Close

Pemuda Pengangguran Curi Motor di Kedai Tuak, Daerah Kota Payakumbuh

PENCURI MOTOR—Pelaku BP (18) diinterogasi penyidik di Mapolres Payakumbuh usai ditangkap atas kasus pencurian sepeda motor.

PAYAKUMBUH, METRO–Jajaran Satreskrim Polres Payakumbuh menang­kap seorang remaja berinsial BP (18) asal Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, karena terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor yang terparkir di depan warung tuak.

Pelaku BP, sempat berusaha menghilang usai me­lakukan aksinya. Tapi, Polisi yang mendapat laporan dari korbannya, berhasil membekuknya ketika berada di Lapangan Bola Mahad Kecamatan Payakumbuh Barat tanpa perlawanan.

Hanya saja, saat ditangkap, Polisi tak menemukan adanya sepeda mo­tor yang dicuri pelaku. Polisi pun langsung menginterogasi pelaku hingga akhirnya sepeda motor yang dicuri pelaku ditemukan mes­ki telah dijual kepada orang lain.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim, AKP Akno Pilindo mengatakan, tersangka BP melakukan aksi pencurian di Kawasan Pa­sar Ibuah pada bulan Juli di parkiran kedai tuak. Saat itu tersangka melihat sepeda motor tidak terkunci stang dan langsung membawa kabur sepeda motor tersebut.

“Tersangka melakukan aksinya ketika korban sedang asyik minum tuak di kedai itu. Kebetulan, korban lupa mengunci stang sepeda motornya, sehingga tersangka dengan mu­dah mem­bawa kabur sepeda motor korban,” kata AKP Akno Pilindo, Rabu (24/11).

Mantan Kapolsek Guguak itu juga menambahkan, usai berhasil membawa sepeda motor korban dari kedai Miras itu, tersangka menghidupkan mo­tor itu dengan cara memutus tali kontak dan menyambungkan kembali. Se­peda motor tersebut dijual tersangka dengan harga Rp 1,5 juta.

“Hingga kini tersangka dan BB satu unit sepeda motor hasil kejahatannya masih diamankan di Ma­polres Payakumbuh . Mengantisipasi terus terjadinya aksi Curanmor, pihak kepolisian terus mengingatkan masyarakat khususnya pemilik kendaraan untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Sementara tersangka BP saat menjalani pemeriksaan lanjutan menyebutkan bahwa uang hasil kejahatan itu ia gunakan untuk mabuk-mabukan dan mem­beli pakaian.

“Motor hasil curian itu saya jual kembali pak, uang­nya saya gunakan un­tuk membeli tuak dan pakaian. Selain di Ibuah, saya juga pernah mencuri di Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang saat acara pesta,” ucapnya. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top