Menu

Pendapatan Daerah Diperkirakan Rp2,597 Triliun, PAD Padang Ditargetkan Rp991,25 Miliar

  Dibaca : 105 kali
Pendapatan Daerah Diperkirakan Rp2,597 Triliun, PAD Padang Ditargetkan Rp991,25 Miliar
Walikota Padang, Hen­dri Septa.

SAWAHAN, METRO–Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Pera­turan Daerah (Ranperda) Kota Padang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2022 oleh Walikota Padang, digelar di gedung DPRD Padang, Jumat (10/9) lalu. Ini sesuai Peraturan Perundang-un­dangan, sebagaimana pe­nyu­sunan APBD TA 2022 ter­sebut secara khusus di­atur melalui Permendagri No.27 Tahun 2021 tentang Pe­doman Penyusunan APBD TA 2022.

Walikota Padang, Hen­dri Septa menyebutkan RAPBD yang disampaikan telah melalui beberapa tahapan proses sesuai de­ngan Peraturan Per­un­dang-undangan. Yaitu, ber­dasarkan penyusunan ke­bijakan umum anggaran tahun 2022 dan penyu­sunan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD tahun 2022 yang telah kita sepakati bersama pada 7 Agustus 2021 yang lalu.

Ia mengungkapkan, ta­hun 2021 ini merupakan tahun ketiga kepemim­pinan Walikota Padang periode 2019-2024. Berda­sar­kan RPJMD 2019-2024 visi Kota Padang yaitu “Mewujudkan Masyarakat Kota Padang yang Madani Berbasis Pen­didikan, Per­da­gangan dan Pari­wisata Ung­g­ul serta Berdaya Saing”.

“Pelaksanaannya me­la­lui 7 misi dan diwujud­kan melalui 9 prioritas pem­bangunan Kota Padang dengan tema pembangu­nan Kota Padang tahun 2022,” sebutnya.

Ia menyampaikan po­kok-pokok kebijakan dan rencana pendapatan dan belanja daerah tahun 2022. Sebagai pertimbangan uta­ma dalam menentukan pen­dapatan daerah tahun ang­garan 2022 yaitu di­dasari beberapa hal. Dian­ta­ranya atas perkiraan pertum­bu­han ekonomi, ra­sio­nalitas nilai kekayaan da­erah dan perkembangan pere­kono­mian nasional dan dam­pak­nya terhadap pereko­no­mian Kota Pa­dang.

“Berdasarkan pertim­bangan tersebut, maka pen­dapatan daerah pada APBD Kota Padang TA 2022 di­perkirakan sebesar Rp2,597 triliun. Jika diban­ding­kan dengan APBD TA 2021 me­nga­lami kenaikan sebesar Rp70,182 miliar atau naik 2,70 per­sen,” paparnya.

Secara rinci pen­da­pa­tan daerah tersebut dije­laskan untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Padang dalam APBD 2022 di­rencanakan sebesar Rp991,25 miliar. PAD ini bersumber dari pen­da­patan pajak daerah seb­e­sar Rp770,526 miliar.

Kemudian retribusi da­erah Rp85,166 Miliar, hasil pengelolaan kekayaan da­erah yang dipisahkan se­besar Rp20 Miliar serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp115,558 Miliar. Selanjutnya pendapatan daerah juga didapat dari pendapatan tran­s­fer dan lain-lain pen­da­patan da­erah yang sah.

Dengan berbagai per­kem­bangan di atas, maka pada RAPBD 2022 rencana belanja daeeah diang­gar­kan sebesar Rp2,688 Tri­liun. Jika dibandingkan de­ngan APBD 2021 menga­la­mi ke­naikan sebesar Rp148,07 Miliar atau naik 5,51 persen.

“Alokasi anggaran ini dig­unakan untuk pelaksa­naan program, kegiatan dan sub kegiatan yang terkait dengan prioritas pembangunan serta untuk mewujudkan visi dan misi Kota Padang sebagaimana ditargetkan dalam RPJMD 2019-2024.  Begitu juga di­sin­­kro­nisasi­kan dengan pri­oritas pem­bangunan na­sional dan Provinsi Sum­bar serta fo­kus dalam pe­nanganan Covid-19 serta me­mulih­kan dampak eko­no­minya,” terangnya.

Ia menyampaikan ha­rapan­nya agar pem­ba­ha­san Ranperda APBD Kota Padang 2022 tersebut dija­dikan prioritas ber­sama DPRD dengan semangat mewujudkan kesejah­te­raan rakyat dan kema­juan Kota Padang ke depan.

“Kami menyadari apa yang RAPBD Kota Padang TA 2022 sampaikan ter­sebut masih perlu penyem­pur­naan. Untuk itu semoga da­lam proses selanjutnya da­pat lebih kita sem­purna­kan melalui konsultasi ba­dan anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Ang­garan Pe­me­rintah Daerah (TAPD) se­belum ditetapkan menjadi Per­da. Semoga berjalan de­ngan lancar dan sesuai ha­rapan tentunya,” paparnya.

Sementara Wakil Ke­tua DPRD Kota Padang Ar­n­edi Yarmen mengatakan setelah ini DPRD akan me­ng­agendakan pemba­ha­san, paling lambat pege­sahan 30 November 2021 nanti. Dan apa yang telah disampaikan oleh walikota, kita akan melihat secara tekhnisnya di dinas – dinas terkait, bagaimana merea­lisasikan itu secara kong­krit pada masyarakat.

“Kita di DPRD, seba­gai­mana bagian dari janji – janji walikota tetang pen­ca­pai­an RPJMD,ini kita akan lihat nanti. Mudahan-mu­dahan ini sudah sesuai dengan janji – janji wali kota. Jika sudah sesuai baru kita sahkan nanti,” pung­kas­nya.

Sedangkan untuk pe­ning­katan PAD, Arnedi me­nilai hal itu bagus untuk ke­majuan Kota Padang. Ke­mudian banyak program yang disampaikan, seperti program pemberdayaan ekonomi masyarakat, ma­salah fasilitas masyarakat, peningkatan pelayanan dari aparatur pemerintah.

“Dan ini bisa kita lihat nan­ti secara rinci nantinya se­telah pembahasan APBD ini dijabarkan nanti,” ung­kap­nya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional