Menu

Pemprov Dorong Lahan Tidur Ditanami Jagung

  Dibaca : 82 kali
Pemprov Dorong Lahan Tidur Ditanami Jagung
Ilustrasi- Lahan Tidur Ditanami Jagung

LUKI, METRO
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar akan kembali mendorong masyarakat manfaatkan lahan kosong. Lahan itu diarahkan untuk ditanam dengan komoditi jagung guna menunjang perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung,

“Upaya kita membangkitkan perekonomian masyarakat adalah dengan memanfaatkan lahan kosong. Sebab selama ini cukup banyak lahan kosong di Sumbar, ini nanti akan kita bantu traktor dan bibit,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal, kemarin.

Ia menambahkan, lahan tidur atau lahan kosong di Sumbar kini mencapai 200.000 hektare dan berpotensi dikelola khususnya untuk tanaman jagung. “Kita memang sediakan bantuan bibit dan alat untuk mengolah. Sehingga masyarakat lebih produktif. Tahun 2021, selain program peningkatan ekonomi masyarakat, kita juga akan dukung program pertanian dari gubernur baru,” tandasnya.

Ia menjelaskan, produksi jagung di Sumbar pada 2020 sebanyak 935.716 ton. Jumlah itu kurang 59.465 ton dari target produksi yang mencapai 995.201 ton. Dikatakannya, melihat realisasi dari target produksi yang hanya 94,02 persen, maka untuk tahun 2021 target produksi jagung di Sumbar tidak jauh berbeda dengan tahun 2020.

“Memang untuk jagung kita tidak mencapai target. Karena ada lahan sawah yang digunakan sebelumnya untuk bertanam jagung, ternyata di tahun 2020 sawah itu sudah bisa dialiri air, sehingga petani kembali menanam padi,” bebernya.

Diakuinya bahwa cukup banyak perkebunan jagung di Sumbar yang lahannya itu dulunya adalah sawah tadah hujan. Dari pada membiarkan sawah ditumbuhi ilalang, maka petani pun memilih untuk bertanam jagung.

Tapi di tahun 2020, ternyata ada sawah tadah hujan untuk tidak lagi ditanami jagung, melainkan kembali bertanam padi. Sebab ada beberapa daerah yang berhasil membuat irigasi, sehingga sawah yang tadi tadah hujan, kini sudah punya irigasi yang bagus.

“Di satu sisi kita senang, sawah yang dulu kering, kini sudah dialiri air, dan tidak lagi mengharapkan hujan. Artinya produksi padi di Sumbar bisa digenjot. Tapi di sisi lain, dampaknya itu produksi jagung jadi lebih sedikit,” ujarnya.

Padahal kebutuhan jagung di Sumbar cukup besar yakni sebesar 1,2 juta ton per tahunnya. Kini dengan adanya produksi jagung yang tidak sampai 1,2 juta ton, membuat Sumbar minus 200.000 ton lebih per tahunnya.

Diakuinya bahwa selama ini produksi jagung di Sumbar tak sampai 1 juta ton per tahunnya. Kendati kebutuhan jagung di Sumbar tidak mencukupi dari produksi yang ada, namun dari Pemprov Sumbar akan lebih serius untuk menggerakan pengelolaan lahan tidur pada tahun 2021 ini. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional