Close

Pencabul Pacar mulai Disidang, Pernah Digerebek Warga saat Mesum

Ilustrasi

PADANG, METRO – Warga Padang Utara, Kota Padang, berinisial FF (20) menjalami sidang pertamanya di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (22/5). Dia disidang atas kasus cabul yang dilakukan kepada korban berinisial MS (14) yang merupakan pacarnya.

Aksi itu dilakukan di rumah korban bertempat di daerah Tabing, Kecamatan Kototangah Kota Padang. Sidang dipimpin oleh hakim Suratni dan beranggotakan Ade zulfina Sari dan Sihol Boang Manalu.

Kejadian berawal pada Senin 24 Februari sekira pukul 09.25 WIB. Saat itu selesai korban latihan beladiri Tapak Suci di salah satu sekolah di Kota Padang terdakwa menjemput korban dan mengantarkan ke tempat bekerja ibu korban. Di pertengahan jalan terdakwa berbalik arah ke rumahnya dengan alasan kepada korban kalau motor yang digunakan sekarang akan dipakai kakaknya.

Sesampai di rumah terdakwa ada kakak perempuan dan kakak laki-laki. Di depan rumah terdakwa sambil duduk dengan korban, terdakwa mengatakan kepada korban ingin melakukan perbuatan suami-istri dengan korban. Karena di rumah terdakwa ramai dengan keluarganya, mereka tak jadi berbuat jauh.

Keesokan harinya, terdakwa melanjutkan aksi bejatnya di rumah korban. Saat itu korban berada sendirian, terdakwa langsung masuk ke rumah dan mengunci semua pintu rumah korban. Selanjutnya korban melakukan aksi bejatnya.

Sebelum mulai, terdakwa mengatakan kepada korban akan bertanggung jawab atas perbuataannya. Terdakwa juga mengaku telah membayarkan utang korban kepada pelatih beladiri korban Rp500. Kemudian diketahui uang itu belum dibayarkan.

Saat mereka mulai mesum, warga beramai-ramai menggerebrek korban dan terdakwa di rumah itu. Korban dan terdakwa diamankan dan dibawa ke kantor Sat Pol PP Kota Padang yang selanjutnya terdakwa diserahkan Polda Sumbar.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam pasal 81 ayat 2 Undang Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah penganti Undang Undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang. (e)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top