Menu

Pemprov Segera Sahkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, Pelanggar Bisa Dipenjara

  Dibaca : 168 kali
Pemprov Segera Sahkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru, Pelanggar Bisa Dipenjara
KONFRENSI PERS— Gubernur Irwan Prayitno konfrensi pers terkait terkait perkembangan Covid-19 Provinsi Sumatra Barat, Selasa (1/9).

PADANG, METRO
Berupaya menekan laju penambahan kasus positif Covid-19 di Sumatra Barat, Gubernur Irwan Prayitno memastikan segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Adaptasi Kebiasaan Baru bersama DPRD setempat. Tak tanggung-tanggung, dalam Perda yang akan disahkan itu, akan ada sanksi denda dan kurungan bagi pelanggar.

Irwan mengatakan, dalam penanggulangan dan penanganan Covid-19 di Sumbar, sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub), Peaturan Wali Kota (Perwako) maupun Peraturan Bupati (Perbub). Namun, semua peraturan itu dalam konteks sanksi administratif.

“Ternyata, sanksi tidak efektif untuk membiasakan dan memaksa masyarakat mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Untuk itu Insya Allah tanggal 11 September 2020 bersama DPRD, kita akan mengesahkan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru,” ungkap Irwan saat konferensi pers terkait perkembangan Covid-19 Provinsi Sumatra Barat, Selasa (1/9).

Dijelaskan Irwan, dalam perda yang dibahas secara maraton ini, terdapat sanksi yang bersifat mengikat. Dimana nantinya tetap akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat luas dan setelah masa sosialisasi selesai, mulai diterapkan aturan tersebut.

“Akan ada sanksi berupa denda dan kurungan, berapa besaran denda dan lamanya itu nanti akan diatur. Sekarang masih dibahas di DPRD Sumbar. Perda ini penting untuk membiasakan masyarakat dengan kebiasaan baru,” ungkapnya.

Selain itu, Irwan juga memastikan selama vaksin belum ditemukan, penambahan kasus positif akan tetap ada. Namun pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memaksimalkan seluruh potensi yang ada.

“Semua sudah berjalan on the track. Testing, tracking, isolasi dan karantina tetap berjalan, termasuk penyediaan fasilitas rumah sakit,” jelasnya.

Disinggung tentang penambahan kasus positif dalam beberapa hari terakhir, Irwan menegaskan, secara keseluruhan Provinsi Sumbar masuk dalam kategori sedang.

“Kalau zona, untuk hari ini tinggal Mentawai yang zona hijau. Zona merah itu udah masuk Kota Padang dengan resiko tinggi,” ujarnya.

Meski demikian dari beberapa indikator pengendalian, tutur Irwan, seperti testing rate, insiden rate maupun positif rate, Sumbar cenderung masih terkendali. Bahkan positif rate masih terendah se-Indonesia.

“Walaupun positif bertambah banyak, tapi positif rate 2,16%, dengan kata lain paling rendah secara nasional,” ucapnya.

Indikator lainnya adalah tingginya kapasitas pemeriksaaan spesimen laboratorium di Sumatera Barat. Dimana dengan keterbatasan sumber daya, angka testing rate Sumbar berada dibawah DKI Jakarta yang notabene merupakan ibukota negara yang mempunyai peralatan super lengkap.

“Meski selisih sedikit, data pemeriksaan dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand menunjukkan, jumlah sample dalam satu hari nomor dua terbanyak setelah DKI Jakarta. Laboratorium kita bisa menerima dan memeriksa spesimen diatas tiga ribuan dalam satu hari,” ujar Irwan.

Disiplin Protokol Kesehatan
Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dokter Andani Eka Putra mengatakan, ada dua metode penanganan yang dilakukan untuk menekan penambahan kasus positif Covid-19. Pertama, bagaimana orang pada tindakkan terkonfirnasi dengan testing, tracking, treatment dan isolasi.

“Kedua, langkahnya bagaimana orang tidak terkonfirmasi adalah dengan menerapkan pola hidup baru disiplin protokol kesehatan, terutama pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak,” ungkap Dokter Andani.

Dijelaskan Dokter Andani, saat ini jumlah sampel yang masuk sudah melebih 4000 sampel dan saat ini kita sudah kerja dari pagi ke pagi hampir sudah dirasa siang hari saja. Hasil hari ini maksimal baru 3500 sampel perhari.

“Kita sudah mengirim surat ke kementeriam kesehatan dan BNPB untuk menambah peralatan dan perlengkapan untuk meningkat produktif labor FK Unand agar mampu melayani 4000 -5000 sampel perhari,” harapnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional