Menu

Penemu Pondasi KSLL Tersangka Penjiplakan

  Dibaca : 187 kali
Penemu Pondasi KSLL Tersangka Penjiplakan
Konstruksi sarang laba-laba. (Dok.sindonews.com)

PADANG, METRO – Penemu pondasi konstruksi sarang laba-laba (KSSL), Ryantori akhirnya berstatus sebagai tersangka atas kasus penjiplakan paten, setelah proses penyedikan dilakukan Bareskrim Mabes Polri. Saat ini, perkara itu telah dilimpahkan Polisi ke Kejaksaaan untuk segera di gelar persidangan di Pengadilan Negeri (PN).

Ditetapkannya Ryantori sebagai tersangka sesuai dengan terbitnya surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan Dittipideksus Beareskrim, tertanggal 26 November 2018. Ryantori, dilaporkan dalam kasus dugaan penjiplakan paten di Sidoarjo dan Sumenep, dengan laporan polisi LP/418/III/2018/Bareskrim, tertanggal 27 Maret 2018.

Sementara itu, laporan Ryantori terhadap PT Katama Surya Bumi atas dugaan tindak pidana penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (Haki) atau hak cipta tanpa izin penggunaan KSLL di Polres Tanahdatar dan Polres Pasaman Barat dihentikan (SP3). Penyidik menilai laporan tersebut tidak cukup bukti dan tidak memenuhi unsur pidana. Dengan begitu, pemegang paten KSLL masih pada PT Katama Surya Bumi.

Pada saat melapor di Polres Tanah Datar dan Polres Pasaman Barat Ryantori sempat mengklaim hak pemegang paten KSSL merupakan miliknya. Ryantori melaporkan Kris Suyanto, Direktur PT Katama Surya Bumi, perusahaan yang beralamat di gedung Sentra Pemuda Kavling 61, nomor 38 RT 7 RW 2, Rawamangun, Jakarta Timur. Namun, dari hasil penyidikan pemeriksaan, laporan tidak memenuhi unsur pidana dan tidak memiliki alat bukti yang kuat.

Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudhas Praja membenarkan pihaknya telah menghentikan penyidikan atas laporan tersebut. Hal itu dikarenakan dari hasil penyidikan kasus itu tidak cukup bukti dan tidak ditemukan unsur-unsur pidana.

“Tidak cukup buktinya kasus itu diperoleh berdasarkan keterangan ahli yang sudah diperiksa. Kita telah melaporkan penghentian kepada pelapor, Ryantori. Jadi, sudah SP3. Itu, keterangan ahli menyatakan yang pelapornya (Ryantori), bukan pemilik hakinya itu. Jadi milik orang lain. Sudah kita ingatkan itu, orangnya cuek aja. Kita SP3,” ujar Bayu.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, AKP Afrides Roema. Ia mengatakan penghentian penyelidikan perkara tersebut, karena berdasarkan keterangan ahli Haki yang mana laporan itu tidak terbukti dugaan tindak pidananya.

“Jika nanti ada novum (bukti baru), bisa saja penyelidikan dapat dibuka kembali. Penghentian penyelidikan ini pun sudah diberitahukan kepada pelapor. Pelapor sudah diberitahu,” jelas AKP Afrides.

Terpisah, Lukman Suhardi, Direktur Operasional, PT Katama Surya Bumi, mengatakan dihentikannya penyidikan atas laporan tersebut, membuktikan kalau Riantory telah menyebarkan kebohongan-kebohongannya. Apalagi, kebohongannya itu membuat marketingnya terganggu di Sumbar dan otomatis berdampak ke perusahaan.

“Kepolisian sudah menghentikan kasus ini. Sudah terbukti kalau Ryantori berbohong. Harapan saya, setelah dihentikannya penyidikan, Pak Ryantori berhenti manuver-manuver untuk menjelekan PT. Katama Surya Bumi,” ungkap Lukman.

Lukman menegaskan, pemegang paten KSLL yang sah adalah PT Katama Surya Bumi, walaupun Ryantori merupakan salah seorang penemu, selain almarhum Sutjipto. Saat ini, Ryantori dilarang membuat pondasi KSLL, karena berada pada posisi tersangka atas kasus penjiplakan KSLL, dengan proyek yang ada di Sumenep dan Sidoarjo.

“Pak Ryantori jadi tersangka berdasarkan laporan yang kita buat atas dugaan penjiplakan paten yang kasusnya bergulir saat ini. Dari Bareskrim sudah dilimpahkan ke Kejaksaan tinggal diajukan ke pengadilan. Kapan disidangnya saya tidak tahu. Tapi dia sudah punya pangkat tersangka,” ungkap Lukman sembari memperlihatkan berkas dari Bareskrim.

Lukman menjelaskan managemen PT Katama Surya Bumi melaporkan Ryantori ke Bareskrim lantaran membuat pondasi tandingan yang diberi nama jaring rusuk pasak vertikal dan yang di patenkan termasuk pondasi KSLL. Atas penjiplakan itu, pihaknya tentu merasa dirugikan dan berujung pada proses hukum.

“KSLL dua kali sangat teruji di Sumbar, setelah terjadi gempa besar. Pondasi ramah gempa ini sangat dipercaya sebagai solusi pembangunan gedung di Sumbar. Atas sukses tersebut, terjadi penjiplakan paten KSLL oleh Ryantori. Pihak kami sebagai pemegang paten sah merasa dirugikan,” ungkap Lukman.

Terpisah, Direktur PT. Cipta Anugerah Indotama, Surabaya, Ryantori, mengatakan terhadap kasus-kasus tersebut, baik yang kasus ia sebagai pelapor dan terlapor, dan timnya sedang melakukan pengecekan ke polri. Menurutnya, semuanya itu merupakan permainan karena tidak melalui proses yang semestinya.

“Aneh saya ditetapkan sebagai tersangka. Lebih aneh lagi, saya dituduh menjiplak temuan yang saya ciptakan sendiri. Saya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada tim pengacara saya. Tanpa kehadiran saya. Itu prosesnya, proses kilat. Jadi, tidak melalui gelar perkara, mendatangkan kedua belah pihak dan sebagainya tidak ada. Main sepihak aja,” pungkas Ryantori. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional