Menu

Pengembangan Sektor Pariwisata di Masa Pendemi, Dispar Lakukan Langkah Strategis di Solok

  Dibaca : 93 kali
Pengembangan Sektor Pariwisata di Masa Pendemi, Dispar Lakukan Langkah Strategis di Solok
PEMBENAHAN--Salah satu lokasi objek wisata di Kota Solok, yakni Pulau Belibis yang perlu dibenahi.

SOLOK, METRO–Pemerintah Kota (Pem­ko) Solok melalui Dinas Pariwisata (Dispar) mela­kukan sejumlah langkah strategis untuk me­ngem­bangkan sektor pariwisata pada masa pandemic Co­vid-19. Hal ini bertujuan mencari solusi agar sektor pariwisata tetap bertjala sehingga tidak mati suri di masa pandemi.

“Masa pandemi Covid-19 menuntut kebiasaan baru, begitu juga dalam pembangunan kepa­ri­wi­sataan agar bisa terus berjalan dengan tetap me­ngedepankan protokol ke­sehatan,” kata Wakil Wa­li­kota Solok Ra­ma­dhani Ki­rana Putra, Ka­mis (12/8).

Menurut Dhani, pem­batasan jumlah orang ber­kumpul dan kebijakan pe­ngetatan orang yang da­tang ke daerah itu guna pencegahan penularan Covid-19 berdampak cukup besar terhadap kepari­wisataan daerah.

Lebih lanjut Dhani men­jelaskan, di sektor pariwi­sata ada tiga strategi besar yang dilaksanakan untuk pengembangan sektor pa­ri­­wisata. Ketiganya adalah inovasi, adaptasi dan ko­laborasi.

“Bicara inovasi, saat ini kita berharap pada momentum pandemic ini se­mua kegiatan ke­pa­ri­wi­sataan kita dibasiskan pa­da data base yang bagus. Kita membuat berbagai inovasi digital sehingga memudahkan kita untuk mendapatkan data base yang bagus. Kemudian kita bisa menyampai informasi yang realtime tentang Kota Solok,” ujar Dhani.

Dengan ini, kata Dhani, sehingga bisa memberikan kepastian dan kenyama­nan kepada wisatawan bah­wa tempat dikunjungi memenuhi standar pro­tokol Covid-19. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan oleh di sektor pariwisata sendiri. Akan tetapi juga di sektor lain. Sehingga, perlu melibatkan semua unsur untuk sama-sama meng­akhiri pandemi ini dan mendukung pulihnya sek­tor pariwisata di Kota So­lok.

Pariwisata berbasis ke­masyarakatan, lanjutnya prinsip dasar pariwisata berbasis masyarakat ialah menempatkan masya­ra­kat sebagai pelaku utama me­lalui pemberdayaan ma­sya­rakat dalam ber­bagai kegiatan bermakna se­hingga masyarakat mem­­peroleh manfaat yang be­sar dari pari­wisata.

Menurut Dhani, kepa­riwisataan merupakan ba­gian integral dari pem­bangunan nasional yang dilakukan secara siste­matis, terencana, terpadu, berkelanjutan dan bertang­gung jawab dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya yang hidup dalam masyarakat, kelestarian dan mutu lingkungan hidup serta kepentingan na­sio­nal.

Untuk mendongkrak pembangunan pariwisata, kreativitas sangat dibu­tuhkan, bagaimana mem­bungkus potensi-potensi yang ada agar mempunyai daya tarik tersendiri dimata pengunjung. Hal seperti inilah yang dibutuhkan ketika serius mengem­bangkan sektor kepari­wisataan.

Untuk upaya pening­katan kemajuan daerah. Ia juga kembali mengingat­kan seluruh OPD untuk jangan pernah berhenti berinovasi, jangan pernah puas dengan yang telah dicapai.  “Saya minta se­mua OPD dapat mema­hami kondisi keuangan, untuk itu semua OPD agar mampu menentukan prio­ritas OPD sesuai dengan RPJMD,” ujar Dhani.

Pemulihan sektor pari­wisata menjadi target stra­tegis Dinas Pariwisata Kota Solok pada tahun 2021 ini. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional