Menu

Pengembangan TPA Regional Payakumbuh Butuh Rp34 Miliar

  Dibaca : 60 kali
Pengembangan TPA Regional Payakumbuh Butuh Rp34 Miliar
Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

PAYAKUMBUH, METRO–Pengembangan TPA Re­­gional Payakumbuh de­ngan pembangunan sel baru untuk bisa menampung sampah dari empat daerah di Sumatera Barat diperkirakan membutuhkan anggaran sebanyak Rp34 miliar. “Anggarannya cukup besar. Karena itu kita akan upayakan bantuan dari Kementerian PUPR. Minggu ini kita segera siapkan surat dan antarkan agar bisa presentasi langsung dihadapan Menteri PU PR,” ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat meninjau kondisi TPA Regional Payakumbuh, Senin (13/9).

Ia menyebut APBD Pro­­vinsi Sumbar dan kabupaten/kota sudah selesai dibahas sehingga tidak mungkin dimasukkan lagi anggaran untuk perbaikan TPA regional. Karena itu diupayakan bantuan dari pusat.

Bersamaan dengan u­pa­ya tersebut Mahyeldi me­minta bupati dan walikota empat daerah yang membuang sampah ke TPA regional Payakumbuh ma­sing-masing Payakumbuh, Bukittinggi, Kabupaten Li­mapuluh Kota dan Agam untuk bisa melaksanakan pemilahan sampah di dae­rah masing-masing sebelum dibuang ke TPA.

Komposisi sampah yang dibuang ke TPA regional hampir 70 persen adalah sampah organik yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk budidaya maggot dan difermentasikan untuk pakan ternak. Dengan demikian sampah yang dibuang ke TPA tinggal 30 persen dari total volume sampah yang dibuang saat ini sehingga TPA tidak cepat penuh.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan hidup Sumatera Barat Siti Aisyah mengatakan pemilahan sampah harus dilakukan di sumber bukan di TPA karena biayanya akan lebih murah. Jika pemilihan dilakukan di TPA untuk satu truk dibutuhkan 25 orang tenaga kerja dan efektivitas pekerjaan juga sangat rendah sehingga biaya akan membengkak.

Apalagi sampah yang dibuang ke TPA didominasi sampah pasar sehingga seharusnya pemilahan bi­sa langsung dilakukan oleh petugas di pasar sebelum dibuang ke TPA. “Kita akan siapkan regulasi untuk memastikan sampah tersebut dipilah di sumbernya. Untuk sampah yang telah di­pilah biaya yang dikenakan akan lebih murah semen­tara untuk sampah yang tidak dipilah akan dikenai biaya yang berlipat-lipat. Ini untuk mendorong dae­rah agar mau melakukan pemilahan sampah,” ujar­nya.

Dalam peninjauan itu Gubernur didampingi Walikota Payakumbuh, Walikota Bukittinggi, Bupati Agam, Bupati Limapuluh Kota, Asisten II sekda Prov Sumbar, Kepala Dinas ling­kungan hidup Prov Sumbar, Kepala Dinas PUPR Sumbar, General Manager PLN Wilayah III Payakumbuh, serta OPD dilingkup pemprov Sumbar. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional