Menu

Pencaker di Padang Capai 6.400 Orang, Didominasi Wanita dan Tamatan SMA

  Dibaca : 495 kali
Pencaker di Padang Capai 6.400 Orang, Didominasi Wanita  dan Tamatan SMA
Ilustrasi pencari kerja (foto via Liputan6/ dian Kurniawan)

RASUNA SAID, METRO – Minimnya lapangan pekerjaan berimbas pada tingginya angka pengangguran. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang hingga November 2019 sudah tercatat sekitar 6.400 pencari kerja. Kendati demikian, jumlah tersebut menurun jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 10 ribu orang.

“Registrasi pencari kerja terakhir sekitar 6.400 an. Kalau dibandingkan tahun lalu terjadi penurunan, pada 2018 ada 10 ribu, kalau 2017 ada 11 ribu orang,” kata Kasi Informasi Pasar Kerja Disnakerin Kota Padang, Muhammad Faizal kepada POSMETRO.

Faizal menuturkan, dari total pencari kerja di Kota Padang, pencari kerja wanita lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Selain itu, pencari kerja dengan tingkat pendidikan SMA merupakan paling tinggi dibandingkan dengan yang lainnya. Jumlah pencari kerja setingkat SMA mencapai ribuan orang.

Jika merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Padang, Faizal mengungkapkan, tahun 2018 terdapat lebih kurang 40 ribu orang yang menganggur di Kota Padang. Data tersebut diambil dengan sampling bukan didata dari rumah ke rumah. Dari 40 ribu itu yang mendaftar ke Disnakerin hanya 13 ribu.

“Jadi ada banyak yang belum mendaftar sebagai pencari kerja pada tahun lalu. Selain itu, usianya pun usia produktif, mulai dari 15-19 tahun dan 20-25 tahun,” sebut Faizal.

Faizal berpendapat, pengangguran di Kota Padang berdampak dari tidak banyaknya sektor industri. Sementara, di Padang lebih dominan sektor jasa dan perdagangan. Lantaran, sektor industrinya masih tertinggal. Apalagi jika dilihat banyak sektor industri yang tutup.

“Seperti PT Asia Biskuit, industri tekstil dengan karyawannya yang ribuan. Jika pencari kerja diimbangi dengan lapangan pekerjaan maka akan terjadi lonjakan ekonomi. Kota Padang memang kurang lapangan kerja, lowongan kerja yang banyak seperti sales, marketing,” ulas Faizal.

Antisipasi dari Disnakerin dalam pengurangan pengangguran, sambung Faizal, dengan mengadakan job fair yang dilakukan setahun sekali. Selain itu, memberikan keahlian khusus yang diberikan kepada umur 45 tahun ke atas, serta membantu mencarikan lowongan pekerjaan.

“Job fair kita lakukan untuk upaya pengurangan pengangguran. Keahlian khusus juga kami berikan untuk umur 45 tahun ke atas,” imbuh Faizal.

Faizal menambahkan, hal tersebut dilakukan karena umur dibawah 45 tahun masih memiliki kesempatan yang luas untuk mencari kerja yang diinginkan. Dia menjelaskan, bahwa selain melakukan job fair ada juga beberapa perusahaan yang datang untuk meminta tenaga kerja.

“Kita bawakan data-datanya, kemudian perusahaan yang memilih, jika cocok (job matching) maka kita akan panggil,” tukasnya. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional