga mengeluarkan uang Rp 5 juta kepada AR.

Pihak keluarga langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pelepat, Bungo sehingga uang tebusan tersebut tidak jadi dibayar. Bunga pun akhirnya bisa ikut pulang.

Wali Nagari Koto Tinggi juga mengatakan, AR diinformasikan meninggal Minggu (21/6) siang. Dia meninggal di ruamah sakit, diduga kareja di hajar massa di Nagari Koto Ranah.

“Informasinya, AR yang bekerja sebagai karyawan pecel lele di Sungai Rumbai, dijemput orang tak dikenal dengan menggunakan dua mobil mini bus. Kemudian, AR dimasukkan ke salah satu mobil lalu dibawa ke Koto Ranah,” jelasnya.

Di dalam mobil AR sempat diintrogasi beberapa orang dan dilakukan penganiayaan. Sesampai di Koto Ranah, yang menghajar AR tidak lagi beberapa orang, namun sudah massa yang datang. AR yang tak berdaya dibawa ke rumah RSUD Sungai Rumbai sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional