Close

Pengelolaan Hutan Tingkatkan Perekonomian Warga, KKI Warsi: Manfaatkan Potensi Alam Tanpa Merusak Kelestariannya.

WORSHOP—KKI Warsi bersama Pemkab Sijunjung gelar workshop tentang integrasi perhutanan sosial dengan perencanaan pembangunan kepada OPD, Camat dan Walinagari di Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO – Kebijakan perencanaan Pemkab Sijunjung dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan kedepan akan terintegrasi dengan perhutanan sosial. Hal tersebut setelah adanya kesepakatan yang dijalin Pemkab Sijunjung dengan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi (Warung Informasi Konservasi) terutama dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan oleh masyarakat dengan tepat dan sesuai ketentuan serta terjaga kelestariannya.

Menindaklanjuti program tersebut, Pemkab Sijunjung melalui Badan Perencanaan, Pembangunan dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) merumuskan program hingga ketingkat kecamatan dan nagari dengan menggelar workshop yang melibatkan seluruh pihak terkait serta para pemangku kebijakan di Kabupaten Sijunjung.

Setidaknya para Walinagari, Camat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilibatkan pada kegiatan yang digelar di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung pada, Senin (25/11). Dengan tujuan agar setiap kegiatan pembangunan daerah mulai dari tingkat Kabupaten hingga nagari/desa terintegarsi dengan perhutanan sosial.

Ketergantungan masyarakat Kabupaten Sijunjung dengan keberadaan hutan tidak akan bisa terlepaskan. Setidaknya 54 persen dari total wilayah administratif Sijunjung merupakan kawasan hutan. Bahkan dari 61 nagari yang ada, 54 diantaranya berada dalam kawasan hutan, sehingga ketergantungan masyarakat dengan hutan sangat erat baik secara ekonomi, sosial dan budaya.

“Hadirnya integrasi perhutanan sosial diharapkan mampu menjawab ketidakpastian hak kelola masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan hutan tanpa merusak kelestariannya,” tutur Rainal Daus, selaku Manager Program KKI Warsi, Senin (25/11).

Hingga saat ini terdapat sebanyak 22 izin hak kelola perhutanan sosial dengan luasan mencapai 29.273 hektare, yang terdiri dari 18 izin kelola hutan nagari (HN/HD), satu izin hutan tanaman rakyat dan tiga izin hutan kemasyarakatan. Sedangkan seluas 11.294 hektare kawasan masih dalam tahap pengusulan.

“Dengan adanya perhutanan sosial ini, potensi alam yang ada di Sijunjung tetap bisa dikelola secara optimal serta akan berdampak terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat. Disamping berfungsi sebagai sistem perlindungan siklus air, pemeliharaan keanekaragaman hayati, potensi ekowisata,” papar KKI Warsi dihadapan para OPD, Camat dan Walinagari.

Sementara itu, sejalan dengan pengembangan kawasan Geopark Silokek serta kegiatan pembangunan lainnya yang kink sedang berlangsung di Kabupaten Sijunjung, integrasi perhutanan sosial tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan yang muncul dan sejalan dengan sejumlah kegiatan pembangunan daerah.

“Program dan kegiatan pembangunan di daerah hal yang harus kita lakukan. Namun, bagaimana agar setiap kegiatan dan aktifitas tersebut tidak memberikan dampak yang buruk terhadap kawasan hutan dan lingkungan, maka dari itu integrasi perhutanan sosial dengan kebijakan perencanaan Kabupaten Sijunjung kedepan perlu kita lakukan,” tutur Kepala Bapppeda Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir SSTP MSi.

Bapppeda yang merupakan perumusan perencanaan setiap kegiatan pembangunan daerah memiliki peran yang penting terhadap kemajuan pembangunan. “Seperti halnya kawasan Geopark Silokek, perencanaan pembangunannya juga terintegrasi dengan perhutanan sosial. Disisi lain, salah satu misi yang disusun dalam RPJMD Kabupaten Sijunjung melakukan pengoptimalan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan, jadi integrasi perhutanan sosial dengan kebijakan pembangunan merupakan hal yang sejalan,” jelas Benny.

Dengan demikian, adanya integrasi perhutanan sosial ini bisa memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang tatacara pengelolaan dan pemanfaatan hutan. Selain memiliki prospek dalam jangka panjang, program tersebut juga mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Sijunjung dengan mengoptimalkan potensi alam yang ada tanpa merusak kelestarian hutan dan lingkungan. (ndo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top