Menu

Pemko Pariaman Tunggu Jadwal Vaksinasi Covid-19

  Dibaca : 562 kali
Pemko Pariaman Tunggu Jadwal Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi

PARIAMAN, METRO
Pemko Pariaman menunggu jadwal vaksinasi Covid-19 serta jumlah tenaga medis dan pihak lainnya yang akan divaksin pada tahap pertama dari Pemprov Sumbar.

“Kami sudah memberikan data berapa jumlah penduduk, tenaga medis, dan petugas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas, diantaranya Satpol PP dan Damkar, serta BPBD,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rio Arisandi di Pariaman, Selasa (5/1).

Ia mengatakan, berdasarkan konferensi video dengan Menteri Dalam Negeri, bahwa pencanangan vaksinasi Covid-19 dilakukan paling lambat Senin (11/1) untuk di seluruh Indonesia. Walaupun vaksin telah tiba di Sumbar, namun pihaknya belum mengetahui kapan akan dilaksanakan di Kota Pariaman.

Hal tersebut, lanjutnya, karena Pemprov Sumbar meminta kepada pemerintah pusat menyertakan sertifikat halal dari pihak terkait untuk vaksin Covid-19. Hal ini karena mengingat hal itu merupakan permasalahan sensitif bagi warga di daerah itu. “Jadi walaupun Kemenkes telah berkunjung ke tempat pembuatan vaksin dan tidak ditemukan adanya kandungan (binatang), namun perlu adanya sertifikat halal,” katanya.

Namun terang Rio, pihaknya telah melaksanakan pelatihan terhadap tenaga medis yang akan melaksanakan tugas untuk memvaksin masyarakat. Baik untuk tahap pertama maupun tahap selanjutnya.

Ia menyampaikan, untuk tahap pertama yang akan mendapatkan vaksin yaitu tenaga kesehatan, pejabat, TNI, Polri, serta pihak yang bersentuhan dengan pelayanan publik lainnya. Yaitu, diantaranya Satpol PP dan Damkar, Tagana, dan petugas PLN serta PDAM.

“Pelaksanaannya vaksinasi direncanakan mulai dari Januari hingga April 2021. Sedangkan tahap II yaitu untuk warga yang berusia 18 hingga 59 tahun dari April 2021 sampai Maret 2022,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pemberitahuan kapan dan dimana orang tersebut akan mendapatkan vaksin dilakukan melalui SMS provider peduli Covid-19. Ia menyayangkan banyaknya berita bohong terkait vaksin Covid-19 beredar di media sosial mulai dari vaksin tersebut haram hingga diambil dari tubuh kera.

“Informasi itu tidak benar, kecuali informasi itu dikeluarkan oleh pihak berwenang diantaranya Kemenkes, BPOM, Biofarma, atau dinas kesehatan baik provinsi maupun kabupaten dan kota,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, vaksin merupakan virus yang sudah dilemahkan. Dalam pembuatannya, memang terdapat Sel Vero yang memang ada diambil dari binatang sebagai media untuk perkembangan virus. Namun Sel Vero dibersihkan sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi di dalam vaksin. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional