Menu

Pemko Sawahlunto Luncurkan Program SILO dan Salon, Upaya Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

  Dibaca : 114 kali
Pemko Sawahlunto Luncurkan Program SILO dan Salon, Upaya Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 

SAWAHLUNTO, METRO–Pemko Sawahlunto me­­launching dua program Sekolah Istri Teladan Sa­wahlunto (SILO) dan Sera­sehan Calon Pengantin (SALON). Dua program tersebut kolaborasi Pem­ko Sawahlunto dengan TP-PKK serta GOW Kota Sa­wahlunto yang bertujuan untuk pemberdayaan eko­nomi keluarga, dilun­cur­kan secara resmi  Asisten Deputi Bidang Pemenu­han Hak Anak Atas Pe­ngasuhan Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perem­puan dan Perlindungan Anak RI, Rohika Kurniadi Sari, di Hall Ombilin, Sabtu (26/6).

Sekolah Istri Teladan Sawahlunto (SILO), se­perti yang dilaporkan Ke­pala Dinas Sosial, Pem­berdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Pe­rem­puan dan Perlin­du­ngan Anak (Dinsos PMD – PPA), Efriyanto, adalah program pendidikan dan pelatihan bagi para wanita di Sawahlunto yang telah menikah. Kemudian pen­didikan dan pelatihan itu, mereka akan diedukasi bagaimana mendampingi suami dengan baik, men­jaga dan mengelola rumah tangga, sampai menga­suh dan merawat anak – anak.

“SILO ini nanti akan kita laksanakan di seluruh desa dan kelurahan. Se­mentara untuk permulaan saat ini kita laksanakan di 8 desa. Setiap desa itu ada 20 orang perwakilan yang mengikuti, para per­wa­kilan setiap desa ini kita dampingi dengan 2 orang motivator/fasilitator,” ka­ta Efriyanto, dalam pelun­curan (launching) SILO dan SALON.

Ditambahkan Efri­yan­to, persyaratan untuk da­pat menjadi peserta SILO ini adalah wanita yang sudah menikah dan mak­simal batas usia yakni 45 tahun. Kemudian juga su­dah memiliki anak yang usia anak tersebut mak­simal 18 tahun.  “Yang pasti, untuk mengikuti kegiatan SALON ini harus dengan persetujuan dan izin dari suami peserta yang bersangkutan,” kata Efriyanto.

Ketua Gabungan Or­ga­nisasi Wanita (GOW) Kota Sawahlunto, Ny Nel­das­wenti Zohirin Sayuti menyampaikan, kegiatan ini tidak memungut biaya kepada para peserta atau gratis. “Ini kegiatannya gratis. Malahan nanti ka­lau sudah tamat/wisuda, pesertanya akan kita be­rikan penggantian uang transportasi. Itu diang­garkan melalui Pemerin­tah Desa (Pemdes) ma­sing – masing, diserahkan saat wisuda atau kegiatan pembelajaran sudah sele­sai,” sebut Ny Neldas­wenti.

Kegiatan SILO ini, me­nurut Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto, Ny Meyvita Deri Asta, merupakan wujud perhatian perhatian dan dukungan Pemko ber­sama TP – PKK dalam mengoptimalkan peran strategis dari para ibu dalam pembangunan. “Ha­rus kita sadari bersama, bahwa kelanjutan pemba­ngunan Kota Sawahlunto itu turut dipegang oleh ibu – ibu. Maka, member­dayakan ibu – ibu juga merupakan langkah da­lam menjaga kelanjutan pembangunan kota ini,” kata Ny Meyvita.

Meyvita mengatakan, dengan meningkatnya pengetahuan dan kete­ram­pilan ibu – ibu dalam mendampingi suami de­ngan baik, menjaga dan mengelola rumah tangga, sampai mengasuh dan merawat anak – anak, itu akan berdampak besar terhadap lingkungan, sam­pai kemudian pada kota, bangsa dan negara.

Kegiatan SILO dan SA­LON ini mendapat duku­ngan penuh dari Pemko Sawahlunto, disampaikan Walikota Deri Asta ke­giatan ini termasuk penj­a­baran dari visi dan misi Pemko Sawahlunto. “Da­lam membentuk ketaha­nan keluarga yang tang­guh, kemudian penga­suhan yang berku­alitas bagi anak, dalam mela­hirkan generasi emas yang cerdas, unggul dan be­rakhlaq mulai. Tujuan ini akan kita capai melalui langkah – langkah, salah satunya SILO dan SALON ini,” ujar Deri.

Program ini, kata Deri Asta, telah disinergikan dengan Pemerintah Desa, sehingga semakin optimal daya jangkau dan manfaat yang bisa didapatkan. Tidak menutup kemung­kinan juga bisa disiner­gikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, ataupun lembaga/instansi yang terkait. “In­tinya, dari Pemko kita pastikan dukung terus dan akan melakukan monitoring pelaksanaan dari SILO dan SALON ini,” kata Deri.

Munculnya program SILO dan SALON dari Kota Sawahlunto ini me­nuai apresiasi dan pujian dari Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluar­ga dan Lingkungan Ke­men­terian Pem­berda­ya­an Perempuan dan Perlin­dungan Anak RI, Rohika Kurniadi Sari. Rohika m­e­nyebutkan, masih sedikit kota/kabupaten di Indonesia yang memiliki i­novasi program dalam mening­katkan kapasitas ibu – ibu.

“Apresiasi dari kami untuk Sawahlunto, ini te­lah menunjukkan komit­men yang nyata dalam pem­berdayaan perem­puan dan perlindungan anak. Ini akan ber­kon­tribusi dalam peningkatan kua­litas Sumber Daya Ma­nusia (SDM) kota ini, se­bab SDM pasti akan me­ningkat kalau kaum ibu diberdayakan dan a­nak – anak dilindungi,” ujar Ro­hika Kurniadi Sari. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional