Menu

Pemuda Katolik Siap Ikuti Rapimpurda KNPI Sumbar

  Dibaca : 89 kali
Pemuda Katolik Siap Ikuti Rapimpurda KNPI Sumbar
FOTO BERSAMA—Ketua Pemuda Katolik Komda Sumatera Barat, Gokma Toni Parlindungan foto bersama usai kegiatan.

PADANG, METRO–Ketua Pemuda Katolik Komda Sumatera Barat, Gokma Toni Parlindungan mengapresiasi dan mengu­capkan selamat atas Ra­pim­purda  DPD KNPI  Su­matera Barat (25-27 Agus­tus 2021) di Tua Peijat, Men­tawai yang dihadiri oleh Pemuda Katolik bersama perwakikan OKP se-Sum­bar, dan DPD KNPI Kabu­paten/Kota. Dari pelak­sanaan Rapimpurda DPD KNPI Sumbar ini Gokma mengharapkan mem­beri­kan dampak positif bagi masyarakat Mentawai.

Menurutnya, sebagai kepulauan yang memiliki aset pariwisata berkelas dunia, mentawai juga me­miliki potensi lainnya. Sa­lah satunya seni budaya  tato yang diakui sebagai tato tertua di dunia. Masih banyak yang tidak me­nyadari Bumi Sikerei  ada­lah “emas”nya  pariwisata dan budaya yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

Bupati Mentawai, Yu­das Sabaggalet, SE, MM dalam sambutannya pada acara pembukaan Rapim­purda mengatakan bahwa  Mentawai masih berstatus sebagai daerah tertinggal (3T) di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan semua pihak sangat diharapkan untuk merubah status ter­sebut.

Menanggapi hal itu,  Gokma mengatakan bah­wa itu adalah “PR”  bagi Pemuda khususnya OKP yang berhimpun  dalam wadah DPD KNPI Su­ma­tera Barat.

”Jika kita ingin Men­tawai keluar dari status 3T perlu ada keseriusan ber­sama. Tidak saja kese­riusan Pemerintah Kabu­paten, tapi keseriusan Pe­me­rintah Provinsi Suma­tera Barat dan Pemerintah Pusat demi percepatan pembangunan dan pening­katan sosial ekonomi yang juga harus di dukung oleh kita sebagai Pemuda. Ka­rena selain Mentawai me­ru­pakan daerah kepulauan yang harus memiliki stra­tegi khusus dalam pem­bangunan segala sektor, mentawai juga memiliki Pendapatan Daerah yang masih minim,” ujar Gokma.

Namun demikian me­nurutnya,  bumi sikerei ini masih menyimpan keka­yaan “emas” Yang belum di rasakan mamfaatnya oleh masyarakat Men­ta­wai.

Dalam kesempatan ini Gokma menyampaikan a­gar industri 4.0 yang meru­pakan “Pabrik Cerdas”  Harus di “genjot”.  Yakni melalui pengadaan jari­ngan internet yang merata di Mentawai  dan me­ning­katkan kualitasnya. Saat ini internet sangat dibutuhkan oleh semua kalangan ma­syarakat, baik sektor pen­didikan, juga sektor lainnya seperti sektor ekonomi dan pariwisata.

”Hal sederhana saja misalnya, masyarakat lo­kal melalui media sosial, walau hanya berfoto selfie di  destinasi wisata/budaya kemudian memposting da­lam akun pribadi med­sos­nya, ini sudah merupakan salah satu bentuk parti­sipasi masyarakat dalam promosi wisata/budaya yang ada di bumi sikerei.  Belum lagi sektor pe­ning­katan informasi dan pen­didikan, bahkan perda­ga­ngan via online. Industri 4.0  memiliki kemampuan un­tuk berproses lebih cepat, he­mat biaya, inovatif dan ti­dak terbatas oleh ruang dan waktu,” ulasnya lagi.  (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional