Menu

Pengerjaan Irigasi Banda Luruih dan Batang Maransi Dilanjutkan

  Dibaca : 104 kali
Pengerjaan Irigasi Banda Luruih dan Batang Maransi Dilanjutkan
RAPAT KONSULTASI—Kepala Dinas Pertanahan Padang Raju Minropa mengikuti Rapat Konsultasi Publik Pengadaan Tanah lanjutan Normalisasi Banda Luruih-Batang Maransi tersebut di Balai Kota Padang, Kamis (12/8).

AIA PACAH, METRO–Pengerjaan proyek pe­ngen­dalian banjir Banda Luruih dan Batang Maransi dikabarkan kembali dilan­jutkan di tahun 2021 ini. Meski sempat terhenti, pe­nger­jaannya akan di­lan­jut­kan dengan didukung oleh­Pemprov Sumbar.

 Seperti diketahui, pro­yek pengendalian banjir pada  banjir kanal yang memanjang dari kawasan Bypass Kelurahan Air Pa­cah, Kecamatan Koto­tangah hingga Maransi Ke­lu­rahan Kurao Pagang, Ke­camatan Nanggalo ini, di­ga­dang-gadang bakal meng­­hadirkan solusi untuk me­nun­taskan masalah banjir di kawasan tersebut selama ini.

Hal itu dibenarkan Ke­pala Dinas Pertanahan Kota Padang Raju Minropa ke­pada wartawan usai me­ngi­kuti Rapat Konsultasi Publik Pengadaan Tanah lanjutan Normalisasi Ban­da Luruih-Batang Maransi tersebut di Ruang Abu Ba­kar Ja’ar, Kantor Balai Kota Padang, Kamis (12/8).

Dikatakan Raju, untuk pengerjaan proyek ter­sebut dari total 108 persil, hanya tinggal sebanyak 8 persil lagi yang belum di­tun­taskan. Dari tujuh orang pemilik tanah akan dila­kukan ganti rugi akibat la­han­nya yang terkena pe­nger­jaan normalisasi Ban­da Luruih dan Batang Ma­ransi tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini telah dilakukan penan­da­tanganan berita acara ke­se­pakatan dan kesepa­ha­man ganti rugi tanah de­ngan para pemilik lahan ter­sebut,” tuturnya.

Dalam hal ini, sambung Raju, Pemerintah Ko­ta  ­Padang akan terus ber­upaya melakukan penye­lesai­an lahan masyarakat de­ngan pendekatan per­suasif. Tujuannya supaya di kemudian hari tidak ada lagi permasalahan dengan masyarakat dan mas­yara­kat pun tidak dirugikan.

Sedangkan, katanya, lokasi objek tanah yang akan diganti rugi untuk normalisasi Banda Luruih dan Batang Maransi posisi­nya dari Bypass ke arah barat. Sesuai dengan Un­dang-undang (UU) Cipta Ker­ja dan Perpres 1921 dan Permen ATRBPN 1921, bah­wa semua persiapan pe­ren­canaan sampai peren­canaan hasil titiknya ada pada konsultasi publik.

“Kita bersyukur sasa­ran yang kita harapkan dari kon­sultasi publik ada­lah di­tandai dengan penan­da­tanga­nan kesepahaman an­ta­ra ma­syarakat dengan pe­me­rin­tah. Dalam hal ini Pem­ko Pa­dang melalui Di­nas PUPR dan Dinas Per­ta­nahan serta Kanwil ATRBPN,­” ucap­nya.

Sedangkan, tambah Ke­pala Dinas Pertanahan Kota Padang itu, tim pem­bangu­nan konstruksi juga di­ikutsertakan Dinas PSDA Provinsi Sumbar untuk me­nan­da­tangani berita acara kesepakatan atas daftar sementara.

“Kita optimis dan ber­ha­rap pengerjaan proyek Ban­da Luruih-Batang Ma­ransi ini di tahun 2021 da­pat tuntas pengerjaannya. Semoga ganti rugi lahan warga dapat dituntaskan sesuai target pembayaran di bulan Okto­ber nanti,” katanya.

Adapun dalam kesem­patan itu juga dihadiri oleh Kasi Pengadaan Tanah Kanwil ATR/BPN Padang Dito Syafarli serta unsur Dinas PUPR Kota Padang Zuhirman. Selanjutnya ju­ga diikuti Rahmad Yuhen­dra perwakilan Dinas Sum­ber Daya Air dan Bina Kon­struk­si Provinsi Sumbar. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional