Menu

Pemprov Sumbar Gelar Shalat Istisqa dan Dzikir Akbar

  Dibaca : 638 kali
Pemprov Sumbar Gelar Shalat Istisqa dan Dzikir Akbar
BNI telah melakukan upaya percepatan penyaluran Bansos tersebut hingga bisa diterima masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia lebih awal.
Reydonnyzar Moenek

Reydonnyzar Moenek

PADANG, METRO–Menghadapi kondisi kabut asap yang semakin parah melanda Provinsi Sumbar, Pemprov Sumbar bersama, MUI Sumbar, Majelis Dzikir Babussalam Indonesia dan elemen masyarakat menggelar Shalat Istisqa’ dan Dzikir Akbar, Kamis, (29/10) di Masjid Raya Sumbar.

Pj Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek mengatakan, Shalat Istisqa’ dan Dzikir Akbar pukul 15.00 WIB besok, merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama, yang mengimbau seluruh pemerintah daerah yang terkena dampak kabut asap, agar melakukan Sholat Istisqa’ dan Dizkir Bersama.

“Kita meminta kepada Allah SWT, untuk menurunkan hujan. Karena datangnya hujan efektif mengurangi intensitas kabut asap. Jika asap berkurang, dapat membawa ketentraman  kepada masyarakat,” terang Reydonnyzar Moenek, kepada wartawan, Selasa (27/10).

Reydonnyzar Moenek mengapresiasi elemen masyarakat, MUI Sumbar dan Majelis Dzikir Babussalam Indonesia yang berinisiatif melaksanakan Sholat Istisqa’ dan Dzikir Akbar ini. Karena, apa yang dilakukan elemen masyarakat ini, merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bencana asap yang melanda masyarakat.

“Kita mengajak seluruh elemen masyarakat agar dapat menghadiri dan ikut melaksanakan sholat istisqa’ dan dzikir bersama ini, demi terhindar dari bencana asap ini. Semoga setelah kita berserah diri kepada Allah SWT, bencana asap dapat hilang, dan kita kembali hidup nyaman dan tentram,” harapnya.

Untuk mengatasi dampak dari kabut asap yang melanda Sumbar, saat ini, Pemprov Sumbar telah melakukan langkah antisipasi dampaknya, terutama terhadap kesehatan masyarakat. Langkah-langkah yang dilakukan, yakni mengeluarkan surat edaran kepada pemerintah kabupaten kota, agar mengambil kebijakan meliburkan anak-anak sekolah, jika kondisi asap semakin parah dan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dalam kondisi Sumbar yang diselimuti kabut asap yang cukup tebal ini, Reydonnyzar Moenek mengimbau, seluruh masyarakat Sumbar agar mengurangi aktivitas di luar rumah.  Langkah penanggulangan lain terhadap korban asap, yakni mengnstruksikan pemerintah kabupaten kota, agar membuka layanan rumah sakit dan puskesmas serta posko kesehatan, agar buka 24 jam.

“Kita sudah melakukan peninjauan ke RS di Kabupaten Tanah Datar dan salah satu puskesmas di sana. Ternyata, mereka sudah melaksanakan instruksi kita dengan baik. Mereka sudah memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam untuk korban asap,” terangnya.

Selain berserah diri kepada Allah SWT, agar terhindar dari bencana asap, Dzikir Akbar nanti, juga merupakan ungkapan rasa syukur atas, atas kebijakan Presiden RI Joko Widodo, yang menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan Hari Santri dilaksanakan melalui Deklarasi di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (22/10).

Pimpinan Pusat Majelis Dzikir Babussalam Indonesia H Boy Lestari Dt Palindih mengatakan, selain MUI Sumbar dan Pj Gubernur Sumbar, juga terlibat mengundang seluruh elemen masyarakat untuk mengikuti Sholat Istisqa’ dan Dizkir Akbar nanti, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Salman, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim.

Sholat Istisqa dan Dzikir Akbar juga dihadiri Kapolda Sumbar Brigjend Pol  Bambang Sri Herwanto, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Widagdo Hendro S, bupati dan wali kota se-Sumbar, jajaran PNS di seluruh SKPD Pemprov Sumbar, kabupaten kota, mahasiswa, santri pondok pesantren, LKAAM, Bundo Kanduang, ninik mamak, majelis taklim se- Kota Padang dan tokoh masyarakat dan pemuda se-Kota Padang.

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional