Menu

Pemko Tak Adil, Pedagang Petak Bagonjong Tuntut Hak

  Dibaca : 1121 kali
Pemko Tak Adil, Pedagang Petak Bagonjong Tuntut Hak
BERBINCANG— Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berbincang dengan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Rumah Sehat Covid-19 di Kampus II FIK UNP, melalui video call.
pasar raya barat

Pasar Raya Padang.

PASAR RAYA, METRO–Ucapan tidak adil dilontarkan oleh beberapa orang pedagang eks petak bagonjong Pasar Raya Padang kepada Pemko Padang. Pasalnya, sampai saat ini Pemko dinilai tak memperhatikan nasib mereka yang juga sama-sama korban gempa.

“Yang diurus sekarang cuma pedagang inpres II, III dan IV saja. Sementara kami dari pedagang petak bagonjong sam sekali tak diingat,” ujar Idas (40), pedagang eks petak Bagonjong.

Kini, Idas mengaku berdagang pisang di jalanan Pasarbaru, sementara dulu dirinya memiliki petak batu yang resmi di petak Bagonjong. Dijelaskan Idas, petak batu Bagonjong dulunya berada pada posisi di depan bangunan eks Inpres II dan menghadap ke jalan Sandang Pangan. Disana dulunya ada sekitar 48 pedagang  buah, kelapa dan komoditi lainnya.

Namun, saat Pemko sibuk mengurus dan menyelamatkan pedagang eks Inpres I, II, III dan IV, pedagang petak Bagonjong malah diabaikan. “Pemko ini samo mambalah batuang. Ciek dipijakan. Ciek dianjuangan. Padahal posisi kami dulu berdekatan dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pedagang Eks Inpres II. Kami juga korban gempa,” ujarnya.

Dia berharap, ke depan Pemko mulai memikirkan nasib pedagang petak bagonjong karena selama ini mereka juga menderita dan berdagang dengan cara berpencar. “Kawan-kawan ambo banyak  dulu. Kini antah dimano. Manggaleh terpencar-pencar,” ujarnya.

Pedagang petak Bagonjong lainnya, Ijah mengatakan, dulunya dia berdagang pisang di petak Bagonjong. Setelah gempa dirinya tetap berjualan pisang, tapi di jalan Pasarbaru. Ketika bangunan Blok II dan III serta IV nanti selesai, pedagang petak Bagonjong terang dia sama sekali tak memiliki hak atas petak batu mereka lagi. “Kemana hak-hak kami. Kok mereka saja yang diperhatikan.Sementara kami tidak,” ujarnya.

Tinggal Penempatan Saja

Kepala Bappeda Kota Padang, Ervan Bahar mengatakan, bangunan blok I, II, III dan IV yang dibangun di pasar dari segi luas lantai, sudah melebihi jumlah kios dan los sebelum gempa. Semua pedagang yang kini berjualan di jalan bisa ditampung oleh empat gedung tersebut, termasuk pedagang petak batu Bagonjong.
Mereka kata Ervan merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan pedagang pasar Blok II.

“Apapun  bangunan yang ada dalam pasar sudah diakomodir dengan bangunan blok I, II, III dan IV. Tinggal penempatan saja,” ujar Ervan.
Persoalan penempatan ini menurutnya tergantung pada kesepakatan pedagang dengan difasilitasi oleh Dinas Pasar. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional