Close

Pencegahan Stunting di Kota Solok, Program Makan TTD Penting

PENCEGAHAN STUNTING— Wali Kota Solok, Zul Elfian bersama para remaja putri tanpa Anemia (Putri Tamia) berfoto bersama.

SOLOK, METRO–Wali Kota Solok, Zul Elfian menilai program makan Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Remaja Putri Tanpa Anemia (Putri Tamia) sangat penting. Progran ini dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Stunting di Kota Solok dan implementasi gerakan masyarakat hidup  sehat (germas).

Zul Elfian juga mengatakan anemia merupakan salah satu masalah kese­hatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut.  Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32%.  Artinya 3-4 dari 10 remaja men­derita anemia.

Hal tersebut dipengaruhi oleh ke­biasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktifitas fisik. Anemia pada remaja putri akan berdampak pada kesehatan dan prestasi di sekolah.

Dan nantinya akan berisiko saat menjadi ibu hamil yang dapat menye­babkan pertumbuhan dan perkem­bangan janin yang tidak optimal serta berpotensi menyebabkan komplikasi kehamilan dan persalinan serta kema­tian ibu dan anak. Program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri sudah dimulai sejak Tahun 2014 dan saat ini menjadi salah satu intervensi spesifik dalam upaya penurunan stunting.

“Suplementasi TTD pada remaja putri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi asupan zat besi untuk mencegah anemia yang dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit infeksi, menurunnya ke­bu­garan dan ketangkasan berpikir karena kurangnya oksigen ke sel otot dan sel otak, serta menurunnya prestasi b­e­lajar,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam jangka panjang jika remaja putri tersebut menjadi ibu hamil maka akan menjadi ibu hamil yang anemia juga yang akan meningkatkan risiko persalinan, ke­matian ibu dan bayi, serta infeksi penyakit.

Pemberian TTD dengan dosis yang tepat dapat mencegah anemia dan meningkatkan cadangan zat besi di dalam tubuh. Pemberian TTD dilakukan pada remaja putri mulai dari usia 12-18 tahun di institusi pendidikan (SMP dan SMA atau yang sederajat) melalui UKS.

Dosis pencegahan dengan mem­berikan satu tablet tambah darah setiap minggu selama 52 (lima puluh dua) minggu. “Jika di sekolah sudah mem­bagikan TTD kepada remaja putri, lanjutkan dengan memberikan edukasi dan pengingat agar mereka meminum TTD setiap minggu secara rutin dan juga beritahukan cara minum yang benar yaitu diminum tidak dalam keadaan perut kosong, untuk mencegah efek samping,” harapnya. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top