Menu

Pemko Pelajari Konsep Pariwisata Kota Batu

  Dibaca : 141 kali
Pemko Pelajari Konsep Pariwisata Kota Batu
BELAJAR PARIWISATA—Pemko Bukittinggi melakukan kunker ke Batu, Provinsi Jawa Timur untuk mempelajari konsep kepariwisataan kota yang berhawa sejuk tersebut.

BUKITTINGGI, METRO
Guna mengoptimalkan potensi serta menguatkan konsep kepariwisataan Bukittinggi serta menimba ilmu terkait dengan Pengawasan Aliran Kepercayaan Mayarakat (PAKEM), Pemko Bukittinggi melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kota (Pemko) Batu, Provinsi Jawa Timur.

Kedatangan tim yang dipimpin langsung Wali Kota Bukittinggi Erman Safar yang juga diikuti Kajari Bukittinggi Sukardi selaku ketua Pakem Bukittinggi serta kepala SKPD terkait tersebut diterima oleh Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. Pertemuan dilaksanakan di Aula utama Balaikota Among Tani Kota Batu, Kamis (1/4).

Wali Kota Bukttinggi, Erman Safar mengatakan, geografis Kota Bukittinggi dan Kota Batu tidak jauh berbeda. Sehingga suasana alamnya pun hampir sama. Kepariwisataannya sudah terkelola dengan baik untuk itu patut menjadi contoh.

“Kami sengaja memilih Kota Batu, dari segi alam, Bukittinggi dan Kota Batu tidak jauh berbeda, namun Kota Batu kepariwisataannya sudah terkelola dengan baik dan terfasilitasi. Ini harus kami contoh, dinas terkait akan berkonsultasi dengan Dinas Pariwisata Batu untuk penguatan konsep kepariwisataan Bukittinggi. Kalau sebelum pandemi, Batu mencapai 7,6 juta kunjungan dan kami hanya 1 juta kunjungan, mudah-mudahan tahun depan tingkat kunjungan juga akan bertambah ke Bukittinggi,” ujar Erman.

Sedangkan Kajari Bukittinggi, Sukardi selaku Ketua Pakem Kota Bukittinggi mengatakan, daerah ini memiliki masyarakat yang cukup heterogen dengan berbagai suku ras dan agama, namun masyarakatnya bisa hidup berdampingan secara rukun dan damai. “Kami ingin tahu bagaimana deteksi dini dari tingkat desa sampai kekota dalam menciptakan kerukunan dan hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Erman.

Pada sesi diskusi lebih banyak berkembang pembahasan tentang perkembangan dan pembangunan kepariwsataan kota Batu, upaya promosi serta pelayanan keparisataan.

Punjul Santoso, Wakil Wali Kota Batu menjelaskan, pembangunan kepariwisataan di Kota Batu sangat didukung oleh investor, stakeholder dan masyarakat.

Keterlibatan masyarakat dan stakeholder mempengaruhi pengembangan wisata di Kota Batu, di samping itu pembangunan wisata difokuskan kepada potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Kita mengundang investor dan mensosialisasikan serta berdiskusi dengan masyarakat melalui pemerintah desa. Kita juga bekerjasama dengan Kelompok Tani, Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa untuk membentuk Desa Wisata dan Wisata Alam dengan tetap menjaga kelestarian alam, sedangkan untuk promosi lebih banyak saat ini dengan memanfaatkan media sosial dan bersinergi dengan dinas terkait,” ungkap Erman.

Terkait dengan deteksi dini dalam menciptakan kerukunan, bahwa upaya yang dilakukan adalah dengan optimalisasi sinergitas Forkompimda dengan membentuk penanganan terpadu konflik sosial dan dengan pembentukan tim kewaspadaan dini. Selain itu melakukan sosialisasi tiga pilar dengan memelihara situasi Kamtibmas ditingkat Desa, Kelurahan dan Kecamatan. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional