Menu

Pemprov Ikuti Taklimat MUI Sumbar, Shalat Idul Adha Boleh di Masjid, Wagub: Harus Terapkan Prokes Ketat

  Dibaca : 158 kali
Pemprov Ikuti Taklimat MUI Sumbar, Shalat Idul Adha Boleh di Masjid, Wagub: Harus Terapkan Prokes Ketat
RAPAT SATGAS— Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy saat memimpin rapat Satgas Covid-19 dengan Bupati/Wali Kota se-Sumbar secara virtual.

PADANG, METRO–Di masa Pemberlakukan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat (PPKM), Pemprov Sumbar membolehkan masyarakat melak­sa­­nakan ibadah Idul Adha di masjid dan di lapangan. Namun dengan catatan memberlakukan protokol kesehatan (pro­kes) Covid-19 dengan ketat.

Wakil Gubernur (Wa­gub) Sumbar, Audy Joi­naldy mengatakan, Pem­prov Sumbar  akan mengi­kuti taklimat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, yang membo­leh­kan beribadah di masjid dengan pemberlakuan pro­kes ketat.

“Kita ikuti poin-poin pembatasan yang diarah­kan oleh pemerintah pusat kecuali pelaksanaan iba­dah. Kita ikuti sesuai takli­mat MUI Sumbar. Kita min­ta MUI memberikan eda­ran kepada seluruh pe­ngurus masjid, untuk me­mastikan protokol keseha­tan berjalan dengan be­nar,” kata Audy, usai rapat Satgas Covid-19 dengan Bupati/Wali Kota se-Sum­bar secara virtual dari Padang, Senin (12/7).

Audy juga mengi­ngat­kan, dalam taklimat  MUI Sumbar itu juga mengata­kan, masyarakat yang ce­mas akan tertular virus ketika beribadah di masjid, boleh untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing. “Jadi kita serahkan kepada masing-masing individu,” katanya.

Dalam penerapan pro­tokol kesehatan yang ketat, Audy mengatakan, agar setiap jamaah yang masuk ke masjid harus mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. “Saat pandemi Covid-19, semua wajib memakai masker, protokol kesehatan harus ketat di masjid, Fatwa  dan Taklimat MUI-nya sudah ada. Kita menyesuaikan, pengawasannya harus ke­tat,” ujarnya.

Ia meminta semua pe­ngurus masjid harus ekstra maskimal melakukan pe­nga­wasan dengan mem­perhatikan pelaksanaan prokes. “Bagi jemaah yang tidak patuhi prokes, jangan diizinkan masuk ke mas­jid,” tegasnya.

Seperti diketuahi, MUI Sumbar telah mengeluar­kan Maklumat, Taujihat dan Tausiyah Nomor: 003/MUI-SB/VII/2021. Dijelas­kan dalam maklumatnya, peniadaan kegiatan ibadah di rumah ibadah tidak bisa disetujui dan diterima se­ba­gai landasan kebijakan di Sumbar. Sebab kecilnya potensi terjadinya keru­munan tersebut.

Bila peniadaan kegiatan ibadah tetap dipaksakan maka akan berakibat hi­lang­nya kepercayaan ma­sya­rakat khususnya umat Islam terhadap usaha pe­ngen­dalian wabah Covid-19.

Agar jangan sampai kegiatan ibadah menim­bulkan sikap memandang enteng kondisi wabah yang sedang terjadi, maka ke­gia­tan berjamaah yang dila­kukan oleh kaum musli­min, baik di masjid maupun di luar masjid. Begitu pula di tempat-tempat ber­him­punnya masyarakat, harus dengan tetap menjalankan prokes secara disiplin.

Termasuk dalam pro­kes itu adalah menjaga jarak di saat berada di dalam masjid kecuali ketika menunaikan salat berja­maah. Di mana kaum mus­li­min dituntut merapatkan shaf untuk kesempurnaan shalat sebagaimana tuntu­nan Rasulullah SAW.

Namun dengan mema­kai masker untuk mengu­rangi risiko penularan Co­vid-19. Kegiatan lainnya seperti dalam mende­ngar­kan khutbah, dilakukan de­ngan menjaga jarak serta memakai masker. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional