Menu

Penanaman Pohon Pinago, Atasi Abrasi, Pemko Kerja Sama dengan Pusat

  Dibaca : 270 kali
Penanaman Pohon Pinago, Atasi Abrasi, Pemko Kerja Sama dengan Pusat
TANAM POHON PINAGO—Wali Kota Genius Umar melakukan penanaman pohon pinago di kawasan pantai, beberapa waktu lalu.

Laporan : Efanura, Kota Pariaman

Wali Kota Pariaman H Genius Umar bersama Wakilnya, Mardison Mahyuddin komitmen atasi abrasi pantai dalam daerahnya. Lihat saja sebagai tindak lanjut upaya beliau berkerja sama engan  pemerintah pusat dalam mitigasi bencana. Buktinya, mereka bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat melakukan penanaman seribu Pohon Pinago di Pantai Pariaman.

Deputi  Mitigasi Bencana (MB) BNPB Pusat, Johny Sumbung secara simbolis menanam bibit pohon pinago di Pantai Kota Pariaman, Desa Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Tengah.

Deputi  Mitigasi Bencana (MB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Johny Sumbung secara simbolis menanam bibit pohon pinago di Pantai Kota Pariaman, Desa Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Tengah.

Program penanaman 1000 bibit pohon pinago di sepanjang pesisir pantai Kota Pariaman ini bertujuan untuk menangkal ancaman dari abrasi dan tsunami, melalui Mitigasi Bencana Pesisir Melalui Budidaya Vegetasi Pantai, dimana Pohon Pinago ini akan ditanam dan disebar di sepanjang pantai Kota Pariaman.

Johny Sumbung mengatakan, penanaman pohon pinago ini merupakan bagian dari mitigasi struktural secara parsitipasif untuk Kota Pariaman.

“Pohon pinago ini adalah pohon tertua berusia hingga ratusan tahun dan memiliki daya hidup yang tinggi. Pohon ini nantinya sangat bermanfaat dalam mengurangi risiko akibat bencana tsunami atau abrasi pantai jika seandainya terjadi,” ujar Johny.

Johny menjelaskan, pohon pinago ini adalah pohon khas yang ada di Kota Pariaman, sehingga kita mendapat instruksi langsung dari Kepala BNPB Pusat, Doni Monardo, untuk memanfaatkan kearifan lokal yang ada disini.

“Jelas hal ini merupakan suatu percontohan, jika berhasil pembibitan bisa kita kembangkan di daerah lain di indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut Johny Sumbung juga mengungkapkan bahwa Kota Pariaman dikarunia pesisir pantai yang sangat indah, sekaligus menjadi ancaman bencana gempa, abrasi dan tsunami yang tinggi, upaya penghijauan dengan cara menanam pohon pinago ini sebagai cara mengurangi damapk resiko bencana mulai dari abrasi, gempa dan tsunami.

“Kami menghimbau agar pembibitan pohon pinago ini dapat ditingkatkan lagi, dan dapat dukungan masyarakat serta dirasakan manfaatnya, dengan kita hadir disini, sebagai salah satu bentuk kecintaan kita kepada bumi yang kita huni selama ini,” ujarnya.

Kemudian Walikota Pariaman, Genius Umar menyatakan pihaknya mengandeng BNPB Pusat dalam melaksanakan Mitigasi Bencana Pesisir Melalui Budidaya Vegetasi Pantai, dengan menanam 1000 Pohon Pimago di sepanjang pantai Pauh Pariaman.

Tanam Pohon Pinago, Walikota Pariaman, Genius Umar Gandeng BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Pusat, giatkan Mitigasi Bencana Pesisir Melalui Budidaya Vegetasi Pantai.

“Hari ini kita hadir di pinggir pantai dalam rangka menggiatkan Mitigasi Bencana Pesisir Melalui Budidaya Vegetasi Pantai, dimana kita menanam 1.000 Pohon Pinago di sepanjang pantai pauh pariaman ini,” ujar Genius Umar.

Genius Umar juga mengatakan bahwa Kota Pariaman yang berada dipinggir pantai, dengan deburan ombak yang keras dan angin yang kencang, akan menjadi lebih berbahaya ketika gempa melanda daerah kita, ombak ini apabila terjadi tsunami bisa mencapai 10 sampai 20 Meter.

Sedangkan sebagian besar Kota Pariaman berada di dataran rendah, sehingga Kota Pariaman tidak dapat membayangkan apabila Tsunami ini benar-benar terjadi.

“Dengan kegiatan Mitigasi Bencana yang kita lakukan hari ini melalui Budidaya Vegetasi Pantai, dalam hal ini menanam Pohon Pinago yang merupakan tanaman khas asal Kota Pariaman, yang mempunyai umur yang panjang, batang yang kokoh dan akar yang kuat, kita harapkan pobon pinago ini nantinya dapat menimalisir dampak tsunami yang akan melanda daerah kita,” ujarnya.

Genius Umar juga mengatakan dengan menjaga alam, maka alam juga akan menjaga. Karena itu diharapkan penanaman pohon pinago yang dapat berusia ratusan tahun ini, dapat sebagai mitigasi bencana dengan kearifan lokal yang kita punya, ulasnya. “Kita tentu selalu berdoa, agar bencana gempa dan tsunami ini, kiranya tidak terjadi di daerah, dengan selalu berdoa dan berikthiar sehingga bencana tersebut dijauhkan dari daerah kita,” ujarnya.

“Kita di sebagian besar daerah Sumatera Barat berada di daerah ring of fire atau Cincin Api Pasifik yang disebut juga Lingkaran Api Pasifik, dimana daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik, dan melalui BNPB kami diarahkan untuk memulai dengan cara-cara tradisonal untuk mempertahankan diri,” ungkapnya.

Sebelumnya Genius Umar juga mengatakan bahwa pesisir pantai Pariaman, dimasa Bupati Anas Malik telah memulai dengan menanam pohon cemara laut dimulai dari Pantai Sunur sampai Pantai Padang Birik-Birik.

Saat ini katanya, Kota Pariaman yang diinisiasi oleh BNPB Pusat dan BPBD Provinsi Sumbar, dan dibudidayakan serta pembibitan oleh Dinas Pertanian, Kodim 0308 Pariaman dan BPBD Kota Pariaman. “Semoga pohon pinago yang ditanam nanti, akan dapat tumbuh dan menjadi tameng kita untuk mitigasi bencana di Kota Pariaman,” tandasnya mengakhiri. (***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional