Menu

Pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK, Sesuai Juknis PermenPAN-RB Terbaru

  Dibaca : 122 kali
Pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK, Sesuai Juknis PermenPAN-RB Terbaru
Petunjuk teknis (Juknis) pengadaan PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sudah dikeluarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo.

JAKARTA, METRO–Petunjuk teknis (Juknis) pengadaan PNS dan pe­gawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sudah dikeluarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjah­jo Kumolo. Ada tiga juknis yang diterbitkan yaitu pengadaan PNS, PPPK guru, dan PPPK non guru.

Menurut Ketua Panitia Seleksi Nasional Calon Aparatur Sipil Negara (Pan­selnas CASN) Bima Haria Wibisana, untuk pen­daf­taran CPNS 2021, PPPK guru dan non guru pro­sedurnya tetap sama, yaitu melalui satu portal SS­CASN­ dengan terlebih da­hulu membuat akun.

 “Selain itu, masing-masing pelamar hanya bisa memilih salah satu apakah CPNS, PPPK guru atau PPPK non guru,” kata Bima ke­pada JPNN.com, Sabtu (12/6). Peserta yang men­daftar CPNS, lan­jut­nya, tidak bisa memilih le­bih dari satu in­stansi dan jabatan. Begitu juga yang mendaftar PPPK guru dan non guru.

Untuk pendaftaran PPPK guru diatur dalam PermenPAN-RB Nomor 28 Tahun 2021 pasal 17. Ada­pun prosedurnya sebagai berikut: 1. Pendaftaran dila­kukan secara daring me­lalui SSCASN. Sebelumnya pelamar membuat akun dan disertai dengan proses pengunggahan dokumen yang dipersyaratkan se­cara elektronik.

  1. Pembuatan akun ha­nya bisa dilakukan seba­nyak 1 kali di awal pem­bukaan seleksi PPPK guru tahun 2021.
  2. Pelamar memilih me­la­mar pada 1 jenis jalur kebu­tuhan ASN yaitu PNS atau PPPK pada tahun ang­garan yang sama. 4. Pela­mar PNS atau PPPK hanya bisa melamar pada 1 in­stansi dan 1 kebutuhan jabatan. 5. Pelamar yang telah memiliki akun bisa melakukan pemilihan ke­butuhan PPPK guru pada SSCASN. Bima meng­ingat­kan para pelamar jangan coba-coba melanggar ke­ten­tuan tersebut.

“Jika pelamar diketahui melamar CPNS dan PPPK, atau melamar lebih dari 1 instansi dan lebih 1 jenis jabatan maka yang ber­sang­kutan akan di­dis­kua­lifikasi,” tegas Bima yang juga kepala Badan Ke­pe­gawaian Negara (BKN) ini. Hal lain yang diingatkan Bima, jangan menggu­na­kan dua nomor identitas ke­pendudukan yang ber­beda karena yang ber­sang­kutan dianggap gugur. Bahkan bisa dikenakan sanksi se­suai ketentuan peraturan perundang-un­dangan.

“Saya sarankan, para pelamar membaca dengan baik formasi yang disiap­kan masing-masing ins­tansi dan persyaratan. Ba­ru kemudian melakukan pen­daftaran ketika sudah dibuka,” kata Bima.(esy/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional