Close

Pemko Solok Kaji Sistem Transportasi Akses Agrowisata Payo

KAJIAN SISTEM— Wako Solok Zul Elfian memimpin rapat membahas kajian sistem transportasi mendukung akses menuju kawasan wisata yang dilakukan Pemko Solok.

SOLOK, METRO–Pemerintah Kota (Pemko) Solok melalui Badan Penelitan dan Pe­ngembangan (Balitbang) Kota Solok melaksanakan Penyusunan Kajian Sistem Transportasi Pendukung Pengembangan Kawasan Agrowisata Payo. Langkah ini dalam u­paya meningkatkan aksesibilitas agrowisata Payo. Se­hingga bisa diakses pengunjung dengan mudah.

“Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Solok dalam mendukung pengembangan kawasan agrowisata Payo. Untuk mendukung serta menunjang kedatangan wisatawan perlu akses transportasi,” ujar Wali Kota Solok, Zul Elfian, kemarin.

Kegiatan tersebut turut hadir Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Unand. Rombongan dipimpin Dr Yosrizal. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Jonnedi, Kepala Dinas Pariwisata, serta OPD terkait.

Kajian ini terlaksana atas kerja sama Balitbang Kota Solok dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (LPPM Unand) Padang dan melibatkan Tim Teknis dari ber­bagai O­r­ganisasi Perangkat Dae­rah (OPD) terkait.

Dalam arahannya, Zul Elfian menjelaskan bahwa Payo merupakan sebuah kawasan agrowisata yang terletak di atas perbukitan dengan ketinggian 900 mdpl. Kawasan ini masih perlu dikembangkan, salah satu caranya melalui perbaikan sistem transportasi menuju Agrowisata.

Kawasan Payo yang berjarak 4,6 km dari pusat kota Solok menjadi salah satu harapan dalam pengembang sektor pariwisata. Oleh karena itu, dibutuhkan Pe­nyusunan kajian sistem transportasi pendukung pengembangan kawasan Agrowisata Payo.

Zul Elfian Umar berharap kajian ini dapat memberikan dampat yang positif bagi pembangunan Kota Solok di Sektor pariwisata.  “Semoga hal ini berdampak positif terhadap kunjungan wisata ke kota solok dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, aksesibilitas tidak dapat terpisahkan dari destinasi pariwisata, saya juga berharap nantinya  juga ada oleh oleh yang khas di agrowisata payo agar menarik wisatawan berkunjung, seperti kopi dan sayuran organik” ungkap Zul Elfian.

Sebelumnya Kaban Balitbang menjelaskan skedule Pelaksanaan Rekomendasi meliputi, Penge­rasan Bahu jalan, peningkatan Aspek Keselamatan, menambah da­ya tarik lokasi agrowisata, pengembangan lokasi parkir, dan pengoperasian mobil wisata. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top