Close

Pencurian Besi Pagar Makam Meresahkan

DICURI— Sejumlah makam tidak lagi memiliki pagar besi karena dicuri. Hal itu membuat keluarga penghuni kubur di Kelurahan Padang Sarai, Kototangah resah dan mengadakan pertemuan.

PADANG, METRO – Aksi pencurian pagar besi puluhan makam yang berada di sekitar Surau Gubah, RT 001, RW 004, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Kototangah membuat kaum pemilik pemakaman resah. Mereka tidak terima atas perbuatan tersebut. Warga setempat berharap pihak kepolisian bisa mengusut dan menangkap pelakunya.

Menurut keterangan warga, mereka sudah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kototangah pada 2 November 2018 lalu dengan nomor LP STBLP/658/K/XI/2018. Namun sampai saat ini pelakunya belum juga tertangkap.

Selasa (22/1), puluhan warga yang merupakan pemilik makam tersebut berkumpul dan membicarakan kembali persoalan laporan mereka. Sampai saat ini pelakunya belum terungkap.

”Sebenarnya, kami kecewa karena sampai saat ini laporan kami belum ada perkembangannya. Meski demikian, kami masih berharap pihak kepolisian bisa menangkap pelakunya,” kata Ketua Pemuda RW 004, Andapis.

Katanya, sejumlah warga yang pagar kuburan keluarganya dicuri sudah sering datang ke Mapolsek Kototangah. Namun pihak Polsek Kototangah hanya memberi jawaban kasusnya masih dalam proses penyelidikan.

”Hari ini warga kembali berkumpul membahas persoalan itu,” ungkap Andapis.

Katanya, makam yang ada di sekitar Surau Gubah itu adalah makam keluarganya. “Salah satunya makam orang tua saya sendiri. Besi-besinya dipotong dan diambil orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Andapis.

Katanya, makam-makam yang berada di Surau Gubah tersebut merupakan makam dari tokoh-tokoh masyarakat Kelurahan Padang Sarai. Setiap orang yang dimakamkan di situ, semasa hidupnya memiliki pengaruh besar di Kelurahan Padang Sarai.

”Rata-rata mereka yang dimakamkan di sana adalah ustaz, guru, serta datuk-datuk yang ada di kelurahan ini,” ungkap Andamis.

Ketua LPM Kelurahan Padang Sarai, Rapimansyah yang orang tuanya juga dimakamkan di lokasi tersebut, mengaku kecewa dengan pihak kepolisian yang belum menangkap pelakunya.

”Kami sebenarnya tidak menginginkan orang tua kami dimakamkan disana. Namun karena itu adalah permintaan masyarakat yang menganggap orang tua kami berpengaruh di kelurahan ini, kami tak bisa menolak. Pastinya kami tidak ingin makam tersebut dipotong,” ujar Rapimansyah.

Ketua RW 004, Nasrul Aun yang kebetulan hadir dalam dipertemuan tersebut, mengharapkan kasus yang terjadi di kelurahan Padang Sarai tersebut dapat di selsaikan oleh pihak yang berwajib.

Warga juga mengaku sudah mencurigai seseorang sebagai pelakunya. Akan tetapi warga tidak mau melakukan tindakan diluar prosedur hukum. “ Karena itulah kami lebih memilih melaporkan kasus ini ke Polisi,” terangnya.

Kapolsek Kototangah Kompol Joni Darmawan saat dihubungi menyebut, untuk sementara pihaknya belum bisa memberikan penjelasan secara langsung. Karena dia harus melihat laporan tersebut dan sudah sampai dimana prosesnya. “Besok saja ya, nanti takutnya salah. Tentu kita harus memastikan dulu sampai dimana prosesnya agar jangan sampai salah menyampaikan,” pungkasnya. (r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top