Menu

Pemko Siap Hadapi Tatanan Kehidupan Baru

  Dibaca : 272 kali
Pemko Siap Hadapi Tatanan Kehidupan Baru
VIDCON—Wako Solok Zul Elfian saat mengikuti vidcon bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno untuk membahas penerapan New Normal.

SOLOK, METRO
Wali Kota Solok H. Zul Elfian mengatakan, Kota Solok siap memasuki tatanan kehidupan baru (new normal). Namun menurutnya, karena Provinsi Sumbar merupakan suatu kesatuan, meskipun saat ini Kota Solok sudah zona hijau, namun Kota Solok akan tetap mendukung daerah lain yang masih zona merah.

Dalam kondisi ini Zul Elfian menyarankan, adanya Peraturan Gubernur untuk memberikan sanksi/denda bagi masyarakat yang tidak menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19. Para ASN di Pemerintah Kota Solok yang berdomisili di Kota Padang, Zul Elfian meminta agar bisa dititipkan sementara waktu di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Karena ditakutkan, para ASN dapat menjadi Carrier baru yang membuat Imported Case Covid-19 bagi Kota Solok,” ujar Zul Elfian.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno akan mempercepat mengekuarkan Pergub. Namun dalam kondisi darurat bisa dibuat Perwako terlebih dahulu.

Untuk usulan ASN yang masih bolak-balik dari Kota Padang ke Kota Solok, gubernur akan membahas dengan Asisten 3 Provinsi Sumbar. “Bagaimanapun, kita harus menghindari import case yang dikhawatirkan dibawa oleh ASN sebagai Carrier positif Covid-19 bagi daerah lain,” jelas Zul Elfian.

Ketika Zul Elfian, mengikuti Video Conference (Vicon) penetapan Penerapan Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, bertempat di E-Gov Monitoring Room Balaikota Solok, Minggu (7/6) kemarin, 16 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat masuk ke Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19 mulai hari ini, Senin 8 Juni 2020.

Sebelumnya, Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr.

dr. Andani Eka Putra, M.Sc menyebutkan, Kasus positif PDP di Sumbar sangat rendah, namun ODP dan OTG positif yang banyak. Jumlah pemeriksaan di Sumbar sampai saat ini 0,43% dari jumlah penduduk, sedangkan data nasional jumlah pemeriksaan baru pada angka 0,084 persen. Pemeriksaan di Sumbar hampir menyerupai pemeriksaan di Korea Selatan.

Adapun tiga pilar utama menuju new normal ialah epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, serta pelayanan kesehatan. “ Hal yang paling difokuskan saat ini adalah kapan kita akan sampai pada fase erupsi, dan bisakah kita memutus mata rantai sebelum erupsi. Fase erupsi itu akan terjadi apabila orang positif Covid-19 bebas berkeliaran. Untuk itu, langkah antisipasi kita di Provinsi Sumatera Barat sudah cukup baik,” tegas Dr.Andani. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional