Menu

Pengelola dan PKL BTC Minta Dispensasi di Bukittinggi

  Dibaca : 127 kali
Pengelola dan PKL BTC Minta Dispensasi di Bukittinggi
BERBINCANG— Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berbincang dengan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Rumah Sehat Covid-19 di Kampus II FIK UNP, melalui video call.

Pedagang Kaki Li­ma (PKL) serta pengelola Banto Trade Centre (BTC) atau Pasar Banto men­datangi DPRD Bukittinggi, Senin (5/7). Kedatangan para pedagang dan Penge­lola BTC menyampaikan aspirasi penangguhan pe­ner­tiban Pedagang Sayap BTC yang akan dilaksa­nakan, Rabu (7/7).

Rombongan peda­gang dan pengelola BTC ini dipimpin Amril Anwar atau dikenal Am Kartago selaku kuasa atau per­wakilan Direksi PT. Citicon Mitra Bukittinggi (CMB) serta Perhimpunan Peda­gang BTC atau Pengelola BTC. Rombongan diterima Ketua DPRD Bukittinggi Herman Sofyan bersama Wakil Ketua Nur Hasra dan anggota DPRD Bu­kittinggi lainnya.

Sebelum diterima Ke­tua DPRD, rombongan pedagang itu menggelar aksi damai di depan Ge­dung DPRD sembari mem­bawa spanduk dan bero­rasi. Walaupun Bukittinggi diguyur hujan, namun ti­dak menyurutkan hati e­mak-emak itu berusaha mendapatkan hak ber­jua­lan di Pasar Banto. Para pedagang memo­hon ke­pa­da Walikota Bu­kittinggi agar bisa ber­jualan di sayap BTC ter­sebut. Me­re­ka hanya men­cari hidup atau mencari nafkah.

“Daripada kami digu­sur berdagang di jalan raya, biarlah kami jualan di Pasar Banto. Kami mo­hon jangan diganggu. Ka­mi pun membayar dan berusaha mencari hidup. Kemana nasib kami akan diadukan. Kita sama-sa­ma mencari uang. Kenapa kami harus dibedakan dengan pedagang Pasar Bawah. Jika tidak berda­gang, anak-anak kami ti­dak makan. Kemana lagi kami akan berjualan jika digusur di Pasar Banto. Jadi, tolonglah pikirkan nasib kami ini, Pak Wali,” kata Usniati, salah se­orang pedagang Pasar Banto yang diamini peda­gang lainnya.

Robi, Pengelola Pasar Pagi Pasar Banto selaku pihak ketiga mengatakan, para pedagang meminta untuk diberikan kesem­patan berjualan di seke­liling BTC tersebut. “Peda­gang hanya berharap bisa terus mencari nafkah di Pasar Banto. Pedagang membayar retribusi ke pihak ketiga dan pihak ketiga membayar ke Citi­con. Bukan hanya sampai bulan Desember, tapi pe­da­gang ingin lebih lama di Pasar Banto tersebut. Pe­dagang hanya mencari nafkah bukan mencari kaya. Mereka juga ber­tanya kenapa digusur. Jadi, pedagang meminta kepa­da DPRD Bukittinggi, untuk mencarikan solusi dari persoalan ini,” jelas Robi.

Sementara itu, Amril Anwar selaku Perwakilan Direksi PT. Citicon me­ngung­kapkan, Pemko ja­ngan arogan dan jangan menekan orang susah. “Mari kita cari solusinya. Bagaimana mengusir pe­dagang. Apalagi melihat mereka menenteng “Kati­diang” sayur untuk seka­dar membeli beras untuk anaknya. Mereka tidak mencari kaya di sana. Kita minta DPRD bisa mem­bicarakan dengan wali­kota. Namun, tidak meng­ganggu pedagang. Di da­lam BTC akan dijadikan pasar bersih. Yang di luar BTC jangan mengganggu lalu lintas atau jalan raya. Pedagang di luar BTC ini juga membantu BTC ter­ma­suk membayar listrik dan sebagainya. Kami ju­ga berharap jangan ada isu-isu yang dihembuskan. Isu-isu tersebut seperti Pasar Banto dikuasai “U­rang Bagak”, preman dan sebagainya. Jangan meli­hat sepihak adanya isu tersebut. Kami tegaskan BTC tidak ada dikuasai preman atau sebagai­nya,” tegas Am Kartago.

Ia berharap, nasib pe­da­gang bisa menjadi per­ha­tian DPRD Bukittinggi. Biarlah pedagang berjua­lan di sana Pemko jangan arogan dan jangan main usir. “Kita mohon kepada Pemko jangan dulu terjadi penggusuran. Pedagang di sisi BTC jangan diko­songkan,” tukas Amril.

Ketua DPRD Bukitt­ing­gi, Herman Sofyan di­dampingi Wakil Ketua DPRD, Nur Hasra men­jelaskan, DPRD menerima aspirasi pedagang BTC atau Pasar Banto. DPRD akan menjembatani an­tara pedagang dengan Pemko Bukittinggi. “Nan­tinya, DPRD butuh doku­men termasuk perjanjian dengan pemerintahan da­erah sebelum­nya. Doku­men tersebut bisa disam­paikan ke DPRD. Kami juga telah menghubungi walikota. Beliau menye­butkan permintaan peda­gang BTC ditampung dulu. Nantinya diagendakan untuk dibahas bersama Pemko. Pertemuan terse­but antara Pemko dan pengelola Citicon,” terang Herman. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional