Menu

Pengedar Upal Diamankan, Tiga DPO

  Dibaca : 151 kali
Pengedar Upal Diamankan, Tiga DPO
DIAMANKAN—Pengedar uang palsu di wilayah hukum Kota Sawahlunto diamankan polisi. ( IST)

SAWAHLUNTO, METRO  -Dua orang pelaku pencetak sekaligus pengedar uang palsu berhasil ditangkap Jajaran Polres Sawahlunto, di antaranya anak di bawah umur, namun tiga pelaku lainnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kejadian bermula pada tanggal 4 september lalu sang pelaku SAH (18) beserta DV (16) bersama tiga orang lainnya sepakat untuk membuat uang palsu dengan cara menggunakan mesin printer temannya. Sehari setelah dicetak pelaku langsung berbelanja di Warung Mardias di Lubang Tembok, Kelurahan Saringan, Kota Sawahlunto.

“Pelaku hanya berbelanja lasegar seharga Rp6ribu dengan menyerahkan uang Rp100ribu (uang palsu), tak lama kemudian pelaku kembali berbelanja dengan membeli yakult seharga Rp10ribu di warung yang sama dan mendapat kembalian lagi uang asli,” ujar Waka Polres Sawahlunto, Kompol. Jerry Syahrin bersama Kasat Reskrim AKP Zulkifli Ritonga saat pres rilis di Mapolres Sawahlunto, Kamis (12/9)

Dilanjutkannya, saat berbelanja untuk ketiga kalinya dengan membeli rokok, pemilik warung tidak lagi mempunyai kembaliannya dan menukarkan uang tersebut di kedai sebelah.

“Saat anak pemilik kedai menukarkan uang tersebut, disanalah ketahuan bahwa itu adalah uang palsu. Safrina (istri korban) langsung melaporkan hal tersebut pada kami dan hari itu juga kami langsung menangkap pelaku SAH,” kata Kasat Reskrim.

Setelah diselidiki, pelaku ternyata menyimpan uang palsu sejumlah Rp2.100.000 didalam dompet yang ditaruh didalam jok motornya dengan 6 lembar pecahan Rp100ribu dan 10 lembar uang palsu pecahan Rp50ribu.

Setelah pengembangan penyelidikan, pelaku kedua DV berhasil jugga diamankan di Lapangan Segitiga Sawahlunto tanpa perlawanan dan mengamankan sejumlah Rp1.100 ribu uang palsu yang disimpan di kamarnya didalam dompet dengan 10 lembar uang palsu pecahan Rp100ribu dan 2 lembar uang pecahan Rp50Ribu.

“Untuk itu pelaku dikenakan pasal 36 ayat 1 dan ayat 3 UU RI nomor 07 tahun 2011. Memalsukan ang rupiah dengan ancaman 10 tahun denda 10 M, menyimpan ancaman 10 tahum denda 10 M serta mengedarkan dengan ancaman 15 tahun penjara denda 50 Miliyar,” ujarnya. (zek)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional