Menu

Penculik Bakar Murid SD Hidup-hidup

  Dibaca : 2756 kali
Penculik Bakar Murid SD Hidup-hidup
Mahyeldi-Audy saat debat Pilgub Sumbar.
anak diculik dan dibakar FOTO HL

Kondisi M Razik (6) usai dibakar oleh perempuan tidak dikenal ini mulai membaik setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Bocah malang ini menjadi korban penculikan dan dibakar di Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman pada Sabtu (17/10/2015) kemarin.

PADANGPARIAMAN, METRO–Tak diketahui permasalahannya, seorang bocah enam tahun bernama M Razik (6), warga Pasar Mudik, Kecamatan Lubukalung, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (19/10), dibakar seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya. Sebelum ditemukan terbakar, murid kelas I SD ini sempat dilarikan oleh perempuan tersebut sepulang dari sekolah. Akibatnya, korban harus mengalami luka bakar, 65 persen di tubuhnya. Beruntung, Razik selamat, dan kini menjalani perawatan intensif di ruang IGD RSUP M. Djamil Padang.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, korban diketahui diculik saat pulang dari sekolah menuju rumahnya. Saat itu, ibu Razik memang terlambat menjemput. Tapi, tiba-tiba datang seorang wanita mengajak korban untuk jalan-jalan. Razik pun manut karena alasannya mau mengantarkan langsung ke rumahnya.

“Ternyata anak saya tidak tidak dibawa ke rumah melainkan dibawa jalan-jalan ke sekitar Sungai Sikayang di daerah Salibutan. Sesampai disana, perempuan yang membawa korban ini turun, katanya mau buang air kecil. Tapi, ternyata dia mengambil minyak bensin, kemudian disiramkan ke Razik dan langsung membakarnya,” ujar Candra Imel (40), ayah korban saat ditemui di ruang IGD RSUP M Djamil Padang kepada sejumlah wartawan.

Kata Candra, Razik yang sudah terbakar tubuhnya itu langsung melompat ke sungai, sementara pelaku tampak melarikan diri dari lokasi kejadian. Sejumlah warga yang melihat kejadian itu langsung menyelamatkan korban dan membawanya ke Puskemas. Ada beberapa warga yang mengejar, tapi pelaku sudah terlebih dahulu meninggalkan lokasi.

“Sebelum dapat kabar, saya dan istri sempat mencarinya pak, sebab tidak biasanya Razik pulang terlambat. Jam 10.00 WIB, dia sudah sampai di rumah biasanya, tapi hari ini berbeda. Makanya kami sempat panik juga saat itu,” tutur petugas keamanan PLN di Lubuk Alung ini.

Mendengar laporan tersebut, Candra bersama istrinya, Vera (30) langsung mengunjungi Puskemas. Benar saja, sampai di Puskesmas mereka mendapati Razik terkapar dengan tubuh menghitam dan sebagian kulitnya sudah terkelupas, terutama di bagian wajah. Sontak, tangisan Vera pun pecah disana, begitu juga dengan sejumlah perawat di Puskesmas tersebut.

“Kami terkejut saat anak tetangga melapor kalau Razik berada di Puskesmas Lubuk Alung dan banyak dikerumi warga. Ternyata memang benar. Karena tidak cukup peralatan medis, akhirnya Razik dirujuk ke Padang. Tadi saya juga sudah melapor ke Polsek Lubuk Alung,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Padangpariaman, AKBP Rudi Yoelianto melalui Kapolsek Lubuk Alung, Iptu Raflen membenarkan tentang kejadian tersebut. Setelah mendapatkan laporan dari warga di sekitar lokasi, personel reskrim langsung meluncur ke lokasi kejadian. Disana, petugas mendapati anak tersebut dalam kondisi letih dan tubuhnya menghitam karena terbakar.

“Ada beberapa personil yang menahan airmata melihat anak tersebut. Kita langsung bawa anak itu bersama warga ke Puskesmas terdekat,” papar Kapolsek.
Ditambahkan Kapolsek, petugas reskrim pun langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, mulai dari barang bukti di lokasi kejadian hingga menelusuri orang terakhir yang membawa korban. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan. Kecurigaan kita tetap ada, tapi dalam mudah-mudahan dalam waktu dekat ini pelakunya tertangkap,” papar Raflen.

Terpisah, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustafianof kepada wartawan mengatakan, untuk sementara ini korban masih dirawat intensif di IGD. Dia mengalami luka bakar di wajah, kepala, tubuh dan tangan. Saat ini tim dokter tengah berusaha membantu korban untuk lepas dari masa kritis.

“Korban mengalami luka bakar 18 persen atau kategori II dan saat ini ditangani tim dokter anak dan bedah plastik,” katanya. (age/efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional