Menu

Penerapan Protokol Kesehatan, Sosialisasi ke Pengusaha Tempat Makan harus Gencar

  Dibaca : 497 kali
Penerapan Protokol Kesehatan, Sosialisasi ke Pengusaha Tempat Makan harus Gencar
Zulhardi Z Latief

SAWAHAN, METRO
Anggota Komisi IV DPRD Padang, Zulhardi Z Latief meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) untuk menekankan kepada pemilik usaha rumah makan, restoran dan kafe untuk melengkapi protokol kesehatan. Upaya ini dilakukan guna mencerah penyebaran Covid-19.

Zulhardi menambahkan, jika tempat makan itu masih tak mengindahkan hal itu, Disparbud harus surati pengusahanya. “Jika masih bandel juga, Disparbud diminta tutup usahanya. Bila perlu izinnya cabut,” ujar kader Golkar ini pada Kamis (14/5).

Selanjutnya terang Zulhardi, Disparbud diminta gencar melakukan sosialisasi hal ini ke pengusaha tempat makan. Sosialisasi itu bertujuan agar para pengusaha tempat makan dapat mengetahui imbauan ini dapat menjalankannya. “Jangan sampai aturan dijalankan, namun banyak pelaku usaha tak tahu informasi tersebut,” tandasnya.

Anggota DPRD Padang lainnya, Surya Jufri meminta kepada Disparbud mengawasi terus menerus pelaku usaha, jangan seremonial saja. Namun harus dilakukan pengawasan secara rutin.

Sedangkan untuk pemberian sanksi sebutnya, Disparbud harus melakukannya secara merata dan jangan tebang pilih. “Sanksi harus adil pemberiannya,” ujar kader Demokrat ini.

Sebelumnya, mengantisipasi merebaknya Covid-19, Disbudpar Kota Padang mengunjungi tempat-tempat makan. Hal ini dilakukan untuk melihat penerapan protokol kesehatan di tempat makan tersebut.

Kadisbudpar Kota Padang, Arfian mengatakan, lebih kurang ada 300 rumah makan, restoran dan kafe terdata di OPD tersebut. Setelah dilakukan kunjungan ke sejumlah tempat makan tersebut, belum seluruhnya yang menerapkan protokol kesehatan. “Sejak PSBB diberlakukan, kita sudah mengunjungi 57 restoran, kafe dan rumah makan,” ujar Arfian.

Arfian menambahkan, dari 57 tempat makan itu, belum seluruhnya menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Seperti menyediakan thermogun (alat ukur suhu tubuh) bagi pengunjung yang akan masuk. “Dari sebanyak itu yang kita kunjungi, hanya satu restoran yang menyediakan thermogun,” jelas Arfian.

Namun begitu, Arfian menukaskan, dari 57 tempat makan yang dikunjungi itu, seluruhnya telah memberlakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan tempat cuci tangan, serta menerapkan physical distancing. “Kita mengimbau dan berharap seluruh tempat makan menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan thermogun agar suhu tubuh pengunjung dapat terlacak,” harap Arfian. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional