Menu

Pengedar Kelas Kakap Ditangkap, 135 Kg Ganja Disimpan di Semak

  Dibaca : 281 kali
Pengedar Kelas Kakap Ditangkap, 135 Kg Ganja Disimpan di Semak
PERLIHATKAN GANJA—Dirresnarkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro didampingi Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso dan Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira perlihatkan 135 paket besar ganja yang disita dari dua tersangka.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota bersama Polres Payakumbuh menangkap dua gembong narkoba kelas kakap yang memiliki jaringan lintas provinsi. Tak tanggung-tanggung, dari penangkapan tersebut, 135 paket besar daun ganja kering yang diperkirakan beratnya 1 kilogram per paket, berhasil disita.

Sebelum menemukan ganja yang jumlahnya sangat banyak itu, petugas terlebih dahulu menyita sabu sebanyak tiga paket saat dilakukan penangkapan di Jorong Manganti, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (28/10) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.

Kedua pelaku diketahui berinisial YFA alias Iyeb (32), asal Jorong Lubuak Simato Kenagarian Sungai Antuan, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, dan RS alias Rangga (24), asal Jorong Pabatungan, Kenagarian Taeh Bukit,  Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota.

Ganja kering itu ditemukan di belakang rumah milik Rangga, di Jorong Pabatungan, Kenagarian Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota yang masuk dalam wilayah hukum Polres Payakumbuh. Ganja diekemas dengan lakban warna kuning dan diletakkan di tempat berbeda beda berjarak 20 meter dari rumah Rangga.

Dari pengakuan Rangga, ganja kering asal Aceh ini dijemput oleh dua rekannya yang sudah ditetapkan daftar pencarian orang (DPO), yakni sinisal E dan Y. Namun, ganja itu rencananya akan dibawa ke Provinsi Lampung untuk diedarkan dan sebelum dikirim disimpan untuk beberapa waktu di kediaman Rangga.

“Pengungkapan ratusan paket besar ganja ini merupakan kerja sama dua Polres, yakni Polres Limapuluh Kota dan Polres Payakumbuh. Mengingat tempat penemuan ganja kering 135 paket ini di wilayah hukum Polres Payakumbuh sedangkan penangkapan dua tersangka di wilayah Polres Limapuluh Kota,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro didampingi Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso dan Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira, Kamis (29/10).

Dijelaskan Kombes Pol Wahyu, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat di Kecamatan Mungka terkait maraknya transaksi jual beli narkoba. Menindaklanjuti informasi itu, jajaran Polres Limapuluh Kota langsung melakukan penyelidikan hingga kedua pelaku ditangkap.

“Kedua pelaku Iyeb dan Rangga ditangkap di Jorong Manganti, Kecamatan Mungka. Lokasi penangkapan tak jauh dari rumah pelaku Iyeb. Setelah ditangkap, dilanjutkan dengan penggeledahan dan ditemukanlah tiga paket kecil sabu dan satu paket kecil ganja,” ungkap Kombes Pol Wahyu.

Lantaran curiga masih ada barang bukti lainnya, Kombes Pol Wahyu menambahkan, petugas menginterogasi kedua pelaku secara intensif. Meski sempat berbelit-belit, pelaku Rangga akhirnya “buka mulut” kalau masih ada 3,5 karung atau 135 paket besar daun ganja yang disimpan di rumahnya di Taeh Bukik, Kecamatan Payakumbuh.

“Bahkan, Rangga mengaku kalau 135 paket besar ganja itu yang baru didatangkan dari Aceh disimpan dalam semak di belakang rumah. Karena rumah pelaku Rangga berada di wilayah hukum Polres Payakumbuh, Kasatresnarkoba Polres Limapuluh Kota Iptu Hendri Has melakukan koordinasi dengan Kasatresnarkoba Polres Kota Payakumbuh Iptu Desneri,” ujar Kombes Pol Wahyu.

Dari hasil koordinasi, dikatakan Kombes Pol Wahyu, dilakukanlah penggeledahan di semak-semak dekat rumah Rangga. Ganja 135 paket besar dengan berat setiap paketnya 1 Kg itu disembunyikannya di empat titik berbeda yang dibungkus menggunakan karung.

“Temuan ganja ini memang cukup banyak. Dari keterangan Rangga, ganja itu diselundupkan dari Aceh melalui jalur darat. Yang menjemput ganja merupakan dua orang rekan dari pelaku Rangga. Dua orang itu sudah kita kantongi identitasnya dan masih dilacak keberadannya,” katanya.

Terkait kemana ganja akan diedarkan,Kombes Pol Wahyu menuturkan, dari keterangan pelaku, ganja akan dikirimkan lagi ke Provinsi Lampung untuk diedarkan di Lampung. Tetapi, bisa saja, 135 paket besar ganja itu dibagi untuk diedarkan di Sumbar dan sebagian lagi untuk Lampung.

“Dari banyaknya barang bukti yang disita, kedua pelaku yang diduga sudah lama menjalankan bisnis haram ini akan dijerat pasal 114 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narktika. Untuk ancamannya kurungan penjara seumur hidup,” tegas Kombes Pol Wahyu.

Dikatakan Kombes Pol Wahyu, dalam rentang waktu beberapa pekan terakhir, Polda Sumbar sudah berhasil mengungkap peredaran ganja sebanyak 110 kg. Kemudian Polres Pasaman mengamankan 100 kg ganja kering. Baru-baru ini Polres Payakumbuh juga menggagalkan peredaran 100 kg ganja kering asal Panyabungan, Sumatera Utara, dan terakhir Polres Limapuluh Kota berhasil menangkap mengamankan 135 paket besar ganja kering.

“Sepanjang tahun 2020, ini tangkapan terbesar narkoba jenis ganja kering. Sebelumnya juga ada di Polres Payakumbuh, Polres Pasaman dan Polda Sumbar,” ucap Kombes Bayu kepada wartawan di Mapolres Limapuluh Kota, saat press release pengungkapan kasus ganja kering dengan jumlah besar. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional