Menu

Pemko Payakumbuh Terapkan 3 Transaksi e-Retribusi

  Dibaca : 84 kali
Pemko Payakumbuh Terapkan 3 Transaksi e-Retribusi
KERJA SAMA— Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi usai menandatangani MoU dengan Bank Nagari foto bersama.

POLIKO, METRO–Wali Kota Riza Falepi menandatangani MoU Pengembangan Digitalisasi Ekonomi Daerah antara Pemerintah Kota Payakumbuh dengan Bank Nagari di kantor Pusat Bank Nagari, Padang, Senin (6/9).

Selain itu juga dilakukan launching perjanjian kerja sama (PKS) e-Retribusi tempat rekreasi dan olahraga di dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, e-Retribusi pasar di Dinas Koperasi dan UKM, dan e-Retribusi KIR di Dinas Perhubungan.

Acara itu turut dihadiri oleh Direktur Utama PT. Bank Pembangunan Dae­rah (BPD) atau Bank Nagari Sumatera Barat Muhamad Irsyad, Kepala OJK Provinsi Sumbar Yusri, Kepala BI Perwakilan Sumbar, Kepala Bank Nagari Cabang Payakumbuh Oktra Firdaus, Asisten II Elzadaswarman, Kadis Koperasi dan UKM Dah­ler, Kadisparpora Desmon Corina, serta Kadishub Nofriwandi.

Wali Kota Riza Falepi menyampaikan Pemko Payakumbuh butuh sebuah kejelasan adanya transparansi. Ini harus dibenahi dan digunakan secara bersama-sama untuk membangun cinta dan citra di mata masya­rakat.

“Dengan adanya E-Retribusi ini kita bisa pantau secara realtime ke­uangan pemerintah dae­rah. Terima kasih kami sampaikan kepada Bank Nagari sudah membantu Kota Payakumbuh dalam pengembangan digital sehingga mendukung Sis­tem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) deng­an adanya tranparansi keuangan kami,” kata Ri­za.

Menurut Riza digita­lisasi ekonomi ini akan berimbas kepada meni­ngatkan pendapatan asli daerah (PAD), mempercepat laporan keuangan da­e­rah, melaksanakan fungsi pengawasan, serta me­ningkatkan efektifitas dan efisiensi anggaran dae­rah.

“Contohnya saja untuk memungut retribusi pasar kita memang menggu­nakan karcis sebagai alat bukti pembayaran. Namun pada saat ini kita dituntut bekerja lebih cepat dan transparan, sehingga program e-Retribusi ini kami nilai lebih pas untuk menjawab tantangan kerja saat ini, sebab lebih cepat dalam penyampaian la­poran keuangan karena sudah terkoneksi langsung dengan kas daerah, di samping juga bisa lebih meningkatkan pelayanan serta menjawab tanta­ngan dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik,” jelas Riza.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Nagari Sumbar Muhamad Irsyad me­nyampaikan di era pandemi peningkatan elektronifikasi sangat signifikan. Dengan diterapkannya transaksi digital ini diharapkan Kota Payakumbuh lebih baik dari kota/kabupaten lain dalam pe­ngelolaan keuangan.

“Payakumbuh memiliki potensi ekonomi di bidang kuliner Payakumbuh yang terbilang hidup 24 jam dan potensi-potensi lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumbar Yusri menyampaikan perhatian OJK sangat berpe­ngaruh terhadap pening­katan ekonomi masya­rakat, OJK selalu mendo­rong peningkatan digita­lisasi di tiap-tiap daerah.

“Bank Nagari sudah maju lagi selangkah, deng­an revolusi pelayanan dengan menerapkan berbagai aplikasi. OJK me­ngapresiasi perkembangan perbankan di Suma­tera Barat,” tukuknya.

Kepala BI Perwakilan Sumbar Wahyu Purnama A mengatakan pertumbahan ekonomi di Suma­tera Barat 5,7 persen deng­an BI bersama OJK dan LPS Kemenkeu menjaga stabilitas harga. Perkem­bangan digital sangat bermanfaat pada saat pandemi ini, karena mobilitas orang dan kegiatan terhambat, sehingga membuat orang bertransaksi via digital.

“Kami berharap Bank Nagari terus berinovasi dalam percepatan transaksi digital sehingga men­jadi salah satu bank terbaik di Indonesia. Karena dampak MoU hari ini bagi pemerintah daerah adalah meningkatkan PA­D, transparansi, dan a­kun­tabilitas,” pungkas­nya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional