Menu

Pemuda menjadi Bagian Penting dalam Pengawasan Pilkada

  Dibaca : 134 kali
Pemuda menjadi Bagian Penting dalam Pengawasan Pilkada
PARTISIPATIF PILKADA— Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh M.Khadafi saat membuka acara partisipatif pengawasan Pilkada Serentak 2020.

KUBUGADANG, METRO
Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat Kota Payakumbuh dalam setiap tahapan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar tahun 2020 yang akan digelar 9 Desember 2020 nanti, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Payakumbuh, kembali menggandeng kelompok masyarakat/ormas untuk mengajak agar mereka terlibat aktif dalam Pengawasan Pemilu.

Beberapa waktu sebelumnya, dalam meningkatkan Partisipatif masyarakat, Bawaslu menggandeng tokoh adat, agama, bundo kandung, pers dan berbagai unsur lainnya. Kini, kegiatan serupa, Rapat Koordinasi (rakor) kembali digelar di Kantor Bawaslu, Senin (21/9).

Kegiatan yang diikuti belasan peserta dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Payakumbuh, Kepolisian dan Pers itu menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya, dari Bawaslu Kota Payakumbuh, akademisi serta dari kalangan pers.

Ketua Bawaslu, M. Khadafi dalam sambutannya menyebutkan bahwa peranan pemuda sangat penting dalam setiap tahapan Pilkada, sehingga tercipta Pilkada tahun 2020 yang berkualitas.

“Pemuda (KNPI) harus aktif dan menjadi bagian penting dalam pengawasan Pemilu Partisipatif pada Pilkada 2020 ini. Kita memandang KNPI sebagai intelektual muda yang menjadi magnet dan menjadi perhatian banyak pihak. Sehingga KNPI, harus ikut dan aktif dalam mengawasi agar pergantian kekuasaan bisa berjalan sesuai rel,” harap M. Khadafi.

Mantan ketua KPU Kota Payakumbuh itu juga menambahkan, kawan-kawan KNPI yang mungkin tergabung dalam Tim Pasangan Calon juga bisa menyampaikan kepada Bakal Pasangan calon untuk berbuat sesuai undang-undang dalam merebut kekuasaan.

”Jadikan momentum ini untuk menyampaikan kepada pasangan calon jika kawan-kawan KNPI ada yang tergabung dalam pasangan calon. Ingatkan mereka jangan halalkan berbagai cara dalam merebut kekuasaan,” harapnya.

Potensi pelanggaran Pilkada cukup besar terjadi selama Pandemi Covid-19 ini, sebab banyak warga yang terdampak secara ekonomi. Mereka tentu akan digoda dengan berbagai cara, baik dengan materi maupun lainnya. Namun mereka juga harus tahu bahwa, pemberi dan penerima juga bisa diberikan sanksi. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional