Menu

Pemprov Sumbar Peduli Korban Banjir Bandang NTT, Besok Wagub Sumbar Berangkatkan 1 Ton Rendang

  Dibaca : 300 kali
Pemprov Sumbar Peduli Korban Banjir Bandang NTT, Besok Wagub Sumbar Berangkatkan 1 Ton Rendang
BERSAMA— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy.

PADANG, METRO
Banjir bandang yang terjadi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan keprihatinan bagi masyarakat Provinsi Sumbar.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir bandang di NTT, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar menyalurkan satu ton rendang.

Selain rendang, Pemprov Sumbar juga menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp750 juta untuk korban banjir bandang di NTT. Rencananya bantuan satu ton rendang dan uang tunai tersebut disalurkan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Audy Joinaldy, Kamis (15/4).

Ikut dalam rombongan kunjungan Wagub Sumbar tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, Kepala Biro Kerja Sama Pembangunan dan Rantau, Setdaprov Sumbar, Luhur Budianda, Kepala Biro Bina Mental dan Kesra, Setdaprov Sumbar, Syaifullah.

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengatakan, atas nama Pemprov Sumbar akan mengirimkan bantuan satu ton rendang yang merupakan makanan khas Sumatera Barat, kepada saudara-saudara di Provinsi NTT yang baru saja tertimpa musibah banjir bandang.

“Insya Allah, kami akan mengirimkan makanan khas Sumbar berupa rendang sebanyak 1 ton dan uang tunai sebesar Rp750 juta melalui Pemprov NTT. Nantinya penyaluran bantuan ini akan dikoordinasikan dengan Ikatan Keluarga Minang (IKM) di Provinsi NTT,” ujar Audy Joinaldy, Selasa (13/4) saat menerima bantuan rendang secara simbolis dari salah satu BUMD di Kantor Gubernur Sumbar.

Audy Joinaldy juga berharap agar masyarakat yang menjadi korban banjir bandang di Provinsi NTT agar tetap semangat menghadapi musibah banjir bandang ini. “Saudara-saudaraku di NTT tetap semangat, Insya Allah cobaan ini akan cepat berakhir. Kami akan selalu hadir untuk membantu saudara-saudaraku di NTT,” ujarnya.

Sementara, Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman, mengatakan, bantuan satu ton rendang dan uang tunai tersebut bersumber dari OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, bantuan dari Bank Nagari sebanyak 200 kilogram rendang.

Juga berasal dari program CSR PT Semen Padang sebanyak 200 kilogram rendang dan bantuan dari Baznas Provinsi Sumbar sebanyak 200 kilogram rendang. “Mudah-mudahan hari ini (Selasa, 13 April 2021-red) rendang sebanyak satu ton sudah mencukupi dan siap disalurkan Kamis, 15 April 2021 nanti,” harapnya.

Bantuan satu ton rendang ini nantinya didrop Kamis (15/4) lewat kargo. Jika kondisi cuaca di sana memungkinkan, rombongan Wagub Sumbar juga akan ikut berkunjung ke daerah-daerah pengungsian. “Untuk berkunjung ke lokasi pengungsian kita kordinasikan dengan dengan pemda setempat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, banjir bandang yang melanda NTT merupakan bencana alam yang mempunyai dampak paling besar dalam 10 tahun terakhir di provinsi tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, hampir seluruh daerah di NTT terdampak banjir bandang.  Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, dampak banjir yang cukup besar sebelumnya pernah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT pada tahun 2010.

Saat itu, banjir mengakibatkan 31 orang meninggal dunia, tujuh orang hilang, 27 luka-luka, dan 159 rumah rusak. Kemudian, pada tahun 2011 sempat terjadi banjir di Kabupaten Belu yang mengakibatkan 3.277 rumah dan 14 fasilitas umum rusak.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi melaporkan, hingga Minggu (11/4) malam, terdapat 177 korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan siklon tropis seroja di daerahnya. Sementara itu, Josef menyebut sebanyak 45 orang masih hilang dan masih dalam pencarian.

Adapun, 177 korban meninggal dunia tersebar di Kota Kupang enam orang, Kabupaten Flores Timur (72 orang), Kabupaten Malaka (tujuh orang), Kabupaten Lembata (47 orang), dan Kabupaten Ende (satu orang). Kemudian, di Kabupaten Sabu Raijua (tiga orang), Kabupaten Alor (28 orang), Kabupaten Kupang (12 orang), dan Kabupaten Sikka (satu orang).

Selain itu, 45 orang yang hilang rinciannya ialah dua orang hilang di Kabupaten Flores Timur, 22 orang hilang di Kabupaten Lembata, lima orang hilang di Kabupaten Sabu Raijua, 13 orang hilang di Kabupaten Alor, dan tiga orang hilang di Kabupaten Kupang.

Lebih lanjut, Josef mengaku, masih ada sejumlah wilayah di NTT yang terdampak bencana, namun belum dapat terjangkau oleh tim evakuasi karena kendala akses dan cuaca yang masih buruk. Salah satu tempat yang masih sulit diakses adalah Kabupaten Kupang.

Ia mengatakan, mulai besok pihaknya akan mengerahkan armada untuk menjangkau tempat tersebut. “Mulai besok kami akan kerahkan armada kami di sini untuk menuju tempat -tempat yang belum terjangkau,” ucapnya.

Sebelumnya, banjir bandang serta tanah longsor akibat siklon tropis seroja terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi NTT, pada Minggu (4/4). Banjir merendam ratusan rumah dan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah masih terus mengupayakan penanganan dampak bencana di NTT dan NTB. (fan/adv)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional