Close

Pemko Sawahlunto Dukung Petani dengan Bantuan Bibit dan Alsintan

PANEN— Wako Sawahlunto Deri Asta panen jagung di lahan salah satu kelompok tani.

SAWAHLUNTO, METRO–Pemko Sawahlunto men­dukung petani jagung di Kota Arang ini dengan memberikan bantuan bi­bit, meminjamkan alat mesin pertanian (Alsintan), pupuk bersubsidi dan pendampingan dari pe­nyuluh pertanian.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan, Pemko hadir dalam meringankan modal petani dalam memulai berta­nam, mengolah sampai memanen jagung.

“Kita berupaya membantu bagaimana modal yang dibutuhkan bisa men­jadi lebih minimal, sehingga dengan modal yang lebih sedikit keuntu­ngan bisa lebih besar. Salah satunya dengan membantu bibit dan meminjamkan alsintan itu maka modal petani sudah ber­kurang sekian persen,” kata Deri Asta ketika me­ngikuti panen jagung di Desa Batu Tanjung Ke­cama­tan Talawi, Kamis (19/5).

Deri Asta menyebutkan,  potensi pertanian jagung masih terbuka lebar di Sawahlunto, sebab untuk kebutuhan jagung da­lam Kota Sawahlunto saat ini belum mampu dipenuhi oleh produksi jagung petani lokal. Sehingga diisi jagung dari Kabupaten tetangga seperti Tanahdatar.

“Komitmen kita untuk melakukan peningkatan mendukung dan membantu sektor pertanian jagung ini, yang menjadi bagian menumbuhkan ekonomi produktif ma­syarakat. Melalui Dinas terkait kita lebih intensif mengawal pertanian ja­gung ini,” ujar Deri Asta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Heni Purwaningsih mengatakan, untuk bibit jagung yang dibantu yakni varietas NK 212, bagi Desa Batu Tanjung telah diberikan seba­nyak 225 Kg untuk luasan 15 hektar di tahun 2021.

“Untuk Alsintan bagi petani jagung di Desa Batu Tanjung ini kita pinjamkan kepada kelompok tani, kemudian digunakan secara bergantian. Alsintan ini ada yang untuk mengolah tanah sampai mengolah hasil panen jagungnya,” kata Heni.

Untuk kelompok tani yang bertanam jagung disampaikan Kepala Desa Batu Tanjung Marwan a­dalah Kelompok Tani U­saha Mandiri dan Kelompok Tani Saiyo Sakato.

“Saat ini tingkat pro­duktifitas atau hasil panen itu mencapai 7,8 ton/hektar dengan masa panen yakni empat bulan. De­ngan harga jagung pipilan di tingkat petani sekarang di kisaran Rp5.200,-/Kg,” ujar Marwan merinci.

Di Batu Tanjung kata Marwan telah ditanam jagung dengan luas dua hektar, sementara luas yang sedang dipanen se­karang adalah 0,25 hektar. “Di sini keunikannya adalah kita menggencarkan pada masyarakat bagai­mana menanam jagung itu di lingkungan/halaman rumah masing-masing, bukan di ladang atau di kebun yang jauh. Keuntu­ngannya jagung itu lebih diperhatikan dan lebih dirawat karena selalu terlihat dari rumah,” kata Marwan. (pin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top