Menu

Pengda Hapkido Indonesia Prov Sumbar Gelar Seleksi Calon Atlet

  Dibaca : 185 kali
Pengda Hapkido Indonesia Prov Sumbar Gelar Seleksi Calon Atlet
ARAHAN—Anggota Hapkido Sumbar sebelum menjalani latihan mendapat arahan dari pengurus Hapkido Sumbar.

PADANG, METRO
Pengurus daerah (Pengda) Hapkido Indonesia Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar seleksi bagi calon atlet Hapkido yang akan mengikuti ajang pekan olahragan nasional (PON) XX yang akan berlangsung pada 20 Oktober hingga 4 November 2021 di Papua.

Kegiatan yang berlangsung di gedung serbaguna GOR H. Agus Salim Padang Minggu (7/2) ini, dihadiri oleh Sekretaris umum Pengda Hapkido Sumbar Yon Deri Karata, bendahara umum Rolef Leogustri, dan dibuka langsung oleh Ketua pembinaan dan prestasi (Binpres) Bastra Sinaro.

“Hapkido masih dalam kategori cabang olahraga (cabor) eksibisi untuk PON nanti. Meskipun demikian, Kami akan tetap menampilkan yang terbaik dan membawa pulang medali,”ujar Ketua Binpres Hapkido Sumbar Bastra Sinaro.

Dikatakannya, dalam tahap seleksi yang dilakukan sejak pagi hingga sore hari tersebut, dilakukan seleksi tes fisik dengan 10 komponen tes yang diikuti sebanyak 67 atlet yang berasal dari beberapa pengcab Hapkido kabupaten kota di Sumbar.

“10 komponen tes fisik seleksi ini yaitu sit up dengan parameter untuk putra sebanyak 66 kali, putri 55 kali dalam satu menit. Komponen kedua push up 60 kali untuk putra dan 50 kali untuk putri untuk satu menit. Ketiga, back up 70 kali untuk putra, 60 kali untuk putri dalam waktu 60 menit,”sebutnya.

Komponen ke-empat yaitu, balke test 3200 meter untuk putra dan 2800 meter untuk putri. Komponen ke-lima sprint 400 meter, ke-enam 20 meter sprint 3 kali. Tujuh, T-run 3 kali, core level 1-12, sit and reach (split) dan terakhir jumping hurdle 120 kali untuk putra dan 100 kali untuk putri dalam satu menit.

“Dalam tes kali ini diikuti sebanyak 67 atlet yang terdiri dari pengcab Hapkido diantaranya yaitu Tanah Datar 22 atlet, Padang Panjang 1 atlet, Bukittinggi 7 atlet, Agam 7 atlet, Padang 17 atlet, Pesisir Selatan 8 atlet, dan Solok 5 atlet,”imbuhnya.

Dikatakan oleh Bastra Sinaro, selain untuk persiapan PON 2021 di Papua mendatang, seleksi ini juga sebagai proyeksi atlet yang akan di kirim mengikuti Pra Pon 2023 dan Pon 2024 yang akan berlangsung di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.

“Untuk itu, atlet yang ikut dalam seleksi kali ini ada yang berumur di bawah 17 tahun sebagai syarat atlet yang ikut dalam pra PON dan PON. Sehingga, di tahun 2023 nanti mereka sudah berumur 17 tahun lebih. Selain itu, yang terdekat juga ada kejuaraan nasional (Kejurnas) Hapkido yang akan berlangsung di Bali pada bulan September 2021,”jelasnya.

Dijelaskan oleh Bastra, Hapkido adalah jenis olahraga bela diri baru yang berasal dari Korea. Namun perkembangannya di Indonesia cukup signifikan. Jika kebanyakan bela diri menggunakan tenaga sendiri untuk melawan, maka Hapkido justru memanfaatkan tenaga lawan untuk melakukan perlawanan. Maka dari itu, tidak heran jika teknik yang digunakan dalam Hapkido berbeda dibandingkan teknik lainnya.

“Di Indonesia, Hapkido berkembang sejak tahun 2014, sedangkan di Sumbar sendiri Hapkido mulai aktif dan di perkenalkan pada tahun 2017. Hingga saat ini sudah sekitar 500 siswa yang masuk menjadi anggota Hapkido yang terdiri dari beberapa pengcab Kabupaten Kota di Sumbar,”tuturnya.

Ada beberapa teknik penting dalam hapkido yang perlu dipelajari. Meskipun beberapa teknik terlihat sama seperti teknik dalam taekwondo, namun tetap ada keunikan tersendiri dalam hapkido dimana serangan dilakukan dengan memanfaatkan gerakan lawan itu sendiri sehingga tidak terlalu banyak tenaga yang dikeluarkan.

Paegi Samsu, teknik ini dilakukan untuk melepaskan diri dari kuncian lawan. Cara melakukan teknik ini adalah dengan mendekatkan diri ke pusat kuncian. Misalnya lawan mencengkeram tangan dari arah bawah, maka putar pergelangan tangan ke arah yang terbuka ke atas, kemudian lanjutkan dengan berbalik mengunci lawan dan melayangkan pukulan.

Chagi (teknik tendangan), teknik tendangan pada hapkido tidak jauh berbeda dengan taekwondo. Tendangan diarahkan langsung ke bagian atas tubuh lawan dengan tendangan lurus. Teknik ini memiliki kekuatan yang kuat untuk menjatuhkan lawan sehingga diberikan poin tinggi.

Sewo Jieruggi, teknik pukulan dalam hapkido ini dilakukan dengan mengarahkan pukulan lurus ke arah dada atau perut lawan dengan ibu jari mengarah ke atas. Tangan lainnya tertekuk di samping badan agak ke belakang. Kaki depan agak ditekuk dan kaki satunya lurus ke belakang agar badan tetap seimbang.

Kawi Makki yaitu teknik melakukan blok atau pertahanan dari serangan lawan. Kawi Makki dilakukan dengan mengarahkan tangan kanan ke atas dan salah satu tangan ke bawah dengan mengepalkan keduanya. Kaki depan agak ditekuk sedangkan kaki lain diluruskan ke belakang untuk menyeimbangkan badan ketika menerima serangan.

Keokki Sam Su, teknik ini dilakukan dengan menangkap tangan lawan kemudian memutarnya ke belakang dan menguncinya dengan menjepit tangan lawan menggunakan ketiak dan menggenggamnya sekuat mungkin. Teknik ini akan membuat lawan tidak dapat bergerak karena posisi tangan telah dikunci mati. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional