Menu

Penculik dan Pembakar Murid SD Coba Bunuh Diri

  Dibaca : 1304 kali
Penculik dan Pembakar Murid SD Coba Bunuh Diri
LPM beserta pemerintahan kelurahan rawang mengadakan syukuran bersama suksesnya acara manunggal BBGRM tahun 2021 dengan makan bajambah bersama.
anak diculik dan dibakar- web

Bocah yang dibakar seorang terduga penculik anak.

PADANGPARIAMAN, METRO–Ditemukan dalam kondisi kritis usai menenggak bayclin (cairan pemutih baju, red), seorang perempuan berinisial D (40), warga Singguling, Kenagarian Lubukalung, Kecamatan Lubukalung, Kabupaten Padangpariaman dilarikan polisi ke rumah sakit terdekat, Minggu (18/10) dinihari. Diduga kuat wanita ini adalah pelaku penculikan dan pembakaran terhadap siswa SD di daerah tersebut, Sabtu lalu.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, ditemukannya D bukan tidak beralasan. Pasalnya, usai ditemukannya M Razik (6), murid SD dalam keadaan terbakar Sabtu kemarin, polisi langsung melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi mata mengatakan memang pernah melihat D membawa M Razik sebelum ditemukan terbakar di di Gamaran Salibutan Lubukalung.

Menurut Kapolres Padangpariaman, AKBP Rudi Yoelianto, awalnya petugas melakukan pemeriksaan dan penyelidikan di sekitar tempat tinggal D. Namun, karena di lokasi sedang lengang dan tidak ada orang, petugas pun melakukan penelusuran di sekeliling rumah. Ternyata, penelusuran petugas membuahkan hasil, seorang laki-laki yang diduga adalah suami D terlihat di dalam rumah.

”Tanpa pikir panjang, petugas langsung masuk ke rumah dan menanyai laki-laki tersebut, serta menanyai apa hubungannya dengan D,” papar Kapolres.

Belum kunjung mendapatkan informasi yang jelas tentang D, petugas berinisiatif melakukan penggeledahan di dalam rumah D. Benar saja, saat melakukan pemeriksaan ke kamar D, ternyata dikunci. Yakin D di dalam kamar, petugas pun meminta sang suami untuk membukakan pintu dan memanggil D keluar.
”Kita kaget, D ditemukan dalam kamarnya dengan kondisi kritis dan diduga habis meminum cairan pemutih baju,” jelas Kapolres.

Melihat kondisi tersebut, polisi langsung membawa D ke Puskesmas Lubukalung dan dirujuk ke RSUD Pariaman untuk mendapatkan perawatan intensif. Sampai berita ini diturunkan, D belum dapat bisa dimintai keterangan karena masih menjalani pengobatan. ”Namun, D dalam penjagaan kita di rumah sakit. Kita juga lagi mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, Kapolres juga berjanji akan secepatnya mengungkap kasus ini, sebab sudah ada atensi dari Kapolri tentang pengungkapan kasus kekerasan terhadap anak. Sementara ini, Kapolres belum bisa menyimpulkan motif penculikan dan pembakaran tersebut. Tetapi, dia meminta bantuan dan kerjasama dari semua pihak untuk mengungkap kasus ini.

Ditambahkan Kapolsek Lubukalung, Iptu Raflen, korban M. Razik sampai sekarang masih menjalani perawatan intensif di RSUP M Djamil Padang. Namun, kondisinya telah mulai membaik dari hari kemarin. ”Mari kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT agar korban secepatnya pulih dan kembali sekolah seperti sedia kala. Kemudian kita butuh dukungan agar kasus terungkap,” tambahnya.

Sampai sekarang, petugas masih mengumpulkan bukti lengkap untuk kasus penculikan dan pembakaran tersebut. D saat ini masih dalam penyelidikan polisi karena diduga sebelum kejadian, D sempat membonceng korban dengan sepeda motornya. Namun, polisi belum dapat menetapkan D sebagai tersangka, karena kondisinya belum jelas.

”Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan, D terlihat membonceng korban M Razik sebelum terjadi peristiwa penganiayaan dan pembakar itu,” tukas Kapolsek.

Sebelumnya, M. Razik (6), murid SD kelas I di Pasar Mudik Lubuk Alung ini ditemukan terbakar hidup-hidup, Sabtu (17/10) sekitar pukul 13.30 WIB di Gamaran Salibutan Lubuk Alung. Korban saat itu dijemput oleh seorang perempuan tidak dikenal ke sekolahnya dan dibawa dengan sepeda motor.

Akibatnya, korban mengalami luka bakar di bagian leher dan tubuh atau mengalami luka bakar 65 persen. Saat kejadian korban langsung masuk ke dalam sungai, sehingga api cepat padam. Kemudian korban ditolong masyarakat sekitar dan dilarikan ke Puskesmas Lubuk Alung dan dirujuk ke RSUP M Djamil Padang karena kondisi luka bakar korban cukup mengkwatirkan semua pihak.

Sedangkan, perempuan yang membonceng korban tersebut langsung tancap gas dengan kendaraannnya. Polres Padangpariaman dan Polsek Lubuk Alung langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Akhirnya, polisi mencurigai seorang perempuan berinisial D. Namun polisi hingga kini belum menetapkan D sebagai tersangka, karena dalam masa observasi. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional