Close

Pencabul Pelajar Sawahlunto Kabur ke Belitung

Ilustrasi

SAWAHLUNTO, METRO–Polres Sawahlunto mengungkap kasus persetubuhan dengan anak di bawah umur yang telah terjadi setahun lalu. Berdasarkan laporan polisi nomor LP/35/B/X/2019/SPKT Polres Sawahlunto, 24 oktober 2019, polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka di Polres Belitung, Babel.

Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur membenarkan perihal itu. “Kami telah menangkap tersangka bekerja sama dengan Polres Belitung dan hari Jumat 15 Februari tersangka telah berada di Polres Sawahlunto untuk menjalani proses hukum selanjutnya,” katanya.

Dia menyebut, korban AR yang masih sekolah. Bahkan saat kejadian itu berusia 16 tahun. Persetubuhan tersebut terjadi April 2018 pukul 22.00 WIB. Tersangka ADF (21), merupakan tetangga korban. Dia mengajak korban bertemu melalui grup whatsapp, tetapi korban menolak.

“Kemudian ADF mendatangi rumah korban dan mengetuk jendela kamarnya. Ketika jendela dibuka, ADF menarik tangan AR dan memaksa korban keluar. Setibanya di luar ADF mengajak korban ke garasi mobil rumah korban. Selanjutnya terjadilah persetubuhan yang menyebabkan AR hamil dan melahirkan seorang anak dan terpaksa berhenti sekolah,” jelas Junaidi Nur.

Kapolres asli Pariaman ini menambahkan, setelah kejadian tersebut ADF kabur ke Bangka Belitung. Setelah melahirkan barulah korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Sawahlunto.

“Barang bukti yang ditemukan berupa 1 lembar tikar dari bambu yang dirajut, 1 helai baju tidur warna putih kimbinasi biru muda, 1 helai celana short warna abu abu bis putih, dan lainnya,” terang Kapolres.

Selanjutnya berdasarkan laporan korban, polisi melakukan penyelidikan dan penelusuran. Akhirnya diketahui keberadaan tersangka di wilkum Polres Belitung, melalui kerja sama dengan Polres Belitung ditangkaplah tersangka ADF.

ADF dikenakan pasal 81 ayat (1) dan atau ayat (2) U U No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 25 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Terancam pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 lima belas tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar. “ADF buruh harian lepas tinggal di Lubang Tembok, Kelurahan Saringan, Barangin, Sawahlunto. (cr2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top