Menu

Pengamat Politik: Secara Etika, Wawako Padang Jatahnya PKS

  Dibaca : 861 kali
Pengamat Politik: Secara Etika, Wawako Padang Jatahnya PKS
Muhammad Iqbal

PADANG, METRO–Proses mengisi kekosongan kursi Wakil Wali Kota (Wawako) Kota Padang harus diawasi masyarakat, niniak mamak maupun cadiak pandai.  Selain dinilai rawan akan money politik, aparatur penegak hukum seperti Kejaksaan, Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus pula berperan aktif dalam proses demokrasi tersebut.

Hal itu diungkapkan pengamat Politik Dr Muhammad Iqbal kepada POSMETRO, Rabu (19/5). Menurut pakar politik Universitas Mercubuana Jakarta yang merupakan putra Ranah Minang ini, secara etika dan moral partai politik, kursi Wakil Wali Kota seharusnya jatah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Hal itu dikarenakan posisi Wali Kota Padang diisi oleh Hendri Septa yang merupakan kader Partai Amanat Nasional ( PAN) menggantikan Mahyeldi yang dari Kader PKS dilantik menjadi Gubernur Sumbar. Jangan sampai terjadi seperti di DKI Jakarta, dimana jelas-jelas itu jatah PKS tetap saja Gerindra tidak terima. Kota Padang harus berbeda dengan itu, “  katanya.

Ia menjelaskan, bilamana tidak diserahkan ke  partai PKS ini akan menjadi preseden buruk bagi kota Padang, bisa saja akan menjadi sanksi sosial bilamana tidak jatuh ke PKS.

“Partai PAN harus memahami etika sosial, sedangkan PAN saat ini juga mencalonkan dua nama calon yakni Amril Amin dan Elkos Albar. Seharusnya otomatis haknya PKS, anggota-anggota dewan pun harus memerhatikan dan mendapatkan hikamh jangan sampai ini terdampak citra buruk untuk mereka bilamana PAN terpilih,” sebutnya.

Disisi lain, ia menyebut saat ini PKS juga harus melakukan lobi-lobi dengan partai politik lain di DPRD Padang agar pemilihan berjalan lancar.

“Selain itu, untuk Gerindra sebagai partai suara terbanyak dan pimpinan DPRD Padang. harus mempercepat pemilihan Wawako dan bisa berjalan lancar,” katanya.

Ia juga memprediksi, nama dua calon Wawako  dari PKS yakni  Muharlion dan Mulyadi Muslim akan tetap bertahan. “Saya yakin PKS akan tetap menetapkan nama tersebut dan tidak berubah, setahu saya PKS komitmen dengan keputusannya. Disamping itu, PKS juga harus melakukan upaya gerilya politik untuk meloloskan kadernya mengisi kursi wawako”tandasnya.

Seperti diketahui,  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan dua nama Muharlion dan Mulyadi Muslim untuk mengisi kekosongan kursi Wakil Walikota (Wawako) Padang yang ditinggalkan Hendri Septa. Sedangkan, Partai PAN menetapkan ditetapkan nama Elkos Albar dan Amril Amin.

Sementara itu, dihubungi terpisah Ketua DPRD  Padang Syafrial Kani mengatakan, telah ada empat orang nama-nama yang telah mengapung dari PAN dan PKS.

“Kita di dewan mendorong partai pengusung untuk segera memasukan nama-namanya ke walikota Padang dan segera diproses. Artinya telah masuk langsung dibuat panitia seleksi, bisa satu bulan atau bisa di perpanjang,” katanya.

Syafrial Kani yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Padang itu menegaskan untuk, bakal calon Wawako Padang dari PAN dan PKS yang aktif di DPRD Padang harus mundur dari jabatan sebagai anggota Dewan.

“Aturannya yang aktif sebagai anggota dewan yakni Muharlion ( PKS) dan Amril Amin ( PAN) secara aturan harus mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Padang. Itu sesuai aturan yang harus ditaati untuk mengikuti seleksi calon Wawako,” pungkasnya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional