Menu

Pemulihan Ekonomi, Wako Temui Menkop UKM Kunjungan Wisata Turun 25 Persen

  Dibaca : 326 kali
Pemulihan Ekonomi, Wako Temui Menkop UKM Kunjungan Wisata Turun 25 Persen
TEMUI MENTERI KOPERASI DAN UKM—Percepatan Pemulihan Ekonomi, Wako Bukittinggi Erman Safar didampingi anggota DPR RI Andre Rosiade menemui Menkop dan UKM Teten Masduki.

BUKITTINGGI, METRO
Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, bersama beberapa Kepala Daerah lainnya di Sumbar melakukan pertemuan dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) RI Teten Masduki. Pertemuan dilaksanakan di ruang kerja Menteri di Kantor Kementerian Koperasi dan UMKM, Jalan Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin (12/4).

Pertemuan yang difasilitasi anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade itu, selain dihadiri Walikota Bukittinggi Erman Safar, juga dihadiri Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta, Wakil Bupati Tanahdatar, Richi Aprian, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, Wali Kota Pariaman Genius Umar, Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur dan Wakil Wali Kota Padang Panjang, Asrul. Sedangkan Menteri Koperasi dan UKM didampingi oleh Sesmenkopukm, Arif Rahman dan Deputi Usaha Mikro, Eddy Satriya.

Dalam pertemuan tersebut Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, kondisi ekonomi khususnya pelaku UKM di masa pandemi covid yang melanda saat ini, tidak begitu jauh berbeda kondisinya dengan kabupaten dan kota yang lainnya di Sumbar. Namun di Bukittinggi untuk memperkuat dan menyelamatkan UMKM ini disatukan melalui koperasi.

“Kita ingin menyatukan pola penyelamatan UMKM ini dengan Koperasi. Saat ini sudah dilakukan pendataan pedagang dan sudah mencapai 4 ribu sampai 7 ribu kurang lebih UMKM yang ada di Kota Bukittinggi ini, yang rencananya akan kita masukkan ke koperasi. Kemudian sebagai bentuk penguatan konsep kuliner, kita mengajukan 150 unit bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM berupa food car. Dimana semacam kuliner yang dikemas dalam bentuk mobil dan stimulus – stimulus yang disalurkan, kami berharap melalui anggota koperasi yang telah kami daftarkan menjadi anggota di koperasi,” ujar Erman.

Wako menyampaikan, bahwa di masa pandemi ini tingkat kunjungan ke Bukittinggi menurun 25 persen, sedangkan 75 persen masih baik. “Jadi sekarang tingkat kunjungan sekitar satu jutaan, kalau sebelum covid mencapai 1.932 orang sesuai dengan data per Februari,” ungkap Erman.

Anggota DPR RI Andre Rosiade yang menginisiasi pertemuan itu, menjelaskan, bahwa langkah memfasilitasi kepala daerah tersebut merupakan sebagai bentuk komitmen sebagai kader Gerindra dalam memberikan manfaat kepada masyarakat Sumbar.

Tujuan pertemuan tersebut untuk percepatan pembangunan Sumbar terutama disektor Koperasi dan UMKM sehingga masyarakat Sumbar dapat merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi yang disumbangkan sector tersebut.

“Kami anggota DPR RI ini jadi dutanya Sumbar. Hari ini hadir kepala daerah dengan berbagai warna, ini bentuk kerja nyata kami agar terjadi percepatan pembangunan di Sumbar. Kami ingin melakukan kolaborasi agar terjadi percepatan pembangunan di Sumbar. Kita tahu bahwa pergerakan ekonomi Sumbar salah satunya karena UMKM. Sementara saat ini APBD Sumatera Barat maupun APBD Kabupaten/ kota terkena covid tentunya Sumbar butuh uluran tangan pemerintah pusat, harapannya dengan bantuan BLT UKM dari Menteri Koperasi dan UKM perekonomian Sumbar segera bergerak,” ungkap Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu.

Sementara, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki cukup memahami kondisi saat ini dan mengatakan akan membantu melalui program-program pemulihan ekonomi yang diluncurkan.

“Memang dari catatan kami rata-rata omset turun, kemudian punya masalah dengan produksi, punya masalah dengan distribusi dan punya masalah dengan pembiayaan. Untuk itu sejak tahun lalu kami meluncurkan program pemulihan ekonomi nasional, ada banyak program yang bisa diakses langsung oleh kepala daerah. Kita sekarang mau fokus pada koperasi produksi, bukan lagi di koperasi yang simpan pinjam. Di Bukittinggi saya rasa bagus, di kampungnya Bung Hatta usaha-usaha mikro ini dikonsolidasi dalam koperasi sehingga bukan lagi usaha-usaha perorangan tetapi usaha kolektif koperasi dan masuk dalam usaha ekonomi,” ujar Teten.

Kemudian Teten juga berkomitmen akan memperbanyak KUR (Kredit Usaha Mikro), pengembangan permodalan UMKM, dana bergulir, koperasi produksi, dan UMKM Center yang diusulkan untuk dianggarkan. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional