Menu

Pemuda Berbaju Merah tewas Bersimbah Darah

  Dibaca : 1857 kali
Pemuda Berbaju Merah tewas Bersimbah Darah
Rektor Prof. Dr. Novesar Jamarun bersama pejabat tinggi ISI Padangpanjang.
IMG_0850

Tubuh Heru ditemukan bersimbah darah dengan beberapa luka tusukan benda tajam di tubuhnya, Selasa (24/5) malam, di depan pos ronda pemuda Kelurahan Parupuak Tabing, Padang. Korban diduga tewas dikeroyok.

PADANG, NETRO–Warga RT 10 Kelurahan Parupuak Tabing, Kecamatan Kototangah buncah, saat melihat sosok mayat pria bersimbah darah tergeletak di depan Pos Ronda Balai Pemuda, Selasa (24/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat ditemukan, korban yang diketahui beridentitas Heru (29), warga Pasir Jambak, Kelurahan Pasir Nantigo, dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi telentang, menggunakan baju kaos berwarna merah.

Darah segar menggenangi tubuh korban, dengan posisi kepalanya miring ke kanan, dan mata setengah terbuka. Di tubuh korban juga terdapat luka pada bagian punggung kanan, luka di kening kanan yang diduga akibat benda tajam.

Heru pertama kali terlihat oleh warga bernama, Banalu (57). Pria paruh baya ini kebetulan melewati pos ronda. Saat itu, Banalu kaget melihat seseorang berlumuran darah tergeletak di depan pos ronda. Ada sepeda motor terparkir di dekat tubuh korban yang sudah bersimbah darah.

“Saat itu saya lihat korban sudah tidak bergerak, dan saya yakin korban itu sudah meninggal. Saya langsung memberitahukan warga lain. Kami juga memberitahu aparat dari Polsekta Kototangah untuk datang ke lokasi,” ujar Banalu.

Kapolresta Padang AKBP Chairul Aziz melalui Kapolsek Kototangah, Kompol Jon Hendri mengatakan, belum diketahui apakah korban tewas setelah dikeroyok atau dirampok. Dari penyelidikan aparat, ditemukan sejumlah luka benda tajam di tubuh korban.

”Keterangan dari warga RT 10 Parupuak Tabing sudah kita ambil. Kasus ini masih kita selidiki,” kata Jon Hendri Rabu (25/5).
Dari keterangan Tim Identifikasi, saat olah TKP pada tubuh korban memang ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka aniaya pada kepala dan punggung korban, yang diduga akibat hantaman benda tajam, sehingga mengeluarkan darah segar.

”Setelah dilakukan olah TKP, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi atau visum dalam untuk mengungkap penyebab cara kematian. Sampai saat ini, kita belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Kami masih lidik,” ulasnya.
Mantan Kapolsek Padang Timur itu menjelaskan, untuk mengungkap kasus tersebut, pihaknya telah memeriksa beberapa orang saksi. Namun, dari keterangan mereka tidak ada yang melihat proses korban meninggal.

“Barang bukti yang kita amankan berupa pakaian korban. Lima orang saksi sudah diperiksa. Tetapi dari keterangan mereka tidak ada yang melihat langsung. Mereka hanya mengetahui setelah korban tergeletak dan sudah tidak bernyawa. Selain itu dari keterangan ibu korban, korban tidak satu rumah dengannya, dan sudah beberapa bulan terakhir tidak pulang,” ujar Jon.

Jon mengakhiri, setelah dilakukan visum dalam, nantinya korban akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.”Dari informasinya korban akan dikuburkan di kawasan Air Dingin, Lubukminturun,” pungkasnya.

Sementara itu, teman dekat korban, Hibat (18) sangat kaget ketika mengetahui Heru meninggal dunia dengan cara mengenaskan. Pemuda ini mengaku, jika korban adalah orang baik dan memiliki banyak teman. “Heru itu mudah akrab dengan orang. Ia sangat baik,” ungkap Hibat.
Hibat menyebut, mengatahui temannya meninggal dari short message service (SMS) yang dikirim temannya.

“Dua hari yang lalu saya pernah ketemu korban dan masih dengan baju yang digunakan korban saat ditemukan meninggal. Setahu saya tidak memiliki musuh atau masalah dengan orang lain. Korban juga tidak tinggal sama orang tuanya setahu saya,” kata Hibat. (rg)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional