Close

Penanganan Laporan Pelanggaran Pemilu, PDIP Kabupaten Solok Surati Bawaslu

Ilustrasi Pemilu

SOLOK, METRO – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Solok kembali mempertanyakan kinerja Bawaslu Kabupaten Solok dalam memproses kasus dugaan pelanggaran pemilu. Pasalnya sejumlah kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan ke pihak Bawaslu Kabupaten Solok, terkesan tidak ditindaklanjuti dengan alasan materi laporan tidak memenuhi unsur.

Atas sikap Bawaslu Kabupaten Solok dalam menangani laporan kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dinilai tidak serius dan bersungguh-sungguh untuk mengungkapnya, DPC PDI P Kabupaten Solok menyurati Bawaslu Kabupaten Solok. Dengan surat nomor 021/EX/DPC PDI P/KAB.SLK/V/2019 perihal keberatan partai atas sikap Bawaslu Kabupaten Solok dalam menangani sejumlah laporan dugaan pelanggaran Pemilu.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Solok, Hendri Dunant menilai ada kasus dugaan pelanggaran pemilu yang sepatutnya ditindaklanjuti. Dan agar terciptanya hasil pemilu yang jujur dan adil ditegaskan Hendri Dunant, pihak Bawaslu Kabupaten Solok hendaknya menindaklanjuti laporan yang masuk. Apalagi laporan yang masuk disertai dengan cukup bukti dan saksi.

Hendri Dunant yang mendatangi langsung kantor Bawaslu Kabupaten Solok, Sabtu (25/5) mengatakan, surat keberatan partai PDIP Kabupaten Solok terhadap Bawaslu ini ditujukan untuk terciptanya hasil pemilu yang jujur dan adil bagi semua peserta pemilu. Apalagi terhadap kasus dugaan pelanggaran pemilu yang disertai dengan bukti bukti dan saksi.

Seperti yang dilaporkan Murniarti salah seorang caleg Partai Hanura untuk Dapil 2 Kabupaten Solok yang melaporkan adanya dugaan pelanggaran pemilu berupa politik uang yang dilakukan oknum caleg DPRD Kabupaten Solok dan DPRD Provinsi dari partai PAN. Namun sayang laporan tersebut mentah.

Ketua Bawaslu Kabupaten Solok, Afri Memori mengatakan, sejumlah laporan kasus dugaan tindak pidana pemilu memang masuk ke Bawaslu Kabupaten Solok. Salah satunya yang dilaporkan oleh Murniarti caleg DPRD Kabupaten Solok dari Partai Hanura dapil 2 Kabupaten Solok.

Dalam laporan itu, menurut Afri Memori, yang dilaporkan adanya dugaan tindak pidana Pemilu berupa politik uang. Dalam kasus ini yang dilaporkan caleg DPRD Kabupaten Solok dan DPRD Provinsi dari partai PAN.

Dan laporan itu lanjut Afri Memori telah ditindaklanjuti Bawaslu. Bahkan kasus tersebut sudah masuk dalam tahapan SG 2. Namun pada tahapan SG 2 kasus tersebut mentah dan tidak dapat dilanjutkan karena dinilai tidak memenuhi unsur formil dan materil. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top