Close

Pengaktifan Kembali Kereta Api di Tanahdatar, Wabup Richi: Geliatkan Ekonomi Warga

DISKUSI—Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian tengah berdiskusi dengan Komisaris PT. KAI Cris Kuntadi.

TANAHDATAR, METRO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar me­nyambut baik rencana pe­ngaktifan kembali kereta api oleh PT. KAI Divisi Regional (Divre) II Sumatra Barat.  Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian menilai jika kereta api kembali beroperasi dapat menggeliatkan lagi ekonomi masyarakat.

“Pemkab Tanah Datar mem­buka pintu yang selebar-lebarnya dan menyambut baik rencana pengaktifan kembali jalur kereta api yang melewati wilayah Tanah Da­tar. Karena membuat distri­busi barang maupun orang lebih murah dan efisien,” katanya saat silaturahmi de­ngan Komisaris PT. KAI Cris Kuntadi dan Rombongan, di­ha­diri Kepala Dinas Perhu­bungan Alfian Fikri, Kepala Dinas Parpora Abdul Hakim, Kamis  (23/9) di Gedung Indo Jolito Batusangkar.

Wakil Bupati pun harap­kan, aset-aset PT. KAI yang ada di wilayah kabupaten Tanah Datar bisa dikerjasa­makan terkait pemanfaatan­nya dengan Pemda.

“Kami akan sangat ber­terima kasih kalau aset PT. KAI yang ada di wilayah Ta­nah Datar bisa dikerja­sama­kan pengelolaannya dengan Pemda Tanah Datar, namun kalau tidak, kita akan bantu dan upayakan bagaimana seluruh aset PT. KAI yang ada bisa termanfaatkan dan ter­jaga dengan baik,” ujar Wa­bup.

Jika rencana ini terlaksana, Wabup juga berharap dengan kembali aktifnya kereta api akan bisa mendukung kepari­wi­sataan di Tanah Datar se­hingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan menambah pendapatan daerah.

“Mudah-mudahan dengan aktifnya jalur kereta api ini nantinya bisa membantu ma­syarakat kita untuk berusaha, karena konsepnya majunya suatu daerah salah satunya itu dilihat dari majunya in­dustri perkereta apiannya,” pungkas Wabup.

Sementara itu, Komisaris PT KAI Cris Kuntadi menga­takan rencana re-aktivasi jalur kereta api itu memang ada dan yang paling realistis pada tahun ini. Namun tidak ter­tutup kemungkinan bisa men­capai di Nagari Batu Taba Batipuh Selatan, untuk awal ini Ko­­ta Sawahlunto ke Muaro Ka­laban, hal ini dikarenakan ke­terbatasan anggaran.  “Ka­mi sangat mendukung niat ba­ik dari Pemerintah Tanah Datar untuk mendorong pe­ningkatan ekonomi daerah dan masya­rakat,” pungkas­nya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top