Close

Pemko Sawahlunto Komit Perlindungan Perempuan dan Anak, Utamakan Program Pencegahan

SAMBUTAN—Salah seorang naras sumber saat berikan sambutan pada acara kemarin.

SAWAHLUNTO, METRO–Pemko Sawahlunto me­realisasikan komitmen perlindungan terhadap perempuan dan anak dengan mengutamakan program pencegahan, yakni melalui sosialisasi dan deteksi dini.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Ma­sya­rakat Desa Pemberda­yaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosPMDPPA) Kota Sawahlunto Efriyanto, pada Jum’at (23/9), menyampaikan bahwa pihaknya tetap memberikan perhatian untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak namun untuk mengantisipasi ke depannya maka disikapi dengan meningkatkan pencegahan.

“Salah satu program pencegahan itu kita laksanakan hari ini yaitu dengan kegiatan sosialisasi perlindungan terhadap perempuan dan anak. Kita menghadirkan narasumber dari Kedokteran dan Psikologi Unand yaitu Dr.dr. Rika Susanti, Sp.FM (K), dan Septi Mayang, M.Psi, sementara pesertanya yakni dari unsur PKK, Bundo Kanduang, Satgas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak serta pengurus Pusat Pelaya­nan Terpadu Pemberda­yaan Perempuan dan Anak (P2TP2A),” ujar Efri­yanto menjelaskan.

Efriyanto menyebut tujuan sosialisasi itu antara lain untuk memberikan pemahaman bagaimana strategi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kalau untuk deteksi dini resiko kekerasan terhadap perempuan dan anak, kita laksanakan dengan memaksimalkan peran dari Satgas PPA dan sinergi dengan pemerintahan terdepan seperti desa dan kelurahan,” kata Efriyanto.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DinsosPMDPPA Desri Fahmi mengatakan program-program yang dilaksanakan pihaknya itu didasarkan pada Perda Kota Sa­wahlunto Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak kemudian Perda Kota Sa­wahlunto Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak.

“Untuk program, itu sudah cukup banyak yang kita lakukan, seperti melalui P2TP2A, Satgas PPA. Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Forum Anak Kota Arang (FAKA), Sekolah Istri Teladan Sa­wahlunto (Silo), Sarasehan Calon Penganten (Salon) dan lain-lain,” ujar Desri Fahmi merinci.

Sekretaris Daerah Ko­ta Sawahlunto Dr.dr. Ambun Kadri, MKM, yang membuka sosialisasi itu mewakili Wali Kota Deri Asta menyampaikan perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian khusus Pemko Sa­wahlunto dan masuk da­lam bagian visi misi Pemkot.

“Selain kinerja dari Dinas terkait, untuk perlindungan perempuan dan anak itu mutlak diperlukan keterlibatan dari masya­rakat, stakeholder (pemangku kepentingan) serta semua instansi/lembaga. Kita yakin ke depan akan semakin menurun terjadinya kasus jika kita semua sepakat dan bergerak bersama untuk mencegah itu,” kata Sekda Ambun Kadri.

Sekda Dr.dr. Ambun Kadri, MKM, mengatakan selama ini perlindungan perempuan dan anak di Sawahlunto telah dinilai bagus dan diapresiasi pemerintah pusat yang dibuktikan dengan suksesnya Sawahlunto mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) untuk keempatkalinya. (pin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top