Close

Pengabdian Itu Tuntas, Saatnya Purna Bakti

meninjau— Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman (Tengah) bersama Sekretaris Utama BNPB, Harmensyah (Kiri) dan Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat, Budi Erwanto (Kanan) saat meninjau Kabupaten Kepulauan Mentawai, beberapa waktu lalu.

PADANG, METRO–Hari ini, Selasa, (23/11) Erman Rahman telah memasuki usia pensiun dan melepaskan jabatan sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

Erman Rahman sempat mengalami kondisi kesehatan yang kritis aki­bat positif Covid-19. Meski sudah sembuh, namun kon­­disi tubuhnya tidak lagi fit seperti dahulu. Se­men­tara, tugas dan tanggung­jawabnya dalam penanga­nan bencana cukup berat. Inilah yang menjadi per­tim­bangannya untuk pen­siun dini.

Pria berkumis tipis ini, telah menjabat sebagai Kalaksa BPBD Provinsi Sum­bar sejak era ke­pe­mim­­pinan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama Wa­kil Gubernur, (Almarhum) Nasrul Abit hingga berlanjut di bawah kepe­mim­pinan Gubernur, Mah­yeldi Ansharullah dan Wa­kil Gubernur, Audy Joinaldy.

Kepercayaan penuh yang diberikan pimpinan dijawab dengan pengabdian dengan rasa tanggungjawab. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk penanganan bencana. Termasuk juga penanganan pandemi Covid-19 saat ini.

Erman Rahman seorang pejabat petarung sesuai lembaga yang dipimpinnya. Ketika kondisi darurat bencana se-Indonesia. Pintu logistik tertutup ke Sumbar (tidak ada pesawat yang terbang kecuali membawa logistik). Erman Rahman berjuang mendapatkan akses. Sehingga Sumbar dapat perhatian bantuan nasional dan mendapatkan logistik bantuan.

Selama 24 jam, Erman Rahman menghabiskan waktunya di kantor sampai memimpin logistik Covid-19 untuk didistribusikan kepada masyarakat.  Fitnah sempat menerjang lembaga yang dipimpinnya. Erman Rahman bersama semua perangkat lembaganya mengizinkan aparat hukum untuk memprosesnya, sehingga terang bende­rang. Erman Rahman yakin apa yang BPBD Pro­vinsi Sumbar lakukan adalah untuk kepentingan masyara­kat dan sesuai aturan bencana yang berlaku.

Ditambah semua prosesnya juga didampingi tim Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan aparat hukum. Sehingga BPBD Provinsi Sumbar mendapat kepercayaan publik tidak bersalah.

Selama memimpin BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman cukup ba­nyak­ menuai prestasi, me­la­hir­kan terobosan dan mem­­bawa kemajuan da­lam upaya penanganan dan mitigasi mengurangi dampak resiko bencana.

Totalitas dan loyalitas yang ditunjukan Erman Rahman dalam penanggulangan bencana di Sumbar ini­lah yang membuat Gubernur Sumbar, Irwan Pra­yit­no juga memberikan kepercayaan kepada dirinya menjadi Pj Bupati Tanah Datar.

Erman Rahman diang­kat jadi Pj Bupati Tanah Da­tar di saat bersamaan men­jadi leading sektor ben­­cana. Karena waktu itu Wa­­kil Bupati Tanah Datar (incumbent)  maju pada pilkada tahun 2020. Dengan ama­nah tersebut, Erman Rahman mampu menjaga netralitas dan menciptakan suasana pilkada yang kondusif.

Pengabdian Erman Rah­man di sektor bencana juga mengantarkan BPBD Provinsi Sumbar meraih penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagai salah satu daerah yang berhasil me­lak­sanakan penanggulangan bencana dengan baik.

Penghargaan diberikan oleh Kepala BNPB, Doni Monardo, kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021, melalui video conference, Rabu, 10 Maret 2021.

Erman Rahman mengakui, penanganan bencana tidak akan berhasil dilaksanakan dengan cepat, jika hanya dilaksanakan oleh satu instansi BPBD saja. Tetapi, penanganan berhasil dilaksanakan dengan cepat secara pentahelix.

“Pencegahan dan penanganan bencana, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Tetapi secara pentahelix. Tinggal disesuaikan saja, pentahelix prabencana, tanggap darurat dan pascabencana. Sebab karakter masalahnya berbeda-beda dan juga memperhatikan aspek lokal. Dengan pentahelix, penanganan bencana melibatkan pihak yang memiliki peran, kepentingan maupun sesuai karakternya,” ujarnya.

Erman Rahman mengungkapkan, berkat koordinasi dan peran yang baik seluruh OPD di tingkat Provinsi Sumbar, maupun kabupaten kota, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi atau pakar dan media massa, maka penanganan bencana di Sumbar selama ini berhasil dilaksanakan dengan baik dan cepat. Sehingga korban jiwa dan dampak kerusakan yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

Erman Rahman dikenal cukup mudah bergaul. Dengan komunikasi yang baik, Erman Rahman men­dapat kepercayaan penuh dari Kepala BNPB waktu itu, Doni Monardo. Berkat kepiawaiannya melakukan lobi, daerah ini selalu men­dapat perhatian cukup besar bagi BNPB dalam upaya mitigasi bencana.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bantuan BNPB kepada Sumbar. Beberapa kegiatan  rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) yang bersumber dari anggaran BNPB dilaksanakan di Provinsi Sumbar. Di bawah Erman Rahman, BPBD Provinsi Sumbar berhasil menuntaskannya.

Untuk kegiatan rehab-rekon tahun 2020 BNPB di Sumbar yang selesai dilaksa­nakan yakni, pembangunan jembatan di Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman.

Jembatan Kayu Gadang di Sikabu ini pengerjaannya dimulai April 2020. Jem­­batan ini akses utama me­nuju Stadion Utama Sumbar itu menggunakan dana hibah dari BNPB senilai Rp25 miliar.

Kemudian juga ada pem­­bangunan pengaman tebing di Puncak Pato Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Pembangunan pengaman tebing sepanjang lebih kurang 500 meter ini sangat penting, mengingat saat intensitas hujan tinggi, sering terjadi longsor yang mengganggu mobilitas dan perekonomian ma­sya­rakat.

Berikutnya, juga ada pengerjaan rekonstruksi Jalan Sumpur Kudus di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Rekonstruksi di laksanakan di ruas jalan Tamparungo-Sumpur Kudus. Jalan tersebut pernah terputus akibat longsor dan tergerus, sehingga memutus akses penghubung antar nagari ter­sebut.

Selanjutnya juga ada pengerjaan rekonstruksi pembangunan pengamanan sungai mencegah banjir, di tiga titik di Kabupaten Solok. Tiga titik tersebut yakni, di sungai Batang Indarung, Batang Sapan Ka­yu Manang dan Batang Kapalo Koto.

Rehab-rekon juga tuntas dikerjakan terhadap pencegahan abrasi pantai di tiga titik di kawasan pantai di Kota Padang. Pengerjaan pencegahan abrasi di tiga titik kawasan pantai di Kota Padang itu meng­gu­na­kan Dana Siap Pakai (DSP) BNPB.

Tiga titik yang menjadi perhatian penanganan abra­si tersebut yakni, di ka­wasan pantai belakang Masjid Al Hakim, Tugu Merpati dan kawasan pantai Pasia Jambak.

Bantuan Operasional Bencana

Selain bantuan rehab-rekon, berkat tangan dingin Erman Rahman, BNPB juga mengirimkan bantuan be­rupa kapal speedboat, perahu karet untuk operasional penanganan bencana di laut dan sungai. Erman Rahman juga berhasil men­datangkan bantuan heli­kopter yang standby untuk alat transportasi udara yang mengangkut korban dan bantuan saat bencana.

Bahkan, helikopter  CH-47D Chinook yang langsung didatangkan dari Ame­­rika Serikat ke BNPB langsung mendarat di Bandara Internasional Minang­kabau (BIM), Rabu, 9 September 2020.

Helikopter ini dimanfaatkan perdana di Provinsi Sumbar selama empat hari untuk menyalurkan logistik ke daerah bencana dan APD untuk penanganan pandemi Covid-19 ke seluruh daerah di Sumbar.  Belum lagi bantuan-bantuan logistik yang bersifat darurat saat terjadi bencana.

Menuju Provinsi Tangguh Bencana

Selama menjabat sebagai Kalaksa BPBD Pro­vinsi Sumbar, Erman Rahman, berhasil mencanangkan “Menuju Provinsi Sumbar Tangguh Bencana”. Gerakan ini bagian dari upaya dalam meningkatkan kesiapsiagaan kebencanaan. Pemberian pengetahuan mitigasi bencana, sosialisasi dan pelatihan relawan kebencanaan di daerah. Termasuk juga mengadakan simulasi menjadi upaya yang terus dilakukan.

Dengan memberikan mitigasi bencana, masya­ra­kat akan merasa sangat nyaman dan resiko kerusakan serta jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir.

Bimtek Jitu Pasna

Erman Rahman juga melahirkan terobosan dengan dilaksanakannya Bim­bingan Teknis (Bimtek) Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitu Pasna) hingga Angkatan VII.

Bimtek Jitu Pasna sangat penting karena dengan potensi bencana yang cukup banyak di Sumbar, dibutuhkan pengkajian kebutuhan pascabencana, agar dengan cepat bisa diketahui apa saja yang dibutuhkan masyarakat di lokasi bencana.

Bimtek diikuti oleh kalangan jurnalis dan kelompok siaga bencana, perangkat nagari, desa dan lurah dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar. BPBD Provinsi Sumbar, telah  melaksanakan Bimtek Jitu Pasna sejak 2016 lalu dan sudah angkatan ke-47.

Begitu banyak yang telah dilakukan Erman Rahman semasa pengabdiannya sebagai Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar. Terlalu panjang untuk dituliskan satu per satu.

Selamat purna bakti Erman Rahman. Pengabdianmu telah berhasil memberikan yang terbaik dalam upaya penanganan bencana di Sumbar. Selamat kembali ke masyarakat dan jangan pernah lelah untuk mengabdi untuk kebaikan.!!! (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top