Menu

Pengedar Narkoba Kelas Kakap Ditangkap Gegara Kena Kibus

  Dibaca : 136 kali
Pengedar Narkoba Kelas Kakap Ditangkap Gegara Kena Kibus
DISUMPAH— Saksi Syahrial yang juga terpidana narkoba disumpah oleh petugas PN Padang dalam sidang lanjutan gembong narkoba dengan terdakwa Yasin Yusuf.

PADANG, METRO
Sidang lanjutan bandar narkoba kelas kakap Yasin Yusuf kembali di lanjutkan di Pengadilan Negeri Padang kelas 1 A dengan, Senin (19/4). Pada sidang kali ini, beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kejati Sumbar.

Saksi yang dihadirkan diketahui bernama Syahrial. Syahrial merupakan terpidana bandar narkoba yang telah diputus dengan hukuman 11 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Padang beberapa waktu lalu.

Pada keterangannya Syahrial mengatakan, dirinya ditangkap oleh Satnarkoba Polresta Padang pada 8 Oktober 2020 lalu. “Pada waktu saya ditangkap oleh polisi di rumah orang tua angkat saya di Simpang Haru dengan barang bukti 8 ons sabu. Saat itu polisi polresta mengatakan kepada saya yang mangibuskan saya adalah Yasin Yusuf,” kata Syahrial.

Syahrial menyampaikan dirinya atas dasar sakit hati dirinya memberitahukan juga ke polisi bahwa Yasin Yusuf juga mempunyai narkoba dalam jumlah banyak.

“ Namun saya membantah barang narkoba yang dimiliki oleh Yasin Yusuf bukan miliknya. Kalau sabu yang saya miliki ditangkap oleh pihak Polresta Padang berasal dari orang Aceh atas nama Amin bukan dari Yasin Yusuf,” katanya usai disumpah sebagai saksi.

Syahrial mengakui pernah satu sel di tahanan di lembaga Permasyarakatan dengan Yasin Yusuf pada tahun 2020 lalu. Namun, setelah dirinya dibebaskan dari Lapas pada bulan Desember 2019 lalu, Yasin Yusuf kembali menghubunginya untuk meminta bantuan.

“Yasin Yusuf ini menelepon saya ketika dia masih di dalam penjara. Yasin Yusuf meminta menjualkan sabu miliknya kepada saya dengan alasan tidak sanggup masuk penjara terus menerus. Sekitar 2 ons sabu Yasin Yusuf waktu itu yang saya jualkan dengan nilai sekitar 100 juta lebih,” ungkapnya.

Ditambahkan Syahrial, sabu itu ada yang terjual ada yang tidak dibayar orang. Pasalnya, pada waktu itu, penjualan sabu pakai sistem titip jual dan setelah laku baru dibayar dan uangnya dikirimkan ke rekening Yasin Yusuf yang saat itu masih berada di dalam Lapas pada tahun 2020.

“Saya mendapat keuntungan antara 10 juta hingga 8 jutan hasil penjualan sabu tersebut,” katanya.

Atas keterangan saksi tersebut Yasin Yusuf membenarkan keterangan saksi yang didampingi penasehat hukum Agung Syahputra. “ Benar yang mulia,” kata Yasin Yusuf.

Sebelumnya, Selain Yasin Yusuf Direktorat Narkoba Polda Sumbar juga menangkap dua pelaku lainnya, Suzila dan Mas’uut ( berkas terpisah) yang diduga mempunyai peran dan jaringan narkoba Yasin Yusuf.

Sidang yang diketuai Majelis Hakim yang diketuai Agnes Sinaga dan beranggotakan Rose Ana Roslinda dan Leba Max Nandoko menunda pekan depan masih dalam mendengarkan keterangan saksi.

Diberitakan sebelumnya disebutkan, sindikat narkoba dalam jumlah besar ini merambah hingga ke Sumbar. Setelah proses penyelidikan dan pengambangan kasus yang cukup lama, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar mengungkap keberadaan jaringan itu, pelaku diamankan beserta barang bukti narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 5.708 butir dan 2.093,43 gram sabu-sabu. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional